Pages

Showing posts with label Mendongeng. Show all posts
Showing posts with label Mendongeng. Show all posts

Thursday, September 13, 2018

Aliran Rasa "Mendongeng"

Mendongeng ternyata mengasyikan sekaligus menantang bagi saya yang kurang kreatif ini. Saat membaca materi level 10 ini agak deg-degan, wah gimana nanti saya mendongeng untuk Emir. Karena sebelumnya, saya hanya membacakan cerita yang ada di buku Emir. Malah, saya lebih banyak mengajarkan Emir tentang nama-nama hewan atau benda yang ada di dalam buku tersebut.

Awal mulai tantangan level 10 ini, Bunda benar-benar bingung mau membuat dongeng tentang apa. Eh tapi ide itu muncul dengan melihat sekeliling. Akhirnya Bunda bisa juga mendongeng untuk Emir tentang Keropi Senyum, Monyet Makan Pisang, Sikat Gigi Mencari Kuman, dan lainnya. Walaupun di umurnya Emir belum bisa menangkap maksud dari isi dongeng, tapi Emir sudah tertarik ketika Bunda bilang akan mendongeng. Matanya berbinar-binar menunggu jalan cerita dari Bunda. Masyaa Alloh.

Walaupun game level 10 ini sudah selesai, semoga semangat Bunda tetap ada untuk tetap kreatif menciptakan dongeng yang menarik untuk Emir. Aamiin

Camilan 10.4

Camilan 10.4

*Belajar Public Speaking dengan Mendongeng*

Public speaking atau kemampuan berbicara di depan orang lain (baik individu maupun kelompok) adalah sebuah momok mengerikan di kalangan masyarakat.

Sebuah studi di USA terhadap 3000 orang mengenai Hal yang paling ditakuti oleh mereka di dalam hidup. Ternyata public speaking menempati peringkat pertama dengan penjawab sebesar 41% dari seluruh sample (sumber : toastmaster.com)bahkan kematian hanya menempati urutan keenam dengan prosentase 19%.

Seorang komunikator belum tentu seorang public speaker yang baik. Sedangkan public speaker yang baik sudah pasti seorang komunikator. Artinya sebelum mendalami dan memperbaiki skill public speaking maka harus belajar mempraktekkan ilmu berkomunikasi.

Komunikasi adalah sebuah proses mengungkapkan dan memvisualisasikan gagasan, pikiran, dan maksud seseorang kepada lawan bicaranya. Proses serah terima informasi antara komunikator dan komunikan atau sebaliknya harus dipahami dengan baik oleh kedua belah pihak. Begitu pula dengan proses public speaking yang sama-sama memiliki tiga komponen yaitu speaker (pembicara) dan audience (pendengar) serta materi yang disampaikan.

Dalam public speaking seorang pembicara harus bisa memberikan kesan mendalam dan mendapatkan seluruh fokus audience pada 10 menit pertama.

Untuk itulah bahasa Tubuh (Body Language) atau komunikasi nonverbal (tanpa kata-kata) merupakan komponen penting dalam public speaking.

Bahasa tubuh didefinisikan sebagai gerakan tubuh nonverbal yang dapat menyampaikan pesan kepada orang lain.

Bahasa tubuh merupakan proses pertukaran pikiran dan gagasan dimana pesan yang disampaikan dapat berupa isyarat, ekspresi wajah, pandangan mata, sentuhan, artifak (lambang yang digunakan), diam, waktu, suara, serta postur dan gerakan tubuh. (Richard E. Potter dan Larry A. Samoval, Intercultural Communication, 2006).

Berlatih mendongeng setiap hari di hadapan anak-anak merupakan sebuah pembiasan public speaking yang bisa Anda lakukan.

Beberapa teknik Mendongeng :
🍔 awal mendongeng
Bangun suasana dengan bernyanyi, bertanya, menirukan suara, pengenalan tokoh, dan sebagainya yang bertujuan untuk membuat anak fokus pada dongeng yang akan didengarkan

🎤 Vokal
Menyampaikan dengan artikulasi yang jelas, mampu meniru berbagai suara yang bertujuan untuk menghidupkan cerita

🎼 intonasi/nada suara
Intonasi berkaitan dengan keras lemah, tinggi rendah suara, hal ini supaya tidak terkesan monoton

👾 Penghayatan tokoh/watak
Hal ini bertujuan untuk membedakan tokoh di setiap cerita, misal suara raja yang besar, gerakannya, mimik wajahny, dan sebagainya.

