Pages

Monday, March 24, 2014

Kontribusi Kementerian Pekerjaan Umum dalam Mengurangi Dampak Perubahan Lingkungan


Perubahan iklim yang terjadi saat ini disebabkan karena adanya peningkatan aktivitas manusia yang menghasilkan gas CO2 yang selanjutnya akan mengakibatkan lapisan atmosfer bumi menebal. Dengan menebalnya lapisan atmosfer bumi, maka sinar matahari yang diserap pun semakin banyak. Hal tersebutlah yang menyebabkan suhu rata-rata di bumi naik dan mengakibatkan terjadinya bencana alam dan cuaca ekstrim di hampir seluruh belahan bumi.

Menghadapi dampak dari pemanasan global tersebut, banyak pihak berlomba-lomba untuk ikut berkontribusi menyelamatkan lingkungan. Banyak forum-forum diskusi baik secara nasional maupun internasional yang diselenggarakan untuk mencari solusi dan mengumpulkan komitmen bersama dalam mengurangi dampak dari pemanasan global. Kementerian Pekerjaan Umum sebagai institusi pemerintah yang bergerak di bidang pembangunan infrastruktur juga telah ikut berpartisipasi untuk mengurangi dampak pemanasan global melalui program-program kegiatan di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum. Salah satunya adalah pembangunan Gedung Utama Kementerian Pekerjaan Umum dengan konsep green building. Kenapa konsep green building ini termasuk salah satu solusi dalam mengurangi dampak perubahan iklim? Berikut ada fakta tentang bangunan gedung yang dikeluarkan oleh IPCC Fourth Assessment Report on Climate Change 2007, yaitu:

  • Bagunan gedung menghabiskan lebih dari 1/3 sumber daya dunia untuk konstruksinya;
  • Menggunakan 40% dari total energi global;
  • Menggunakan 12 % dari total persediaan air bersih;
  • Menghasilkan 40% dari total emisi greenhouse gas (GHG);
  • Pada tahun 2030, diperkirakan 1/3 total emisi CO2 dunia berasal dari bangunan gedung, dengan penyumbang terbesar dari negara-negara di Asia.

Dengan adanya konsep green building ini diharapkan dapat mengurangi penggunaan sumber daya dunia. Dari awal pembangunannya, green building ini memakai material-material yang ramah lingkungan dengan didukung dengan konstruksi yang berkelanjutan. Green building ini juga bertujuan untuk mengubah pola pikir dan perilaku pengguna gedung karena adanya resources management untuk mengurangi kelangkaan sumber daya alam. Oleh karena itu, green building dianggap sebagai metafora dari Bangunan Berkelanjutan dan sebagai bagian dari upaya “green” yang sistemik, termasuk secara spasial.

Dukungan lain dari Kementerian Pekerjaan Umum dalam menghadapi climate change adalah melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya dengan mewujudkan Green Neighbourhood dan Green District. Adapun langkah-langkah yang diambil adalah sebagai berikut:

  • Percepatan penyusunan Rancangan Perda Bangunan Gedung sejak tahun 2012;
  • Penyusunan NSPK terkait dengan Bangunan Gedung Hijau;
  • Pembinaan terhadap semua stakeholder terkait;
  • Penyelenggaraan Bangunan Gedung yang meliputi pemerintah, Pemda, masyarakat, asosiasi profesi, akademisi, dunia usaha, dan lain-lain;
  • Pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan tentang Bangunan Gedung Hijau;
  • Pendampingan kepada daerah dalam program revitalisasi kawasan dan perencanaan Ruang Terbuka Hijau.

Selain langkah-langkah di atas, Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Bina Marga juga berkontribusi dalam mengurangi dampak perubahan iklim dengan membangun jalan dengan konsep “Jalan Hijau”. Apa itu jalan hijau? Jalan hijau adalah penyelengaraan jalan yang menerapkan prinsip lingkungan dalam pembiayaan, perencanaan, desain, konstruksi dan pemeliharaan jalan, serta penanganan dampak perubahan iklim. Berikut prinsip-prinsip dalam pembangunan “Jalan Hijau”:

  • Memanfaatkan energi dan pemanfaatan air secara minimal
  • Jalan sebagai penyimpan energi, penampungan air dan penyimpan energi surya. Contohnya pembangunan drainase, jalan porus dan lampu jalan yang menggunakan energi surya.
  • Mengurangi penggunaan sumber daya alam yang tidak terbarui
  • Penggunaan material jalan yang mengurangi dampak lingkungan yaitu dengan melakukan uji limbah B3 untuk material jalan baru.
  • Lansekap jalan yang bersinergi dengan sekitar. Contohnya jika jalan yang dibangun melalui kawasan hutan lindung atau wilayah konservasi, maka pembangunan jalan tersebut tidak boleh merusak dan mengganggu fungsi dari hutan lindung dan wilayah konservasi tersebut.
Kontribusi Kementerian Pekerjaan Umum dalam mengurangi dampak perubahan iklim tidak berhenti sampai disitu saja. Melalui Direktorat Jenderal Penataan Ruang, Kementerian PU mengambil langkah dalam mewujudkan keberlanjutan kota yang tidak akan menggerus kawasan perdesaan/penggiran, memiliki keberpihakan pada pelestarian lingkungan, dengan didorong oleh peran masyarakat, melalui program-program yang nyata dan kreatif serta berbasis penataan ruang.

Salah satu program dari Direktorat Jenderal Penataan Ruang dalam mengurangi dampak perubahan iklim adalah menjalankan Program Pengembangan Kota Hijau yang selanjutnya disingkat P2KH. Program tersebut merupakan program kolaboratif antara pemerintah kota/kabupaten dengan komunitas hijaunya, yang dikoordinasikan oleh pemerintah provinsi dan difasilitasi oleh pemerintah pusat.

