Pages

Showing posts with label IIP BATCH 4 DEPOK 1 #NHW. Show all posts
Showing posts with label IIP BATCH 4 DEPOK 1 #NHW. Show all posts

Sunday, May 28, 2017

#NHW2 #IIPBatch4Depok1 ' Menjadi Ibu Profesional Kebanggaan Keluarga'

Minggu kedua kelas matrikulasi IIP ini membahas tentang Menjadi Ibu Profesional, Kebanggaan Keluarga. Materinya yang saya dapat sangat bermanfaat sekali, yakni mengenai tahap-tahap menjadi ibu profesional, kebanggaan keluarga. Untuk lebih bisa memahami dan mendalami bagaimana si untuk menjadi ibu kebanggaan keluarga, maka nice homework kali ini saya akan belajar membuat check list indikator profesionalisme perempuan. Indikator ini terbagi dalam dalam tiga peran, yaitu perempuan sebagai individu, sebagai istri dan sebagai seorang ibu.

##Sebagai Individu
√ ‌Menjadi perempuan yang bermanfaat bagi suami, anak-anak dan  orang-orang disekitar
√ ‌Mempunyai semangat untuk terus menimba ilmu. Baik ilmu di universitas kehidupan maupun ilmu di universitas umum
√ ‌Menjadi pribadi yang mampu merawat diri sendiri
√ ‌Dapat memanfaatkan waktu untuk lebih banyak beribadah
√ ‌Mengurangi penggunaan gadget untuk hal-hal yang tidak mendesak
√ ‌Dapat menjadi anak yang solehah dan membahagiakan orang tua
√ ‌Menjadi kakak yang baik untuk adek-adek saya
## Sebagai Istri
√‌ Mampu merawat rumah dengan baik (rapih, barang diletakkan pada tempatnya). Setiap pagi menyapu dan meletakkan barang-barang pada tempatnya.
√ ‌Menjadi istri yang mampu memenuhi kebutuhan suami. (mengamati kebutuhan suami)
√ ‌Tidak membuat suami marah (belajar timing saat suami sedang tidak mood maka tidak membuat marah)
√ ‌Patuh dan taat pada suami (setiap yang suami minta diiyakan selama tidak bertentangan dengan Alloh SWT)
√ Memasak 2 kali setiap hari. Masing-masing 1 jam.
√ ‌Mengurangi kebiasaan lupa (mencatat apa yang harus dikerjakan/atau dibeli)
√ ‌Menyambut suami pulang kerja dengan wajah yang berseri-beri (memakai pakaian bagus dan ceria)
√ ‌Mengembalikan berat badan seperti sebelum hamil (mengganti nasi dengan kentang kukus dan mengurangi makan gorengan)
√ ‌Bisa dandan yang cantik untuk suami (belajar bersolek 15 menit sehari)
## Sebagai Ibu
√ ‌Dapat mengerti kebutuhan anak (bermain dengan anak saat anak bangun tidur)
√ ‌Dapat memenuhi kebutuhan gizi anak (menyediakan makanan untuk anak, memasak 30 menit setiap hari)
√‌Menjadi ibu yang mengantarkan anak saya nantinya untuk bisa sholat tepat waktu (membacakan kisah-kisah Rasululloh SAW dna para sahabat setiap hari sekali)
√ ‌Menjadi ibu yang mengantarkan anak saya menjadi hafidz Quran (mendengarkan murrotal 1 surah sehari, mengajak anak saat saya dan ayahnya membaca Al Quran)
√ ‌Menjadi ibu yang dapat menjadi tempat cerita dan berkeluh bagi anak anak (saat bermain, mengajak anak mengobrol walaupun anak saya masih 1 tahun dan belum bisa ngomong tapi setiap hari saya ajak ngobrol dan saat dia tidur saya usahakan membisikan kata-kata baik dan doa untuk anak saya)

Mungkin masih banyak lagi indikator yang dapat saya tulis. Tapi sampai saat ini, indikator yang telah saya tulis di atas merupakan prioritas bagi saya. Semoga Alloh SWT selalu memberikan kemudahan dalam mencapainya. Aamiin
Ditulis sambil nenenin anak 
_gayuh_