👵🏻 Ekspresi
Bentuk ekspresi dapat diwujudkan melalui raut wajah, seperti sedih, gembira, tertawa, menangis, dll.

💃 Gerak dan Penampilan
Gerakan dan penampilan dapat membantu menggambarkan sebuah adegan, misalnya berjalan mengendap-endap, memetik buah, menyapu, dll.

Referensi
Bunda Cekatan, 12 Ilmu Dasar Manajemen Rumah Tangga, Gazza media, 2013, Surakarta
http://romeltea.com/bahasa-tubuh-dalam-public-speaking/ diakses 10 September 2018
Majalah Wuni edisi Maret 2004

Wednesday, September 12, 2018

Camilan 10.3

Camilan 10.3
Rabu,5 September 2018

*FUN LEARNING*

Fakta membuktikan bahwa wanita berbicara lebih banyak daripada pria. Wanita rata-mengeluarkan 20 ribu kata per hari sedangkan pria hanya tujuh ribu kata per hari. Hal ini membuktikan bahwa wanita punya modal untuk menjadi seorang pendidik bagi anak-anaknya karena dia dengan mudah menemukan kata-kata untuk transfer ilmu pada sang buah hati. 

Potensi ini harus diasah dengan baik sehingga ibu akan menjadi seorang guru yang luar biasa untuk buah hati. Potensi unggul wanita ini dapat disalurkan untuk memberi pembelajaran pada buah hati lewat empat metode fun learning. Apa saja empat hal yang tidak dapat ditolak oleh anak? Empat hal tersebut adalah dongeng, bermain, hadiah dan kejutan.

🏡 1. Dongeng 🏡
Hai para ibu mendongenglah!
Dongeng menurut James Danandjaja (20017:83) adalah cerita pendek yang disampaikan secara lisan dimana dongeng cerita prosa rakyat yang dianggap tidak benar-benar terjadi. Dongeng diceritakan terutama untuk hiburan walaupun banyak juga yang melukiskan kebenaran, berisikan pelajaran moral atau bahkan sindiran.

Ibu yang senang mendongeng dapat menyampaikan banyak ilmu pengetahuan, mengenalkan adab dan memasukkan nilai-nilai kebaikan kepada anak. Si kecil akan kaya kosa kata, pandai bercerita, mengembangkan imajinasi, anak dapat menyampaikan pesan verbal dengan baik dan membangun kedekatan dengan anak.

🏕 2. Bermain 🏕
Ibu, jangan berjarak dengan anak! Anak belum pernah dewasa tapi Anda sudah pernah menjadi anak-anak. Maka bermainlah! Mainkan permainan yang menyenangkan sembari mengerjakan pekerjaan rumah tangga, seperti memasak bersama, mencuci baju bersama, membereskan rumah bersama. Selami pikiran mereka dan jadilah bagian dari anak. Jadikan semua kegiatan rutinitas di rumah seperti permainan. Ajak anak untuk bergabung dengan Anda dan tentukan aturan sederhana pada anak. Misalnya siapa yang cepat melipat baju masing-masing dengan benar akan memperoleh hadiah.

Jika Anda bahagia sebagai ibu maka anak akan memandang bahwa mengerjakan semua pekerjaan rumah itu seru dan membahagiakan.

🎁 3. Hadiah 🎁
Siapa yang tidak suka hadiah? Bahkan orang dewasa suka diberi hadiah. Nah, berikan anak hadiah sebagai reward atas keberhasilannya melakukan sesuatu dengan catatan jangan diberitahukan di awal. Berikan sebagai surprise. Hadiah tak perlu mahal. Sebuah es krim untuk lomba melipat baju akan sangat membahagiakan anak.

🎉 4. Kejutan 🎉
Jika tiba-tiba suami datang membawa oleh-oleh makanan kesukaan pasti ibu senang kan? Kejutan membuat hidup menjadi lebih hidup. Begitupun anak-anak. Mereka juga suka dengan kejutan yang menyenangkan. Kejutan tak perlu mahal. Misalnya buatkan anak papercraft karakter kesukaannya ketika Anda pulang kantor pasti mata anak-anak akan berbinar dan senyum merekah sepanjang hari. Sudahkah Anda merencanakan fun learning hari ini?