Program P2KH dimulai pada tahun 2011 dan hingga saat ini program P2KH telah berkontribusi dalam pembangunan kota hijau di Kab/Kota di Indonesia. Ruang Lingkup P2KH pada tahun 2011-2013 dan arah pelaksanaan P2KH ke depan (2014 – 2019) adalah sebagai berikut:

  1. Awal (2011): penandatanganan piagam komitmen kota hijau untuk aksi nyata. 
  2. Ruang Lingkup (2012-2013):
    • Rencana Aksi Kota Hijau
    • Kampanye Kota Hijau oleh Forum Komunitas Hijau
    • Peta Komunitas Hijau
    • Master Plan RTH and Detailed Engineering Design (DED):
    • Pilot Project Perwujudan RTH Perkotaan (5000 m2)
    • Pilot Project Perluasan Atribut Kota Hijau (pedestrian, jalur sepeda, bank sampah, dll).
  3. Arah pelaksanaan P2KH ke depan (2014 – 2019)

  • Penanganan dan Perwujudan Taman & Hutan Kota Strategis Nasional;
  • Integrasi Green & Blue Development (termasuk penanganan bantaran sungai strategis sebagai Green Corridor untuk mengurangi risiko banjir dan pembangunan kolam retensi perkotaan untuk fresh water supply);
  • Penyiapan Urban Climate Plan dalam rangka Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim pada skala Perkotaan.
Dengan berbagai kegiatan yang dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum tersebut diharapkan dapat berkontribusi baik secara langsung maupun tidak langsung dalam mengurangi dampak perubahan iklim. Kegiatan-kegiatan tersebut tidak akan berhasil tanpa adanya dukungan dan peran serta masyarakat. Jadi sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam pelaksanaan program-program pemerintah khususnya Kementerian Pekerjaan Umum sangat dibutuhkan agar tercipta pola hidup yang peduli terhadap lingkungan. 


-Gayuh-
 19032014

Dibuat untuk memenuhi syarat kelulusan Pelatihan Greenship Associate Plus Angkatan 5

Tuesday, February 4, 2014

Japan Education Fair

Weekend ini lumayan berbobot. Kenapa saya menyebut weekend ini berbobot? Karena weekend ini diisi dengan hal-hal yang bermanfaat (menurut saya^^). Kalau biasanya aku dan temen-temen kosan merencanakan kegiatan weekend dengan belanja, wisata kuliner atau cuma males-malesan di kosan, kali ini beda. Apa bedanya? Let's cekidot!! ;)

Sebelum bahas agenda-agenda yang menurut aku 'berbobot', pertama-tama mau bersyukur dulu karena aku punya temen-temen kosan yang asik, seru, baik, nyambung dalam banyak hal. Mereka nggak cuma asik buat diajak seneng-seneng aja, tapi mereka itu partner yang asik banget buat nuntut ilmu. Bukan mau riya atau sombong, tapi saat butuh temen buat nyari ilmu tentang agama, mereka ada di baris terdepan yang paling semangat buat dateng ke majelis-majelis ilmu. Mungkin karena mereka juga, aku tambah semangat buat nimba ilmu-ilmu agama (padahal dulu paling males). Tapi tetep niat utamanya karena Alloh SWT.

Eittsss,, jadi melenceng gitu topiknya ya. Nanti deh aku ceritain tersendiri tentang mereka. hehe.

Balik lagi ke weekend yang berbobot, di post sebelumnya udah dijabarin agenda pertama di hari sabtu weekend ini. Saya sama temen kosan dan kantor dateng ke pengajian Hijabers Community Jakarta di Masjid Baitul Ikhsan, komples kantor Bank Indonesia Jakarta Pusat dengan tema 'Doa yang Diijabah' bersama Ustdz. Erika dan Ghaida Suraya. Agenda pertama aja udah keliatan kan bobotnya? hehehe. Eiitssss,,,tujuannya tetep mau nambah ilmu. Siapa si yang ga mau doa nya diijabah. Oleh karena itu, kami dateng ke kajian ini karena pengen tau gimana si agar doa kami diijabah (karena kami punya doa khusus.ssssttttttt) ^^v.

Lanjut ke agenda kedua, kali ini kami berpisah dulu karena kami punya agenda yang beda waloupun di tempat yang sama. Tujuan kami sama-sama ke Kompleks Al Azhar Kebayoran baru. Bedanya, aku mau dateng ke Japan Education Fair di Universitas Al Azhar, sementara Riris dan Anggi mau daftar ulang di YISC Al Azhar (Youth Islamic Student Club-semacam remaja masjidnya Al Azhar). Informasi tentang Japan Education Fair baru aku dapetin hari Jumat pas berangkat ke kantor. Karena kantorku dibelakang Al Azhar, otomatis tiap hari aku lewat kompleks Univ Al Azhar. Nha, pas banget Jumat kemarin aku liat ada spanduk besar yang memuat pengumuman tentang event tersebut. Sebagai orang yang mupeng banget buat dapetin gelar Master di luar negeri (dengan beasiswa tentunya.plus bs bareng suami.aamiin3x), plus Jepang adalah salah satu negara impian yang pengen aku datengin, otomatis aku semangat banget buat dateng. So, langsunglah aku kabar-kabar ke temen yang kira-kira tertarik, tapi ternyata nggak ada yang merespon. Akhirnya dengan kekuatan nekat, aku daftar via online dulu (karena online regitration required). Alhamdulillah pas hari H, mba Ririn-teman kantor aku yang ikut ke pengajian-bersedia ikut ke event ini.

Ini pengalaman pertamaku ikut pameran pendidikan. Jadi bener-bener nggak punya persiapan tentang apa yang harus dilakukan di dalem sana. Sebelumnya emang pernah denger kalau mau dapet beasiswa ke luar negeri, sering-seringlah dateng ke event-event seperti ini. Selain bisa dapet informasi tentang universitas-universitas di negara tujuan, kita juga bisa dapet informasi tentang cara-cara untuk dapetin beasiswa ke LN.

