Pages

Showing posts with label Emir. Show all posts
Showing posts with label Emir. Show all posts

Tuesday, August 8, 2023

Masuk TK #Part2

Tahun pertama menjalani TK di Kelas A Cherry bersama Bunda Neng. Mula-mula pembelajaran dimulai dari rumah melalui zoom. Setiap pagi, Emir sudah siap didepan laptop. Walaupun suasana belajarnya sangat berbeda sekali dengan sekolah offline, tapi alhamdulillah Emir senang bisa bersekolah online. Pukul 7.30, satu per satu anak secara bergantian mengaji iqro bersama Bunda Neng melalui video call whatsapp. Setelah itu, sekitar pukul 9.00 pembelajaran pun dimulai melalui zoom sampai pukul 10.00 WIB. Agenda selanjutnya, ada kelas Tahfidz bersama Ustadz Hasan. Anak-anak mulai menghafal juz 30 dimulai dari Surah An Nas.

Saat itu, alhamdulillah saya juga sedang bekerja dari rumah. Jadi saya bisa membersamai Emir selama pembelajaran. Namun, ternyata banyak tantangannya belajar melalui zoom. Karena Emir termasuk anak yang tidak mudah beradaptasi di awal pertemuan, maka ketika pembelajaran zoom, kadang-kadang Emir kurang fokus mendengarkan dan merespon Bunda Guru dan Pak Ustadz. Emir juga masih malu bersuara lantang ketika menjawab pertanyaan Bunda Guru dan masih pelan ketika harus menghafal Surah Al Quran. Saya pun sering tersulut emosi karena melihat Emir seperti kurang antusias. Namun ketika ada sesi aktifitas mewarnai, menggambar, atau menulis, Emir alhamdulillah antusias mengikuti. Lama-kelamaan pun Emir sudah terbiasa sekolah dan tahfidz via zoom.

Selama pembelajaran daring, ada 3 sesi kunjungan Bunda Guru ke masing-masing rumah anak-anak. Saat sesi pertama, Emir masih belum menyetujui kunjungan tersebut, karena masih khawatir terhadap penyebaran virus Covid19. Namun, kunjungan sesi kedua dan ketiga, Emir ikut berpartisipasi dalam kunjungan tersebut. Akhirnya kedua kunjungan ini menjadi moment pertama Emir bersekolah secara offline.

Alhamdulillah,, mulai tanggal 29 November 2021, Emir dan teman-teman Khalifah sudah mulai Pembelajaran Tatap Muka. Walaupun belum full satu minggu ada disekolah, tapi anak-anak sudah senang datang lagi ke sekolah selama Senin, Selasa dan Kamis. Jadwal PTM terbatas ini mulai pukul 10.00 s.d. pukul 12.00 WIB.  Kegiatan membaca iqro tetap dilakukan dirumah melalui video call bersama Bunda Neng. Ketika memasuki pekan kedua, bulan Desember 2021, hari pembelajaran di sekolah ditambah 1 hari menjadi Senin, Selasa, Kamis dan Jumat. 

Saat Semester 2 dimulai, semakin banyak kegiatan seru yang dilakukan di sekolah. Salah satunya ada mini project yang dibuat ketika libur semester 1 dan dipresentasikan ketika minggu-minggu awal semester 2. Alhamdulillah waktu itu masih ada WFH jadi saya masih bisa ikut ke sekolah Emir untuk menonton presentasi mini projectnya anak-anak. Selain itu, ada kegiatan outing ke Kidzania di Jakarta. Ini adalah moment pertama Emir pergi jauh tanpa ditemani orang tua. Anak-anak menggunakan bus bersama Bunda Guru dan Pak Ustadz menuju ke lokasi outing. Emir bercerita kalau kegiatan ini seru sekali, tapi sayang tidak semua wahana dicoba karena kondisi yang sangat ramai. 