Thursday, May 18, 2017

#NHW1 #IIPBatch4Depok1 'Adab Menuntut Ilmu

Bismillahirrohmanirrohim....
Alhamdulilah,, setelah sekian lama akhirnya ada alasan lagi untuk menulis dan mengisi blog ini. Kali ini tentunya tulisan ini saya buat dalam rangka memenuhi tugas pertama (nice homework) dalam kelas Institut Ibu Profesional Batch 4 Depok 1.

Materi pertama kelas IIP ini berkaitan dengan Adab Menuntut Ilmu. So, kali ini saya akan mencoba menjabarkan tentang ilmu-ilmu apa yang ingin saya tekuni dalam universitas kehidupan ini.

Setelah berfikir dan menimbang-nimbang   ilmu apa ya yang ingin saya tekuni pasca diumumkannya NHW. Akhirnya hari ini saya akan mantap menjawab ilmu manajemen rumah tangga. Kenapa saya memilih itu diantara sekian banyak ilmu? Karena hal itu yang membuat saya berbinar binar dan memacu saya untuk terus belajar.

Saya adalah seorang ibu satu orang anak yang berusia 11 bulan 18 hari. Sejak kecil, ibu saya tidak pernah membebani saya untuk mengerjakan pekerjaan rumah. Beliau hanya ingin anaknya fokus belajar karena ibu saya ingin anak-anaknya menjadi anak yang sukses. Akhirnya sampai saya dewasa, saya hanya bisa membantu ibu untuk hal-hal yang kecil seperti mencuci piring dan menyapu. Semua pekerjaan rumah, ibu handle sendiri tanpa bantuan pembantu. Padahal ibu saya adalah seorang PNS. Dari situ dalam hati saya bertekad jika saya menikah nanti dan menjadi seorang ibu, saya ingin seperti ibu saya yang bisa mengurus semua keperluan rumah tangganya sendiri dari membersihkan rumah, mencuci pakaian, memasak, mendidik anak dan lainnya. Ini merupakan salah satu alasan terkuat saya ingin menekuni ilmu manajemen rumah tangga. Karena semuanya hal dalam rumah tangga termasuk didalamnya.

Sampai tiba saat saya menikah muncullah alasan yang kedua. Suami merupakan tipe orang yang rapih (berkebalikan dengan saya 😊😊). Saya agak keteteran untuk membuat rumah saya rapih atau memasak makanan yang enak (karena saya tidak bisa memasak). Tapi saya punya keinginan untuk selalu menyiapkan makanan sendiri untuk suami dan anak. Ternyata tekad bulat saja tidak cukup untuk berhasil dalam manajemen rumah tangga. Disinilah saya berfikir, bagaimana ya agar saya bisa ahli dalam manajemen rumah tangga? Ya memasak, merapihkan rumah, menata barang sesuai tempatnya, mendidik anak dan banyak yang lainnya. Kemudian saya berfikir, ini semua mungkin adalah proses. Jadi strategi yang harus saya lakukan untuk menekuni bidang ini ya dengan terus belajar dan mengambil ilmu dari orang tua atau buku-buku terkait manajemen rumah tangga.  Salah satunya ya dengan terus mengerjakan pekerjaan ini setiap hari. Jika ada kesalahan langsung instropeksi diri, jika ada masukan atau kritikan dari suami harus diterima dengan senang hati. Karena kan kata pepatah, kritik itu membangun.

Saya yakin ibu saya yang saya lihat sehari-hari dulu juga mungkin bisa seperti itu karena kemampuannya terus diasah setiap hari. Kan katanya bisa karena terbiasa. Jadi menurut saya proses menekuni ilmu manajemen rumah tangga itu bukan proses yang instan. Hal itu membutuhkan proses yang lama dan semangat yang pantang menyerah. Oleh karena itu, perubahan sikap yang saya lakukan dalam menekuni ilmu ini adalah saya lebih sabar dan lebih mengalah. Sabar dalam hal tidak mudah menyerah jika pekerjaan belum sempurna dan lebih mengalah untuk tidak mendahulukan keinginan pribadi saya. Sehingga dengan belajar ilmu manajemen rumah tangga ini, saya tentunya berharap agar anggota keluarga saya akan merasa nyaman dan tentram ketika berada dirumah.