Nha, di Japan Education Fair ini ada 13 universitas-uniersitas terbaik di Jepang yang membuka stand untuk melayani pertanyaan-pertanyaan para pengunjung, diantaranya:
Tohoku University
University of Tsukuba
The University of Tokyo
Kyoto University
Osaka University
Kyushu University
Keio University
Meiji University
Waseda University
Ritsumeikan University
Chiba University
Hokkaido University
Nagoya University
Selain itu ada juga stand lembaga-lembaga pemberi beasiswa seperti  JASSO (Japan Student Services Organization) dan LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan), 1 stand untuk Embassy of Japan in Indonesia dan 1 stand untuk Secretariat of G30 Project (penyelenggara Japan Education Fair ini). Acara ini dimulai pukul 10.30-15.00 WIB. Sayang sekali aku ga bisa dateng dari awal sehingga melewatkan presentasi dari masing-masing universitas tersebut.

Well, I really didn't know what should I do in this event. -__- Harusnya sebelumnya aku browsing-browsing tentang apa yang harus dipersiapkan ketika datang ke pameran pendidikan seperti ini. Tapiii, bukan berarti karena aku bingung terus pulang ya. No way, I won't give up (ngutip Jason Mraz. heheh). Setelah melihat sekeliling, aku pun ke meja dengan kumpulan brosur tentang informasi univversitas-universitas tersebut. Hampir semua brosur yang ada di meja ku ambil. Prinsipku, ambil dulu baru baca di kosan (kalo sempet dan niat ^^).

Selanjutnya, aku kembali berkeliling dan memilih mampir di stand Universitas Tohoku karena aku liat banyak pengunjung yang mengelilingi stand dan ada penjelasan dari pihak Universitas Tohoku. Ada satu orang dari Universitas Tohoku yang lagi jelasin tentang living cost di Jepang. Tapi karena pas dateng udah di tengah-tengah penjelasan, aku pun nggak terlalu ngikutin. Setelah dapet brosur dan contact person, aku sama Mba Ririn ke stand LPDP. Di sini kami dapetin informasi tentang apa si LPDP ituu?? Ternyata LPDP itu adalah Badan Layanan Umum (BLU) Kementerian Keuangan yang bertugas mengelola Dana Pengembangan Pendidikan Nasional (DPPN). LPDP memberikan beasiswa bagi para profesional muda untuk melanjutkan kuliah Master/Doktor baik di dalam negeri maupun luar negeri. Sebelum mengajukan beasiswa ke LPDP, sebaiknya kita sudah diterima di salah satu universitas yang ada dalam daftar pemberian beasiswa LPDP. Untuk lebih jelasnya, buka link-nya disini.

Sebenarnya, perhatianku dari tadi tertuju pada Universitas Tokyo. Tapi karena banyak pengunjung yang kesana, jadi aku pending dulu niat ke stand itu. Perburuan berlanjut ke stand Universitas Hokaido dan Universitas Ritsumeikan. Di kedua universitas ini aku berhadapan langsung dengan native speaker dari Jepang. Lumayan bisa latihan speaking sama mereka. Udah lama banget nggak nglatih ngomong English -_-. Tapi ternyata Englishnya mereka kurang terlalu bagus-begitu pula saya ^^- jadi ada beberapa yang miss. Entah aku yang salah Englishnya atau mereka yang nggak tau. hahahah.

Penjelasan dan brosur yang diberikan dari Universitas Hokkaido sepertinya bikin aku tertarik. Suasana kampus yang masih hijau dan tenang bener-bener cocok buat belajar. Tapi untuk sampe ke universitas ini harus menempuh perjalanan selama 1,5 jam dari Tokyo dengan menggunakan pesawat terbang karena Hokkaido terletak di pulau yang berbeda dengan Tokyo.

Dari Universitas Hokkaido, perburuan berlanjut ke Universitas Kyoto. Ternyata universitas ini khusus untuk jurusan teknik. Akhirnya aku hanya ngambil beberapa brosur tentang jurusan teknik sipil. Bukan buat aku si, tapi buat temen-temen kantor. Secara sekarang dikelilingi sama sarjana-sarjana teknik. Siapa tau mereka mau nglanjutin di Jepang kan.

Stand selanjutnya adalah Universitas Tokyo. Yeyy,,akhirnya kesini juga. Tapi sama aja ternyata. PIC yang jaga stand udah punya pelanggan yang lagi tanya-tanya. Akhirnya disini juga cuma ngambil brosur aja karena di universitas ini ada English Program for Economic Faculty. 

Waktu udah hampir pukul 15.00 WIB. Udah mendekati waktu penutupan pameran. Sebenarnya belum puas ngoprek-ngoprek stand-stand disini. Tapi udah bingung juga mau tanya apalagi. Akhirnya sebelum pulang, aku sama Mba Ririn mampir satu stand lagi di Universitas Ritsumeikan. Dari namanya si kayaknya baru pernah denger. Tapi setelah dengerin penjelasan dari salah satu PIC, ternyata lumayan menarik juga universitas ini. hehehe. Setelah tanya tentang English Program, selection process dan living cost, akhirnya  kami mengakhiri perburuan informasi tentang universitas dan beasiswa di Jepang. Untuk tau lebih lanjut tentang Universitas Ritsumeikan bisa klik disini.