Seiring membaiknya kondisi masa Covid19 ini, anak-anak pun sudah mulai belajar full selama 1 minggu di sekolah. Walaupun ketika acara wisuda TK B, anak-anak TK A dan orang tuanya tidak bisa hadir di acara tersebut. Namun masih bisa menonton lewat zoom. Dan akhirnya 1 tahun pembelajaran di TK A sudah dilalui dengan berbagai cerita dan haru. Terima kasih Bunda Neng, Pak Ustadz dan bunda-bunda guru yang lainnya sudah membersamai Emir selama 1 tahun ini. Sampai jumpa lagi di cerita ketika Emir menjadi anak TK B ya.


Pattimura, 080823

Friday, July 21, 2023

Masuk SD

 17 Juli 2023

Hari ini merupakan hari pertama si Kakak masuk SD. Terharu rasanya melihatnya akan memasuki fase sekolah yang lebih serius dibandingkan dengan masa-masa TK. Beberapa hari sebelumnya, saya agak takut si Kakak terlambat berangkat ke sekolah karena waktu berangkatnya lebih pagi dibandingkan di TK dulu. Namun, saya sounding ke Kakak kalau mulai Senin nanti jam 6.30 WIB harus sudah siap berangkat. Jadi jam 5.00 s/d 5.30 WIB harus sudah bangun. Saya pun mulai menertibkan jam tidur malam. Sebisa mungkin jam 9.00 WIB sudah ada dikamar dan sudah tidur. Alhamdulillah hari pertama dilalui dengan minim drama. Si Kakak bisa bangun tanpa ada yang marah-marah (Bunda dan si Kakak). Adik pun bisa ikutan bangun cepat, sehingga saat saya mengantarkan si Kakak sekalian berangkat kerja, Adik sudah mandi. 

Saat berangkat mengantarkan si Kakak, saya sudah mulai merasa terenyuh. Ternyata anak saya sudah besar sekarang. Jam sekolahnya bakal lebih panjang (jam 7.00 s.d. 14.00). Waktu di sekolah juga akan lebih lama. Si Kakak akan bertemu dengan teman-teman baru, bu guru baru dan kegiatan baru. Pasti ada perasaaan khawatir tentang apakah nanti teman-temannya, guru-gurunya dan kegiatan di sekolahnya akan memberikan pengaruh positif kepada dia. Dalam hati saya berdoa, Ya Alloh,, semoga di sekolah ini, si Kakak akan mendapatkan ilmu yang bermanfaat untuk masa depannya, semoga si Kakak bertemu dengan teman teman, guru-guru yang baik, semoga lingkungan sekolah juga baik untuk si Kakak. aamiin

Saat mengantarkannya ke kelas, ternyata tidak ada orang tua yang stay di sekolah untuk menunggu anaknnya di hari pertama MPLS. Akhirnya saya pun hanya sebentar menunggu, melihat interaksi si Kakak dengan lingkungan barunya. Tak terasa air mata hampir jatuh,, merasa ternyata anak saya sudah besar. Saya pun pamit ke si Kakak dan berangkat ke kantor.

Setiap pulang kantor, saya sering mendengarkan si Kakak bercerita tentang bagaimana di sekolah. Ternyata saaat MPLS ada expo tentang ekstrakurikuler. Si kakak pun bercerita ingin ikut taekwondo, berkuda, panahan, tahfidz jll

Alhamdulillah

Wednesday, June 21, 2023

Masuk TK #part1

Sekitar bulan Mei 2021 ketika pandemi memasuki tahun kedua, saat itu pula anak pertama saya sakan memasuki usia 5 tahun. Dimana di usia ini adalah usia yang tepat untuk memasuki jenjang sekolah TK. Sebagai orang tua, kami ingin mendaftarkan dia ke sekolah TK. Namun, karena masih pandemi, ada keraguan juga apakah nanti efektif jika sekolah dengan metode daring. Sambil berfikir dan menimbang-nimbang, kami pun sambil mencari-cari TK di sekitar rumah yang sesuai dengan kriteria kami. Pandemi Covid-19 agak menghalangi kami untuk melakukan survey secara langsung ke sekolah-sekolah. Jadi kami mencari-cari info TK dari sosial media. Ketemulah satu TK yang lumayan dekat dengan rumah, TK yang sudah terkenal karena foundernya salah satu enterpreneur di Indonesia. Suamilah yang pertama kali menemukan TK ini. Kebetulan, saya pun tau si founder TK ini. Jadilah secara tidak langsung, hati kami sudah condong 50% ke TK ini karena si founder ini dan tagline dari si TK ini yaitu Tauhid dan Enterpreneurship. hehehe. Pas sekali dengan niat kami yang menginginkan anak-anak kami mempunyai tauhid yang kuat dan mempunyai jiwa entrepreneur seperti Rosululloh Solallahu 'Alaihi Wassalam. 