🍂 _tim fasilitator bunsay3_

_________
Referensi
Seminar parenting di school life of Lebah Putih

Htpps://www.google.co.id/amp/s/m.liputan6.com/amp/517933/wanita-bicara-20-ribu-kata-per-hari-pria-hanya-7000-kata diakses 28 Juli 2018

Bunda Sayang, 12 Ilmu Dasar Mendidik Anak, Komunitas Institut Ibu Profesional, Gazza Media, 2013, Surakarta

Cemilan 10.1

🏡🏡🏡
MEMBANGUN KARAKTER USIA DINI

✅Menumbuhkan rasa aman dan nyaman adalah dasar yang utama dalam membentuk karakter anak, yang kemudian dapat menumbuhkan rasa ”berarti”, ”berharga” atau ”bernilai” pada anak.

Apa itu Karakter?

✅ KARAKTER  berasal dari kata _charassein_  , artinya watak, sifat, atau hal-hal yang sangat mendasar yang ada pada diri seseorang sehingga membedakan seseorang daripada yang lain. Sering orang menyebutnya dengan ”tabiat” atau ”perangai”. 

Begitu besar pengaruh karakter dalam kehidupan seseorang. Delapan puluh persen keberhasilan seseorang dipengaruhi oleh karakter, sedangkan 20% nya dipengaruhi oleh kecerdasan.

Maka itulah pembentukan karakter harus dilakukan sejak usia dini. Salah satu caranya adalah dengan melalui bercerita. Orangtua dapat mengenalkan nilai moral dan karakter yang baik melalui tokoh-tokoh yang disampaikan dalam cerita.

Taburlah satu pikiran positif, maka akan menuai tindakan.

Taburlah satu tindakan, maka akan menuai kebiasaan.

Taburlah satu  kebiasaan, maka akan menuai karakter.

Taburlah satu karakter, maka akan menuai nasib.

👑👑👑
Membangun karakter ibarat mengukir

Sifat ukiran adalah melekat kuat di atas benda yang diukir, tidak mudah usang tertelan waktu atau aus karena gesekan.

Menghilangkan ukiran sama saja dengan menghilangkan benda yang diukir itu, karena ukiran melekat dan menyatu dengan bendanya.

Demikian juga dengan karakter yang merupakan sebuah pola, baik itu pikiran, perasaan, sikap, maupun tindakan, yang melekat pada diri seseorang dengan sangat kuat dan sulit dihilangkan.

Proses membangun karakter pada anak juga ibarat mengukir atau memahat jiwa sedemikian rupa, sehingga ”berbentuk” unik, menarik, dan berbeda antara satu dengan yang lain.

Ada Dua Faktor yang Mempengaruhi Pembentukan Karakter:

1. Bawaan dari dalam diri anak 

2. Pandangan anak terhadap dunia yang dimilikinya, seperti pengetahuan, pengalaman, prinsip-prinsip moral yang diterima, bimbingan, pengarahan dan interaksi (hubungan) orangtua-anak.

Maksudnya,
✅Lingkungan yang positif akan membentuk karakter yang positif pula pada anak.

✅Salah satu contoh kisah nyata, seorang anak laki-laki dibesarkan dalam lingkungan binatang. Si anak berjalan dengan merangkak, makan, bertingkah laku, dan bersuara seperti binatang karena ia tidak bisa bicara. Orang yang menemukan si anak berusaha mendidiknya kembali seperti halnya anak-anak pada umumnya.  Hasilnya, si anak tetap memiliki pribadi seperti binatang karena sebagian besar hidupnya dilalui bersama binatang sejak usia dini.

✅Dari contoh tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa karakter seseorang tidak hanya dipengaruhi oleh bawaan, tetapi juga lingkungan (terutama, dalam keluarga) memiliki pengaruh yang sangat besar.

✅Karakter berhubungan dengan perilaku positif yang berkaitan dengan moral yang berlaku, seperti kejujuran, percaya diri, bertanggung jawab, penolong, dapat dipercaya, menghargai, menghormati, menyayangi, dan sebagainya.

💕💕💕
Orangtua yang Berkarakter Menumbuhkan Anak yang Berkarakter

Seseorang tidak dapat membantu orang lain jika ia tidak dapat membantu dirinya sendiri.

Begitujuga, jika ibu-ayah ingin anaknya memiliki karakter positif, maka ibu-ayah harus memiliki karakter positif pula.