Well, itu pengalaman pertamaku dateng ke pameran pendidikan. Ada beberapa tips si yang menurut aku perlu dilakukan sebelum dateng ke pameran pendidikan:
  • Cari informasi tentang universitas-universitas yang akan membuka stand di pameran
  • Cari teman yang punya interest sama untuk kuliah di luar negeri dan dateng ke pameran pendidikan. Biar nggak krik-krik pas di dalem. Bisa tuker informasi juga kalau stand yang didatengin beda
  • Bikin peringkat universitas yang paling diminati. Jadi pas di pameran, kita bisa fokus untuk cari menggali lebih dalem tentang universitas yang ada di peringkat atas dari list yang kita bikin
  • Usahakan dateng dari awal sampe akhir. Jadi bisa ikut dengerin presentasi dari masing-masing universitas
  • The last but not least, jangan lupa ambil brosur dari semua universitas (atau universitas yang paling diminati) buat dibaca-baca di rumah/kosan.
Mungkin segitu aja yang bisa aku share tentang persiapan dateng ke pameran. Mungkin kalau udah sering dateng, bakal banyak yang di share. Semoga nantinya bukan cuma share tentang persiapan dateng ke pameran pendidikan, tapi semoga bisa share tentang pengalaman dapet beasiswa ke luar negeri. aamiin. ^^

Ps: 
Website "Belajar di Jepang" bisa diakses di http://www.jasso.or.id. Email: info@jasoo.or.id
Panduan Beasiswa: http//www.jpss/en/scholarship


-Gayuh-
#latepost 25012014

Sunday, January 26, 2014

Doa yang Diijabah

Anyway, ternyata ini post pertama saya di tahun 2014. Padahal selama awal tahun ini banyak banget yang pengen ditulis, tapi ya penyakitnya selalu sama kalo mau nulis. Yup, penyakit malas pastinya.hehe. Tapi kali ini saya berusaha sekuat tenaga buat lawan males saya. Soalnya, sayang banget kalo kegiatan weekend kali ini saya lewatkan begitu saja tanpa rekam jejak di blog ini.

Well, seperti weekend-weekend sebelumnya, saya dan teman-teman kosan pasti punya agenda pergi bareng, dengan catatan, masing-masing memang belum punya agenda. Mari kita mulai dari hari Sabtu tanggal 25 Januari 2014. Saya bersama Mba Ririn (teman kantor), Riris, Asti, dan Anggi (teman kosan) menyempatkan hadir ke pengajian bulanan yang diadakan oleh Hjabers Community Jakarta di Masjid Baitul Ikhsan kompleks Bank Indonesia, Jakarta Pusat. Mungkin karena tema yang diusung menarik sehingga kami antusias untuk hadir. Temanya adalah 'Doa yang Diijabah' bersama Ustdz. Erika Suryani Dewi dan sharing bersama Ghaida Tsurayya (anak pertama AA Gym). So, siapa si yang ga pengen doanya diijabah? 

Ustdz. Erika mengawali tausiyahnya dengan pertanyaan, "Kenapa si kita harus berdoa?". Kalau jawaban awalnya mungkin ya karena ada permintaan yang diajukan kepada Alloh SWT yang Maha Kuasa atas segala sesuatu (sempit banget ya mikirnya^^). Ternyata nggak se-simple itu. 
Ini dia alasan kenapa kita harus berdoa yaitu karena:
1. Doa adalah ibadah
2. Doa adalah senjata orang beriman
3. Kekuatan doa di atas segala sesuatu
4. Doa merupakan sarana pertolongan Alloh SWT
5. Doa menolak bala dan takdir yang buruk
6. Doa mendatangkan ketenangan dan menyembuhkan penyakit.
Ternyata banyak ya manfaat dari berdoa. Yuks mari kita banyak-banyakin berdoa kepada Alloh SWT.

Untuk urusan berdoa ini bahkan sudah diperintahkan oleh Alloh SWT dalam QS. Al Baqarah ayat 186.

Dalam ayat tersebut, Alloh SWT akan mengabulkan permohonan orang yang berdoa kepadaNya apabila ia memohon kepada Alloh SWT. Bahasa simplenya gini 'kalau mau dikabulkan, kabulkan dulu perintah Alloh SWT. Apa aja si kira-kira perintah Alloh SWT? Begini penjelasan yang disampaikan Ustdz:
1. Kalau ada masalah/bencana/musibah, mintalah pertolongan pertama kepada Alloh SWT. Selanjutnya meminta bantuan kepada sesama manusia merupakan sebuah bentuk dari ikhtiar. Misalnya tiba-tiba kita sakit, pertama kali mintalah kesembuhan hanya kepada Alloh SWT. Pergi ke dokter dan minum obat adalah ikhtiar kita untuk sembuh. Dan ingatlah selalu kalau sakit bisa mengurangi dosa-dosa kecil kita. Subhanalloh...
2. Menjalankan perintah Alloh SWT (mengamalkan rukun islam dan rukun iman). Menghindari dari yang haram dan bertaubat dari segala dosa kecil dan besar.
3. Beriman kepada Alloh SWT tanpa ada unsur syirik.
Sudahkan kita menjalankan semua perintah Alloh SWT? mari bersama-sama berusaha untuk menjalankan perintahNya.

Kalau kita merasa kok doa nya belum juga dikabulkan ya. Mungkin khawatir dan putus asa pernah menghinggapi. Tapi jangan sampai berlarut-larut ya karena Alloh SWT melarang hamba-hambanya untuk putus asa. Ustdz Erika mengingatkan saya untuk terus berprasangka baik kepada Alloh SWT. Karena Alloh mencintai seorang hamba dengan memberi cobaan. Dan cobaan dari Alloh SWT bukan hanya berupa musibah dan masalah. Tapi Alloh SWT juga memberikan cobaan kepada hambanya dalam bentuk kesenangan dan kebahagiaan. Ingatlah selalu bahwa Alloh SWT menyukai suara rintihan hambanya yang memohon. Kata Ustdz, bisa jadi Alloh SWT belum mengabulkan permohonan kita karena Dia masih ingin kita dekat dan merintih berdoa kepadaNya. Wallohualam....

Mungkin sampai disini yang bisa saya sampaikan mengenai hasil menimba ilmu dari pengajian bulanan Hijabers Community kemarin. Semoga bermanfaat!!


-gayuh-
25012014

Tuesday, December 31, 2013

Five hours to go....