Singkat cerita, saya pun mencari akun instagram dan PIC TK tersebut. Alhamdulillah, kami mendapatkan informasi terkait penerimaan siswa baru TA 2021-2022 beserta biaya-biaya masuknya. Setelah itu, kami pun berkunjung ke TK secara langsung walaupun masih deg-degan ketemu orang luar. Kunjungan pertama, kami hanya bertemu dengan admin Tk. Sehingga kami tidak mendapatkan info secara detail tentang kurikulum dan value dari sekolah. Tapi secara garis besar, kami mendapatkan informasi terkait kegiatan sehari-hari di sekolah. 

Karena pandemi membatasi ruang gerak kami, maka kami pun tidak melakukan survey ke TK yang lain. Kami hanya mencari info sedikit tentang TK yang lain melalui sosial media. Kami pun melakukan kunjungan kedua ke TK yang kami pilih. Alhamdulillah, kali ini kami bertemu dengan Kepala Sekolah TK ini. Kami dijelaskan kurikulum, agenda dan semua kegiatan yang akan dilakukan anak-anak dalam satu hari selama satu tahun ajaran kedepan. Dari penjelasannya, saya pribadi merasa cocok karena disini ada kegiatan sholat dhuha, murojaah, mengaji iqro, dan banyak sekali kegiatan outing. Saya merasa anak-anak akan dikenalkan lebih dekat dengan agama melalui kegiatan-kegiatan tersebut. Selain itu, saya merasa belajar disini juga akan menyenangkan karena kegiatannya yang seru.

Sambil memantau jumlah kuota murid di TK tersebut, kami pun berdiskusi apakah anak kami akan mendaftar di TK tersebut. Akhirnya mendekati bulan-bulan Juni/Juli, kami pun mantap untuk mendaftarkan anak kami di TK tersebut. Ketika saya dan suami akan mengembalikan formulir pendaftaran dan membayar biaya masuk, saya dijalan terharu dan berkaca-kaca karena tidak percaya anak pertama kami akan memasuki lingkungan yang benar-benar baru. Lingkungan diluar keluarganya, tanpa pengawasan orang tuanya. Selama ini dia selalu dalam pengawasan saya, kecuali ketika saya bekerja. Saya berdoa dalam hati, Ya Alloh semoga sekolah ini merupakan sekolah terbaik untuk anak kami. Semoga di sekolah ini anak kami akan mendapatkan ilmu yang bermanfaat untuk bekal dia ketika besar. Ya Alloh, berilah anak kami lingkungan dan teman-teman yang baik, guru-gurunya baik juga. aamiin. Tak terasa air mata ini mengalir sedikit ketika membaca doa tersebut. Pokoknya terharu sekali sebagai ibu yang akan mengantarkan anaknya sekolah.

Setelah mendaftar, agenda selanjutnya adalah pengambilan seragam, perekaman sidik jari untuk mengetahui potensi anak, dan lain-lain. Ketika masuk bulan Juli, tahun ajaran baru pun akan dimulai. Karena angka penderita covid 19 masih tinggi, maka sekolah masih diadakan dengan mekanisme daring. Setiap hari Jumat (kalau tidak salah), kami harus mengambil bahan-bahan/buku-buku yang akan digunakan untuk satu minggu ke depan. Ternyata mendampingi anak sekolah daring banyak sekali tantangannya. Tapi saya bersyukur saat itu saya masih WFH jadi saya bisa mendampingi anak saya dalam mengikuti zoom sekolahnya. 