Ini berarti, ibu-ayah dituntut menerapkan nilai-nilai moral dalam kehidupan sehari-harinya, serta memperlakukan anak sesuai dengan nilai-nilai moral tersebut.

💕💕💕
Pembentukan Karakter Dimulai Sejak Dini

Masa usia dini adalah masa keemasan, artinya masa tersebut merupakan masa terbaik dalam proses belajar yang hanya sekali dan tidak pernah akan terulang kembali.

Pertumbuhan dan perkembangan anak pada masa ini berlangsung sangat cepat dan akan menjadi penentu bagi sifat-sifat atau karakter anak di masa dewasa.

Peran ibu-ayah sebagai pendidik pertama dan utama sangat penting untuk memaksimalkan dan memanfaatkan masa ini, tidak dapat digantikan oleh siapa pun. Bila masa ini gagal dimanfaatkan secara baik, sama artinya menyia-nyiakan kesempatan masa keemasan tersebut.

Pembentukan karakter juga akan sulit dilakukan, jika ibu-ayah baru melaksanakannya ketika anak sudah memasuki usia remaja.

Ibarat sebatang pohon bambu yang semakin tua semakin sulit dibengkokkan, begitu pula dengan membentuk karakter, akan lebih mudah membentuk karakter seseorang ketika masih di usia dini dan akan semakin sulit membentuk karakter seseorang jika sudah semakin dewasa.

Peran ibu-ayah menjadi sangat penting dalam pembentukan karakter anak untuk siap menghadapi dunia di masa yang akan datang.

Pada awalnya anak akan meniru perilaku ibu-ayah, karena ibu-ayah adalah orang pertama yang dekat dan dikagumi oleh anak.

Setelah itu, lingkungan rumah juga berpengaruh dalam pembentukan karakter anak.

Hal ini dapat terlihat dari cara berpakaian, bersikap, dan berperilaku sehari-hari seorang anak yang biasanya tidak jauh berbeda dengan orang-orang yang ada dalam lingkungan rumahnya.

Ibarat pepatah, buah jatuh tidak jauh dari pohonnya.

Kesuksesan ibu-ayah membimbing anaknya di usia dini sangat menentukan kesuksesan anak dalam kehidupan sosial di masa dewasanya kelak.

Mereka akan tampil sebagai orang-orang yang senang belajar, terampil menyelesaikan masalah, berkomunikasi dengan baik dan berhasil guna, berani, jujur, dapat dipercaya dan diandalkan, penuh perhatian, toleransi, luwes, serta bisa bersaing dalam kehidupan sosial di masa dewasanya kelak.

Mengingat pentingnya penanaman karakter di usia dini dan mengingat usia tersebut merupakan masa persiapan untuk sekolah, maka pembentukan karakter positif di usia dini dalam keluarga menjadi sangat penting.

💕💕💕
Pembentukan Karakter Berlangsung Seumur Hidup

Proses pembentukan karakter diawali dengan kondisi pribadi ibu-ayah sebagai figur yang berpengaruh untuk menjadi panutan, keteladanan, dan diidolakan atau ditiru anak-anak.

Anak lebih mudah meniru perilaku daripada menuruti nasihat yang diberikan ibu-ayahnya.

Mereka belajar melalui mengamati apa yang ada dan terjadi di sekitarnya, bukan lewat nasihat semata-mata.

Nilai yang diajarkan melalui kata-kata, hanya sedikit yang akan mereka lakukan, sedangkan nilai yang diajarkan melalui perbuatan, akan banyak mereka lakukan.

Sikap dan perilaku ibu-ayah sehari-hari merupakan pendidikan watak yang terjadi secara berkelanjutan, terus-menerus dalam perjalanan umur anak.

Proses selanjutnya adalah memberikan pemahaman dan contoh perilaku kepada anak tentang baik dan buruk, benar atau salah, mana yang boleh dan tidak boleh dilakukan.

Anak juga perlu diajarkan untuk dapat memilah dan memilih sesuatu yang baik, sehingga ia bisa mengerti tindakan apa yang harus diambil, serta mampu mengutamakan hal-hal positif untuk dirinya.

Untuk itu diperlukan suasana pendidikan yang menganut prinsip 3A, yaikni asih (kasih), asah (memahirkan), dan asuh (bimbingan).

Anak akan tumbuh dan berkembang dengan baik kalau mendapatkan perlakuan kasih sayang, pengasuhan yang penuh pengertian, serta dalam situasi yang dirasakan nyaman dan damai.