Lima jam menuju pergantian tahun 2014. Acara-acara gosip dan berita di TV udah ramai dengan kalaidoskop untuk tahun 2013. Peristiwa-peristiwa penting yang terjadi di tahun 2013 sudah pasti menjadi topik utama minggu terkahir di tahun ini. Kalau buat saya pribadi pastinya banyak sekali hal-hal penting yang terjadi dalam hidup saya. Banyak hal bikin seneng, tapi tak sedikit pula yang bikin sedih. Tapi apapun itu, saya selalu inget bahwa seseneng apapun dan sesedih apapun kita, di dalamnya terkandung hikmah dan pembelajaran yang membuat kita lebih baik. Saya selalu percaya bahwa Alloh SWT tidak memberi cobaan di dalam kesedihan, namun cobaan pun terkandung dalam kesenangan yang kita rasakan. Poin pentingnya adalah sejauh mana kita mengingat Alloh SWT dalam semua kondisi yang kita rasakan.

Saya pernah membaca sebuah twit dari @HijabAlila yang sangat memotivasi saya ketika saya sedang bersedih. begini bunyinya "Banyak yang mengasihani diri ketika mendapat musibah, padahal saat itu Alloh SWT sedang perhatian dan sayang-sayangnya kepada kita." Setelah membawa itu, saya pun berfikir bahwa tidak ada alasan untuk bersedih karena Alloh SWT selalu bersama kita. Seperti tertuang dalam QS. At-Taubah :40 “La Tahzan, Innallaha Ma’ana. Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita."

So,, there's no reason for being sad. Waahhhh, malah jadi sedih-sedihan gini ya. Padahal bukan maksud bercerita tentang kesedihan. Hanya ingin sharing tentang apa yang saya lakukan ketika bersedih. ^^

Udah mau tahun baru 2014, ga boleh donk sedih-sedih terus. Soalnya dibalik kesedihan yang mungkin saya rasakan di tahun 2013, terkandung banyaaaaakkkk sekali kegembiraan dan kebahagiaan (bedanya apa?^^) dalam hidup saya. Saya banyak banyak bersyukur atas apa yang Alloh SWT berikan kepada saya. Mungkin jika saya hitung satu persatu tidak akan pernah bisa. Karena Alloh SWT berfirman dalam QS. Ar-Rahman ayat 13, "Which then of the bounties of your Lord will you deny?". Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? Soooooo, masih mau ngeluh? No way.... Let's be grateful toward everything we have. ^^

Hal yang paling berkesan dan paling membahagiaan buat saya selama tahun 2013 adalah saya diberi kesempatan oleh Alloh SWT untuk mengunjungi tempat yang paling diimpikan oleh seluruh umat muslim di dunia. Yup, alhamdulillah pada Juni tahun 2013 ini saya berkesempatan menunaikan ibadah umroh di tanah suci Mekah dan Madinah. Semoga someday saya diberi kesempatan lagi untuk mengunjungi Mekah dan Madinah menunaikan dibadah haji bersama suami dan keluarga saya dan yang belum berkesempatan pergi kesana diberikan ijin oleh Alloh SWT untuk menunaikan ibadah umroh dan haji. Aamiin

Mungkin begitu cerita singkat saya selama tahun 2013. Banyak hal yang tidak bisa diceritakan satu persatu. Semoga Alloh SWT memberi kesempatan kepada saya untuk menjadi orang yang lebih baik di tahun 2014. Semoga apa yang belum tercapai di tahun ini bisa tercapai di tahun 2014.
Selamat tahun baru 2014 semuanya!! Semoga Alloh SWT senantiasa memberikan limpahan rahmat dan berkah kepada kita semua. aamiin....

-Gayuh-

Sunday, December 29, 2013

Jakarta's Hidden Paradise #2

Setelah puas dan lelah bersnorkling, kami melanjutkan agenda hari pertama. Kami diajak menjelajah Pulau Tikus yang tak berpenghuni. Sepanjang perjalanan menuju Pulau Tikus, kami melihat beberapa pulau di dekat Pulau Pari. Salah satunya adalah Pulau Tengah. Dari kejauhan terlihat beberapa bangunan yang masih dalam tahap pembangunan di pulau tersebut. Berdasarkan cerita dari guide kami, Pulau Tengah adalah pulau pribadi yang dimiliki oleh Pak Hengki (kalau tidak salah ingat). Mungkin pemilik pulau ini sedang membangun penginapan-penginapan yang nantinya akan disewakan kepada pengunjung. Tapi ternyata bukan hanya penginapan yang dibangun, namun pantai buatan pun dibangun untuk menarik minat pengunjung agar berkunjung ke Pulau Tengah.Ya apapun alasannya, semoga pemilik pulau bisa melestarikan dan menjaga pulau tersebut dengan baik.

Kembali ke Pulau Tikus. Luas pulau tikus mungkin tidak ada separuh dari Pulau Pari. Namun, jelajah pulau kali ini tetap menarik karena pulau ini tidak berpenghuni. Hanya ada satu rumah yang menurut saya baru saja selesai dibangun. Setelah bertanya kepada guide kami, barulah kami tau kalau rumah tersebut sengaja dibangun untuk penjaga pulau ini. Tapi membayangkan sendirian di pulau tak berpenghuni ini saja sudah seram. Salut untuk pak penjaga pulau. I appreciate that, Sir. 


Di Pulau Tikus kami hanya berfoto di spot-spot yang menurut kami bagus. Sayang sekali daerah sekitar pantai sudah terdapat banyak sampah plastik. Hal-hal seperti ini lah yang merusak indahnya pantai dan laut di Indonesia. Banyak sekali masyarakat yang masih kurang tanggap teradap kebersihan dan keindahan pantai dan laut. Jadilah pengunjung yang baik dengan tidak membuang sampah sembarangan. Pantai dan laut di Indonesia adalah milik kita bersama. Jadi marilah kita jaga pantai dan laut kita agar selalu bersih sehingga keindahan pantai dan laut masih bisa kita nikmati. 

Setelah puas berfoto-foto dan bermain air di Pulau Tikus, Mas Saman menawarkan apakah mau lanjut snorkling di spot yang kedua atau lanjut pulang ke penginapan. Awalnya kami ragu-ragu karena beberapa teman sudah kelaparan dan ingin kembali ke penginapan. Saya pribadi masih ingin lanjut snorkling, tapi suara gemuruh petir dan langit yang semakin mendung membuat kami memutuskan untuk kembali ke penginapan. 