Mungkin cerita tentang persiapan masuk TK, sampai disini dulu. Next in syaa Alloh cerita tentang bagaimana anak saya mengikuti tahun-tahun pertama di TK.


-Pattimura 20, 210623-


Thursday, December 17, 2020

Emir Bisa Menulis Huruf Abjad

 Rabu, 16 Desember 2020


Hari ini saya masih jadwal WFO, sekitar pukul 12.25 WIB, ayah mengirim video via whatsapp. Ternyata setelah saya buka, video itu berisi tentang Emir sedang menulis huruf demi huruf sampai membentuk kata Ayah dan Bunda. Saya seketika amazed, heboh sendiri dikantor. Saya menecar ayah dengan pertanyaan "kok bisa?", "kok Emir mau nulis?", "siapa yang ngajarin?" dan sebagainya. Tetapi ayah hanya membalas seperlunya, membuat saya kepo sendiri. Saya lihat berkali-kali videonya. Emir benar-benar mau menulis. Dia menulis per hurufnya dengan melihat contoh yang ditulis ayah. Kata-kata yang baru bisa ditulis Emir adalah Ayah, Bunda, Safa, Mbah dan Eyang. 

Tak berapa lama berselang, Mbah Parkah pun mengirim foto berisi gambar hasil tulisan Emir. Mbah juga menyampaikan bahwa Emir mau menulis huruf. Saya pun senyum-senyum sendiri melihat gambar itu.


Sesampainya dirumah, saya langsung tanya ke Emir, "Emir pun saged nulis huruf nggih?, Coba Bunda lihat." Emir yang sedang menonton Upin Ipin pun hanya tersenyum. Sesaat kemudian dia mengambil spidol dan mulai menulis. Walaupun dia belum tau bagaimana pengucapan per hurufnya, tetapi ini merupakan suatu pencapaian Emir dalam hal tulis menulis. Saat ditanya, "Kata ini bacanya apa mir? (saat saya menunjuk kata Bunda, Ayah)" Dia menjawab, "Bunda dan Ayah". Wah ternyata dia hafal pengucapan per katanya. 

Kenapa saya concern sekali dengan pencapaian ini? Karena saat Emir memasuki usia 4 tahun, saya bingung kenapa dia belum tertarik belajar angka, huruf ABC, huruf hijaiyah. Padahal anak-anak dibawah dia sudah ada yang belajar huruf dll. Saya bukan ingin Emir bisa membaca huruf, angka dan hijaiyah. Saya hanya ingin setidaknya Emir tertarik untuk belajar ketiga hal itu. 

Sebenarnya saya sudah beberapa kali mengajarkan Emir mengeja huruf, angka dan hijaiyah dengan metode saya sendiri. Saya mengajari huruf per huruf. Saya mengajari ini A, B, ini 1, 2 dan ini Alif, Ba. Tapi Emir tidak tertarik, dia hanya suka di menit-menit awal. Selebihnya pasti sudah tidak fokus. Emir pun baru bisa mengetahui bentuk angka 1. Tapi ketika menghitung, dia sudah bisa mengetahui jumlah sampai angka 3. Untuk huruf hijaiyah, saat ini Emir hanya baru bisa mengeja huruf Alif saja. Alhamdulillah, kekhawatiran ini selalu diback up ayah. Ayah yang selalu menenangkan jika urusan calistung nanti ada saatnya Emir bisa. Jika sudah begitu, saya pun tenang. Tidak -membanding-bandingkan Emir dengan anak lain. Hanya ada sedikit kekhawatiran dari Eyang dan Mbah nya yang ingin Emir bisa calistung.