Referensi:
http://alizaahir.blogspot.com/2012/09/membangun-karakter-anak-usia-dini.html?m=1
Juwairiah : Membentuk Karakter Anak Usia Dini dengan Mengenalkan Cerita Rakyat dari Aceh :Jurnal Vol.III – Januari-Juni 2017 : https://jurnal.ar-raniry.ac.id/index.php/bunayya/article/download/2041/1512

Sunday, September 9, 2018

Hari 10 Game Level 10 "Dokter Gigi dan Gigi"

Kemarin Bunda membelikan Emir mainan berupa alat-alat dokter gigi dan peraga gigi. Di salah satu alatnya, ada gambar sebuah gigi yang sedang menangis. Emir tanya, ini gambar apa bun? Akhirnya tercetus ide dongeng antara tokoh gigi dan dokter gigi.

Jadi karena gambar di alat di atas merupakan gambar gigi yang sedang kesakitan, akhirnya Bunda bilang ini gigi sedang menangis kesakitan karena giginya sakit. Kemudian dokter gigi memeriksa gigi tersebut dan menjelaskan bahwa dia sudah bolong karena jarang sikat gigi dan sering makan makanan manis. Dokter pun langsung ingin bertindak untuk mencabut gigi tersebut. Tapi sang gigi menangis dan merengek2 bahwa dia masih ingin hidup. Dia tak ingin di cabut. Karena iba, akhirnya dokter mengambil rencana kedua, yaitu menambal gigi tersebut  dan memberi syarat ke gigi agar selanjutnya dapat merawat diri sendiri dengan menyikat gigi dan mengurangi makanan manis. Gigi pun senang tidak jadi dicabut. Dia berjanji untuk merawat gigi tersebut dengan menyikat rutin dan mengurangi makanan manis.hehe

Semoga dengan cerita ini Emir juga termotivasi untuk menyikat gigi...

Hari 9 Game Level 10 "Mobil Sedan, Kontainer dan Mobil Molen"

Emir punya lumayan banyak jenis mobil-mobilan dirumah. Kemarin Bunda tiba-tiba kepikiran membuat dongeng tentang mobil sedan, mobil molen dan mobil kontainer. Bunda mendongeng ini ketika Emir tengah asik bermain dengan mobil-mobil ini. Jadi Bunda bisa sekaligus menggunakan ketiga mobil tadi sebgai alat peraga.

Dongeng dimulai ketika ketiga mobil itu mengeluh kecapaian karena tugas sehari-hari mereka. Mobil sedan capek karena harus berkendara dengan kecepatan tinggu. Mobil molen capek karena muatan semen yang berat. Sedangkan mobil kontainer merasa capek karena beban yang sangat berat. Ketiga nya mengklaim diri mereka paling capek dalam melaksanakan tugasnya. Akhirnya mereka bersepakat untuk saling tukar tugas untuk membuktikan bahwa pekerjaan merekalah yang paling berat.

Singkat cerita, masing-masing mobil tersebut merasa kewalahan dan tidak bisa menggantikan tugas mobil sebelumnya. Artinya masing-masing memang mempunyai keistimewaan sendiri-sendiri makanya mereka ditugasi sesuai dengan tujuan apa mereka diciptakan.

Emir mendengarkan sampai akhir tapi sambil bermain mobil. Hmmm,, sepertinga dia kurang antusias. Tak apa-apa, masih bisa lanjut dongen lain lagi.

Friday, September 7, 2018

Hari 8 Game Level 10 "Bulan Bintang Matahari"

Kemarin pagi Emir bangun pukul 7 dan masih minta nenen. Padahal dua hari sebelumnya, saat bangun tidur sudah tidak mencari nenen lagi. Bunda pun mencoba alihkan ke hal lain agar dia lupa pada nenen. Setelah panjang lebar mengalihkan, akhirnya Bunda menemukan ide dongeng tentang bintang  bulan dan matahari karena Bunda melihat ada gambar bintang di bantal Ayah.

Saat memulai dongen dan menyebutkan bintang, Emir langsung beranjak duduk dan mencari gambar bintang di bantal. Kemudian dia kembali tiduran sambil mendengarkan Bunda mendongeng. Jadi, dalam cerita ini antara bintang, bulan, dan matahari menganggap diri mereka yang paling bermanfaat untuk bumi. Bintang dengan keindahan kelipnya yang memenuhi langit, bulan dengan cahayanya yang menerangi malam  dan matahari yang menyinari bumi saat siang hari. Tapi saat mereka berdebat tiba-tiba ada bumi datang dan menyampaikan bahwa mereka semua bermanfaat untuk bumi.