Kami melepaskan life-jacket dan menaruh alat-alat snorkling didepan penginapan kami. Dengan baju yang masih basah, kami melanjutkan agenda kami dengan bersepeda ke Pantai Pasir Perawan. Kami pun langsung menceburkan diri ke air dan berfoto-foto. Setelah puas dengan berbagai gaya, akhirnya kami memutuskan untuk mengisi perut kami. Mba Acik dan Dina yang sedari tadi terbayang-bayang makan indom*e di pinggir pantai akhirnya kesampaian juga. Kami mendatangi salah satu warung di pinggir pantai dan langsung memesan indomie goreng dan rebus plus kelapa muda. Alhamdulillah, nikmatnya tak dapat diungkapkan. Makan menu favorit kami dengan pemandangan pantai yang indah di hadapan kami. ^^


Setelah perut kenyang, kami memutuskan untuk kembali ke penginapan dengan mengambil jalan yang lebih jauh dari rute yang biasa kami lewati. Tujuannya hanya satu yaitu ingin mengeksplore Pulau Pari. Kami bersebeda sudah cukup jauh dari pantai. Pada saat kami mau memutar arah ke penginapan, kami mendengar salah seorang pengunjung berteriak ke temannya untuk bersepeda sampai ujung. Saya pun bertanya, 'apaka ada ujungnya?" Orang tersebut pun menjawab, "Ujungnya ada di LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia)". Saya bertanya lagi, "Bisa liat sunset ga mas disana?" Orang tersebut menjawab lagi, "Bisa, kalau masih ada." Saya pun menawarkan ke teman-teman untuk melihat sunset. Untunglah semua tertarik untuk mengejar sunset. Untuk melihat sunset, kami harus berjalan kami ke Dermaga LIPI yang terletak di bagian paling barat Pulau Pari. Mulut ini tak henti-hentinya mengucap Subhanalloh melihat keindahan sunset pada sore itu. Saya pribadi memang sangat menyukai sunset dan sunrise. Jadi saya merasa antusias untuk melihatnya.
Pantai Pasir Perawan yang tenang

Ilalang disekitar Pantai Pasir Perawan

Jalan menuju ujung dermaga cukup panjang dan hanya bisa dilalui 2 orang. Sehingga satu jalur untuk ke arah dermaga, dan satunya lagi untuk orang-orang yang kembali dari dermaga. Sunset sore itu benar-benar indah. Warna orange memenuhi luasnya langit dan pantulannya membuat lautnya juga berwarna orange. Karena kami khawatir pada saat kami sampai di ujung dermaga sunsetnya sudah hilang, maka kami memutuskan untuk berhenti di tengah-tengah perjalanan kami dan berfoto di pinggir pantai di sebelah jalan menuju dermaga. Semakin sore semakin orange warna langitnya dan semakin indah juga sunsetnya.



Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 18.30 WIB dan langitpun semakin gelap. Baju kami yang basah hampir setengah kering. Untunglah kami tidak masuk angin karena itu. Setibanya dipenginapan, antrian mandi pun disusun. Mba Arfie dan Mba Astrie mengajukan diri untuk menjadi urutan pertama. Saya, Mba Acik, dan Dina menunggu di luar. Tiba-tiba makan malam kami datang. Saya dan Mba Acik pun menyantap makan malam kami dahulu sambil menunggu antrian mandi. Menu malam ini cukup istiwewa. Ada cumi goreng tepung, sayur sop, sambel dan tak lupa kerupuk. Makanannya hoommeeyyy sekali. Entah karena kami yang sedang lapar atau memang rasanya enak. Kami pun makan dengan lahapnya. Tapi apapun alasannya, we liked the menu. ^^


Agenda kami pada hari pertama ternyata cukup menguras tenaga. Hal itu dibuktikan dengan teparnya saya dan teman-teman. Sehabis mandi, kami langsung rebahan di atas kasur di depan tivi. Mba Acik bahkan mungkin sudah tertidur sebentar. Sebenarnya, kami masih punya 1 agenda lagi malam ini yaitu Barbeque. Niat awalnya kami ingin proses bakar-bakar ikan dan cuminya. Tapi karena kami sudah kecapean, akhirnya kami hanya menunggu Mas Saman mengabari kami bahwa ikan dan cumi nya sudah siap untuk dihidangkan. Saya, Dina dan Mba Acik keluar dan mendekati tempat membakar ikan dan cumi. Dan ternyata benar, Mas Saman dan beberapa guide sudah selesai membakar ikan dan cumi. Saya dan teman-teman membawa jatah kami ke depan penginapan dan makan bersama disini.

Selanjutnya kami tidur-tiduran di depan tivi sambil menunggu Westlife-The Farewell Tour yang ditayangkan di salah satu TV swasta pada pukul 23.00 WIB. Ternyata kami semua penggemar beratnya Westlife kecuali Mba Arfie. Selesai menonton konser, kami beranjak untuk tidur. Mba Arfie dan Mba Astrie tidur di kamar sedangkan saya, Mba Acik dan Dina tidur di depan TV.

Well, that was our agenda in day 1. What a holiday!! Thanks Alloh SWT... :)



-Gayuh-

Jakarta's Hidden Paradise #1

Obrolan ringan dengan teman-teman kantor siang itu tentang Kepulauan Seribu ternyata bukan hanya isapan jempol. Siang itu saya menyampaikan ke seorang teman bahwa saya ingin berlibur ke salah satu pulau di Kepulauan Seribu. Keinginan tersebut muncul setelah melihat teman SMA saya mengunggah foto-foto liburannya pada media sosial di Pantai Pasir Perawan Pulau Pari, Kepulauan Seribu. Saya langsung jatuh cinta dengan putihnya pasir dan lautnya yang indah. Saya pun mencari 'pasukan' yang bisa diajak untuk berlibur kesana. Kebetulan pada liburan natal selama dua hari kali ini, saya tidak mudik. Munculah wacana untuk berlibur ke Pulau Pari bersama teman-teman kantor saya. Alhasil ada 5 orang termasuk saya yang fix bersedia untuk berlibur ke Pulau Pari. 