Sebenarnya ada ilmu lain yang membuat saya berbinar-binar dan bahagia. Yaitu ilmu mendidik anak. Saya yakin rasa haru menjadi ibu dapat dirasakan oleh semua ibu. Dan pastinya setiap ibu ingin memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya.

Ilmu mendidik anak tidak pernah diajarkan selama saya sekolah sampai kuliah. Tapi menurut saya ilmu inilah yang paling penting dalam mempersiapkan anak-anak kita untuk menjadi generasi penerus bangsa yang soleh dan berakhlak baik. Hal inilah yang membuat saya interested untuk terus belajar bagaimana menjadi ibu yang baik.

Alhamdulillahnya sekarang ini, teknologi berkembang sangat cepat. Banyak sekali informasi-informasi baik dalam buku, blog, atau seminar-seminar yang membahas mengenai bagaimana mendidik anak. Kalau untuk saya saat ini, yang paling penting untuk saya dalami adalah tentang pemberian asi, pemenuhan kebutuhan gizi anak saya melalui MPASI, dan tumbuh kembang anak.

Kebersamaan bersama anak setiap hari merupakan proses belajar yang baik. Karena dari situ saya lebih mengenal apa yang anak saya butuhkan. Banyak sekali hal-hal baru yang diberikan oleh anak saya. Rasanya ingin sekali memberikan yang terbaik untuk dia.

Tapi saya hanyalah manusia biasa yang masih harus banyak menuntut ilmu. Dalam hal mendidik anak, saya mendapatkan ilmu dari ibu, ibu mertua dan banyak dari sodara dan teman-teman. Saya juga pernah ikut seminar parenting dan membaca beberapa buku tentang ASI dan anak. Kemudian belajar dari kajian ustad-ustad tentang bagaimana cara Rosululloh dalam mendidik anak. Alhamdulillah banyak sekali media dan sarana untuk menuntut ilmu ini. Sehingga yang saya butuhkan hanya semangat untuk terus menntut ilmu dan mempraktekannya dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga semoga kelak anak-anak saya dapat menjadi anak yang soleh, tangguh, berakhlak baik, berbakti kepada orang tua dan bermanfaat untuk agama dan orang-orang disekitarnya. Aamiin

Mungkin cukup sekian curhatan saya tentang tugas IIP yang diberikan. Semoga bermanfaat. Aamiin

Salam hangat,
Gayuh Alviana Azmi

Tuesday, May 16, 2017

NICE HOMEWORK #1

📚NICE HOMEWORK #1📚

ADAB MENUNTUT ILMU

Bunda dan calon bunda peserta matrikulasi Ibu Profesional Batch #4, kini sampailah kita pada tahap menguatkan ilmu yang kita dapatkan kemarin, dalam bentuk tugas.

Tugas ini kita namakan NICE HOMEWORK dan disingkat menjadi NHW.

Dalam materi "ADAB MENUNTUT ILMU" kali ini, NHW nya adalah sbb:
1. Tentukan satu jurusan ilmu yang akan anda tekuni di universitas kehidupan ini.

2.Alasan terkuat apa yang anda miliki sehingga ingin menekuni ilmu tersebut.

3. Bagaimana strategi menuntut ilmu yang akan anda rencanakan di bidang tersebut?

4. Berkaitan dengan adab menuntut ilmu,perubahan sikap apa saja yang anda perbaiki dalam proses mencari ilmu tersebut.

Menuntut ilmu adalah salah satu cara meningkatkan kemuliaan hidup kita, maka carilah dengan cara-cara yang mulia

Salam Ibu Profesional,

/Tim Matrikulasi Ibu Profesional/