Walaupun saya tenang, bukan berarti saya diam saja. Saya mulai mencari tahu informasi apakah ada cara kekinian untuk mengajarkan anak senang belajar calistung. Saya sudah membaca bagaimana metodenya Okina Fitriani (penulis buku Enlighting Parenting) yang bisa mengajarkan anak usia 3,5 tahun bisa membaca. Dalam artikelnya, Okinaf menggunakan metode Gleen Dolman. Metode Glenn Doman adalah suatu metode belajar dengan bermain untuk menstimulasi otak agar berkembang lebih baik dengan menggunakan media berupa flash card dengan huruf ditulis warna merah dan menggunakan huruf kecil. Flash card merupakan kartu yang dilengkapi dengan kata-kata atau kata-gambar. Saya pun mencari apa itu metode Glenn Dolman. Setelah mencari tahu, ternyata ada flash card yang diproduksi dari metode ini dan sepertinya saya tidak sanggup membeli 1 paket flash card ini. Saya pun bertanya ke teman yang sudah mengajari anaknya membaca. Dia merekomendasikan untuk mencari tahu tentang metode Montessori yang di dalamnya ada hal-hal tentang membaca dan menulis. Plus dia juga memberi tahu akun IG beberapa praktisi montesori di Indonesia. Dan akhirnya saya membeli buku "Jatuh Hati pada Montesorri" karya Vidya Dwina Paramita dan "Islamic Montesorri-Inspired Activity" karya "Zahra Zahira", serta kartu seri membaca karya Zahra Zahira juga. Sebenarnya ada buku Zahra Zahira tentang mengajari anak membaca ala Montesorri, tetapi saya masih belum beli. Saya takut buku-buku ini tidak selesai. Jadi saya selesaikan dulu kedua buku ini.

Alhamdulillah, buku yang pertama sudah hampir selesai saya baca. Isinya bagus, bahasanya mudah dipahami sehingga saya cepat membacanya. Di dalamnya ada banyak bahasan, bukan tentang membaca saja. Tetapi ada bahasan khusus tentang membaca dan menulis yang sepertinya cocok dengan kondisi Emir pasca bisa menulis huruf ini. Dan ini yang membuat saya membuka buku ini lagi. Jadi di Montesorri itu ada Area Bahasa dan Literasi. Salah satu bahasannya adalah Writing Before Reading. Kenapa menulis dulu baru kemudian membaca? karena anak disebut mulai menulis ketika ia mulai mengeksplorasi alat tulis, kemudian membentuk beragam coretan. Nha saya pun jadi merenungi, kenapa ya Emir bisa langsung mengikuti cara menulis huruf-huruf itu. Padahal saya dulu harus dipegangi tangannya oleh orang tua saya, untuk diajari bagaimana menulis huruf. Hal pertama yang memang harus disyukuri pasti semua ini karena atas ijin Alloh. Nha wasilah Emir untuk sampai bisa menulis dengan hanya meniru contoh mungkin karena ikhtiar sebelumnya. Jadi memang sejak mengenal alat tulis (kertas, pensil, bolpoin, spidol, pensil warna, maupun crayon), Emir selalu minta digambarkan sesuatu yang dia suka. Dulu saat usia dibawah 2 tahun, Emir meminta kami untuk menggambar kipas. Kemudian ketika dia tertarik, dia memegang bolpoin sendiri dan mencorat coret dikertas tanpa ada pola khusus. Lama kelamaan, Emir pun bisa membentuk coretan melengkung dan membentuk seperti lingkaran. Semakin bertambahnya umur, Emir bisa membentuk garis, dan akhir-akhir ini ketika dibelikan spidol baru, Emir sudah bisa bikin pohon, awan, dan ikan hiu kecil dan besar. Nha, pasca bisa menggambar inilah kemudian, Mbah Parkah menulis kata Emir, dan tiba-tiba saja dia tertarik menulis huruf per huruf. 

Kalau kesimpulan ayah tentang ini, ya memang saat ini Alloh SWT ijinkan Emir bisa menulis huruf. Mungkin wasilahnya dari latihan corat coret sebelumnya. Baiklah,, apapun teori yang bisa disimpulkan dari Emir bisa menulis huruf, saya sangan bersyukur dengan progres apapun dari Emir. Walaupun ada sedikit rasa, 'Yah bukan saya yang melihat pertama Emir menulis'. Tapi tidak apa-apa. Rasa itu hilang setelah melihat langsung. 

Sekian dulu cerita tentang Emir hari ini. Insya Alloh nanti dilanjut cerita Safa ya...