Saya pun mulai mencari travel agent yang terpercaya untuk membawa kami berlibur ke Pulau Pari. Beberapa travel agent yang saya hubungi rata-rata menawarkan paket yang sama, yaitu tiket kapal PP, sewa sepeda, sewa alat snorkling, kapal untuk snorkling, makan 3x, penginapan AC plus camera underwater. Singkat cerita, kami memilih Mba Mei sebagai travel agent kami. Harga yang ditawarkan sebenarnya cukup murah yaitu Rp 350.000,- per orang jika jumlah kami sebanyak 10 orang. Namun karena kami hanya berlima, maka harga yang ditawarkan pun lebih mahal yaitu Rp 500.000,-. Setelah semua setuju, kami membayar DP sebesar 50% ke Mba Mei pada hari Jumat tanggal 20 Desember 2013. Musim hujan yang sedang melanda Jakarta dan sekitarnya sempat membuat kami ragu. Namun, dengan tekad yang bulat dan iringan doa kepada Alloh SWT, kami pun mantap untuk berlibur ke Pulau Pari.
Hari Selasa, 25 Desember 2013 pukul 04.45 WIB, Mba Arfie bersama taksi pesanannya berangkat dari kosannya dan menjemput saya di kosan saya. Kami pun langsung berangkat menuju Pelabuhan Muara Angke, tempat dimana kapal yang mengangkut kami ke Pulau Pari berlabuh. Sementara itu, Mba Acik, Mba Astrie dan Dina berangkat dari arah yang berbeda dan menuju ke pelabuhan yang sama. Sekitar pukul 06.00 WIB, kami berkumpul di SPBU dekat pelabuhan untuk bertemu dengan Pak Jamal, orang yang akan mengantar kami ke kapal. Setelah semua berkumpul, kami pun diantar oleh asisten Pak Jamal menuju kapal yang mengantar kami ke Pulau Pari. Terdapat banyak kapal yang akan menuju pulau-pulau di Kepulauan Seribu. Kapal-kapal yang berada di pinggir dermaga sudah hampir dipenuhi penumpang. Perasaan sedikit kecewa pun melanda kami karena kami tidak bisa mencari tempat yang nyaman untuk duduk. Satu per satu kapal kami lewati. Ternyata kapal yang mengantar kami berada di paling luar dari dermaga. Kapalnya pun masih kosong. Akhirnya kami mencari tempat di atas untuk menghindari mabuk laut. Sambil menunggu penumpang lain, kami berfoto-foto di atas kapal. Terlihat sekali kegembiraan kami menyambut liburan kami kali ini. Mungkin karena jadwal yang padat di kantor akhir-akhir ini membuat kami ingin refresing melepas penat.

Setelah menunggu cukup lama, akhirnya kapal pun berangkat pukul 07.30 WIB. Perjalanan ditempuh dengan waktu kurang lebih 2 jam. Yeeeyyyyy,,, finally,, Pari Island!!!

Setibanya di Pulau Pari, kami disambut oleh Pak Firman, perwakilan dari travel agent kami. Kemudian, Pak Firman mengenalkan kami pada tour guide kami yaitu Mas Saman. Kami pun diantar ke penginapan kami yang berada persis dipinggir pantai dengan sepeda yang sudah siap di depan penginapan kami. Mas Saman menjelaskan sedikit tentang agenda kami siang itu dan mempersilahkan kami untuk istirahat sejenak sambil menunggu makan siang. Mba Arfie adalah orang yang paling rajin diantara kami. Dia sangat tidak tahan dengan kondisi rumah yang masih kotor dan lengket. Dia pun langsung menyapu dan mengepel lantai. Yang lain ikut membantu sedikit dengan doa. ^^

Okeeee,, rumah sudah bersih dan waktu masih menunjukkan pukul 10.00 WIB. Kami pun tak mau menyia-nyiakan waktu kami dengan berdiam diri di rumah. Sambil menunggu makan siang, kami memutuskan untuk berkeliling pulau dengan naik sepeda. Tujuan pertama kami adalah Pantai Pasir Perawan karena lokasinya sangat dengat dengan penginapan. Sebelum pintu gerbang pantai, kami melewati padang ilalang yang pastinya tidak akan kami lewatkan tanpa berfoto. Padang ilalang ini mengingatkan kami pada beberapa lokasi yang terdapat pada drama-drama Korea. Kami pun membayangkan adegan Song Hae Gyo dan Rain yang bersepeda dipinggir pantai di drama Full House. Kami pun berfikiran sama kalau ilalang ini cocok untuk foto pre-wedding. Aaahh,, khayalan kami sudah terlalu jauh tampaknya. Kami pun melanjutkan perjalanan kami ke pantai. Untuk masuk ke lokasi pantai, pengunjung dikenai tarif sebesar Rp 3.500,-. Dengan tarif semurah itu, pengunjung diijinkan keluar masuk pantai tanpa harus membayar lagi hanya dengan menunjukkan potongan tiket yang didapat tadi. Besoknya, kami tidak dikenakan biaya masuk alias gratis ke pantai karena sudah ditanggung travel agent kami.

Seperti namanya, Pantai Pasir Perawan benar-benar masih perawan karena kondisi pantai yang masih bersih dan belum banyak pengunjung. Kami benar-benar jatuh cinta dengan pantai ini. Pasirnya masih putih, airnya masih jernih dengan ombak yang sangat tenang. Pantai ini juga dikelilingi oleh hutan bakau yang membuat kami merasa seperti pantai pribadi kami. Anak-anak dan beberapa pengunjung dengan tenang berenang dan bermain pasir tanpa takut ada ombak. How I love this atmosphere so much. It was so calm, so peaceful and so cheerful.

Setelah puas berfoto-foto dan melihat-lihat sekeliling, tiba-tiba perut kami memerintahkan untuk kembali ke penginapan. Tak berapa lama, Mas Saman mengantar makanan kami. Menu kami kali ini ada nasi putih, sayur lodeh, ikan goreng, kerupuk, dan sambal. Tak lupa ada semangka sebagai desert kami. Makanan kami disajikan secara prasmanan. Kami makan di depan penginapan sambil memandangi laut luas di depan kami. Pengalaman yang jarang kami jumpai di ibukota. 


Setelah selesai makan, kami disuruh bersiap-siap untuk snorkling. Setelah ganti baju dan sholat dhuhur, kami pun siap untuk menikmati indahnya bawah laut di perairan Pulau Pari. I was so excited in snorkling. I was falling in love with the beautiful underwater in Wakatobi. I hoped underwater in Pulau Pari was as beautiful as in Wakatobi. But, unfortunately it wasn't. Setibanya di spot snorkling yang pertama, saya sedikit kecewa karena terumbu karang yang saya lihat tidak sebagus di Wakatobi. Namun, hal tersebut tidak membuat saya berhenti snorkling. Saya bersyukur masih ada ikan-ikan kecil lucu berwarna warni yang melintas di depan saya. Mas Saman meminta kami mengeluarkan roti yang kami bawa untuk diberikan kepada ikan-ikan. Alhasil, ikan-ikan pun berkumpul diantara saya dan teman-teman. Karena ada beberapa yang tidak bisa berenang, kami pun saling berpegangan saat snorkling. Kami tak henti-hentinya tertawa karena ulah kocak kami. Ada yang tidak bisa melawan arus, ada yang tidak bisa menggunakan goggle dan mask, serta banyak lagi kehebohan-kehebohan kami selama snorkling. 



Saya tidak melewatkan kesempatan untuk berfoto memegang karang (mungkin ini tren foto saat snorkling ^^). Saya pun melepas life-jacket saya dan berusaha menahan nafas selama beberapa detik untuk masuk lebih dalam ke bawah laut sambil memegang karang. Done!!! Foto andalan pun berhasil setelah beberapa kali mencoba. Saya kembali ke teman-teman saya untuk bersnorkling bersama.hehehe. Setelah lelah ber-snorkling dan bermain air, akhirnya kami memutuskan untuk kembali ke kapal dan istirahat sejenak di atas kapal sebelum melanjutkan agenda selanjutnya.


...to be continued...

-Gayuh-

Thursday, December 19, 2013

Unplanned Writing

Lagi jobless dikantor, iseng-iseng browsing plus googling cari-cari info buat rencana liburan natal ke Kepulauan Seribu. Eh, pas liat-liat foto-foto di Kepulauan Seribu di google, ga sengaja liat foto temen di Pulau Harapan. Langsunglah aku klik tautan foto itu. Ternyata fotonya ada di blog dia. Niat awal cuma mau baca tentang cerita dia liburan plus foto-fotonya, eh malah keterusan baca-baca tulisan-tulisan dia. Emang dasar kepo. hehehe. 

Sebenernya bukannya kepo, tapi tiba-tiba inget sama blog ini. Tiba-tiba ngerasa 'i have so many things to be written'. Terakhir nulis soal Toraja. I even haven't written my precious trip to Mecca and Medina on June. Then, my duty to visit Ambon, Maluku and North Sumatera. Owh,,,rasanya kalo pas lagi tugas, udah sering ngebatin 'ah besok aku mau nulis begini begini dan begini'. Tapi sering banget juga pas udah balik ke Jakarta dan udah di depan laptop plus udah buka www.blogger.com, ujung-ujungnya naluri nulisnya ilang. Kadang bingung mau dimulai darimana. Ujung-ujungnya baca-baca blog yang aku follow. hehehe. Yah, begitulah saya. ^^v

Tapi memang sudah menjadi rahasia umum kalo katanya nulis itu susah. Yes, it is and I do agree about it. But, it doesn't mean can't be tried. Actually, I do love writing. I ever joined an organization in my college and I was put in Media Department which is related to journalism. So, my task was to write the articles for wall magazine, booklet or even magazine. All of them are written in English. I was push not only to write a good article, but also to ensure that my articles are free from grammatical errors. Two years in this department gave me so many knowledge. I learned about writing, interviewing the speaker, hunting the news, making a concept of wall magazine and the last but not least, I learned how to make a design with Corel Draw. Owhh, that made me fell in love with graphic design.

Well, that was my story about my interest in writing. Unfortunately, after graduate from college, I didn't continue my interest to work as a journalist. I was more interesting with accounting. But, that is also not my job. hehehe. I follow my parents interest for being the Civil Servants. And yes, this is I am, one of the Civil Servant in one of Ministry in Indonesia. Even, I am not a journalist or accounting, but I enjoy my job. There are a lot of things that I never see, know and learn before. Especially about civil engineering. I wrote the other things in this blog.

Waahh,, ga kerasa udah bisa nulis empat paragraf aja. Padalah ga ada tema khusus untuk tulisan aku yang satu ini. Emang ya kalo follow the flow itu santai. Kita nulis semau otak, hati dan tangan. Kalo yang pernah aku baca soal gimana cara ngilangin males nulis adalah dengan maksa diri kita sendiri buat nulis. Dan mesti ditekanin kalo nulis itu ga harus dengan bahasa baku atau teratur (ini khusus nulis di blog). Kalo tulisan untuk presentasi di kampus atau kantor pastinya harus dengan tulisan yang baku doonk. hihihihi. 

Okayyy,, mungkin sudah harus diakhiri ni tulisan yang tanpa arah dan tema. Well, the conclusion is..........let's write!! Whatever the topic is, whatever the story is, and whatever the ways of writing is. Make writing as our habit!! *kalo ini aku juga akan berusaha ^^ fightiiinggggg!!!!


-Gayuh-
19122013