Jadi pesan untuk Emir adalah tidak perlu merasa diri paling bermanfaat, tapi lakukanlah yang terbaik terhadap apa yang harus kita pertanggungjawabkan.

Wednesday, September 5, 2018

Hari 7 Game Level 10 "Tentang Berbagi"

Pagi ini saat Emir bangun tidur, Bunda bermain-main sebentar di kasur. Emir yang masih gulang guling masih malas beranjak dari kasur. Bunda pun menggoda Emir dengan menggelitik-gelitik Emir agar Emir ceria kembali. hihi.

Sambil bermain-main, Bunda memutar otak ingin sekali mendongen untuk Emir. Eh tapi mendongeng tentang apa ya?? Awalnya Bunda mendongeng dengan tokoh Ade, Kakak dan Emir yang akan bermain bola ke lapangan. Eh tapi tiba-tiba buntu ceritanya.hehe. Akhirnya Bunda ganti alur ceritanya menjadi Ade, Kakak dan Emir pergi ke kolam renang. Tapi sesampainya disana ceritanya si Ade ketinggalan uang jajannya sehingga dia tidak bisa masuk ke kolam renang. Kemudian Bunda tanya ke Emir, "Emir mau tidak meminjami uang Emir untuk Ade agar bisa masuk ke kolam renang?". Emir diam dan hanya memandang Bunda. Akhirnya Bunda yang menjawab sendiri pertanyaan Bunda dan bilang, "Iya Emir kan mau berbagi ya. Nanti uang Emir dipinjam dulu untuk Ade ya. Kan jadinya bisa renang bersama-sama."

Sekian dongeng pagi hari ini, semoga Emir semakin terbiasa mendengar cerita Bunda ya. aamiin

Tuesday, September 4, 2018

Hari 6 Game Level 10 "Pesawat Tidak Sombong"

Dua malam ini, Emir sedang proses disapih. Jadi kebiasaan nenen sebelum tidur ingin Bunda hilangkan. Kemarin malam alhamdulillah Emir berhasil tidur tanpa nenen. Nha, semalam setelah sikat gigi dan ganti baju, Emir tiduran dikasur. Bunda kira Emir sudah tidak meminta nenen lagi. Eh, ternyata Emir mulai merengek minta nenen. Akhirnya Bunda gendong Emir ke ruang tengah sambil berfikir bagaimana cara mengalihkan dari nenen.

Saat di depan rak buku, Bunda pun tiba-tiba mempunyai ide bercerita tentang kereta, kapal, pesawat dan helikopter karena keempat kendaraan tersebut ada di rak buku. Dalam dongeng ini, Bunda bercerita bahwa keempat kendaraan itu saling mengklaim bahwa masing-masing mereka adalah yang tercepat. Akhirnya terciptalah ide untuk unjuk kecepatan satu sama lain. Ternyata pesawatlah yang paling cepat. Disini Bunda ceritakan bahwa walaupun pesawat yang paling cepat, tapi dia tidak sombong karena dia sadar bukan dia yang hebat. Tapi yang menciptakan pesawatlah yang membuat pesawat cepat. Semoga Emir nantinya juga paham jika dalam hidup ini tidak ada yang perlu disombongkan karena semua yang kita miliki adalah anugrah dari Alloh SWT.

Alhamdulillah cerita yang singkat ini bisa membuat Emir tertarik dan melupakan nenennya. Akhirnya dia tertidur dalam ayunan Mbah. Jazakillah mbah... 😘😘

Monday, September 3, 2018

Hari 5 Game Level 10 "Ustman bin Affan"

Setelah 4 hari dongeng tentang hewan dan benda, kali ini Bunda ingin sekali menceritakan tentang Sirah Nabawiyah kepada Emir. Bunda hanya punya buku tentang Ustman bin Affan radiallohuanhu dan Nabi Muhammad Solallahu'alaihi Wassalam. Bunda memilih cerita Ustman bin Affan terlebih dahulu karena Emir tiba-tiba tertarik dengan gambar yang ada di buku ini. Walaupun buku ini ada narasi ceritamya, tapi Bunda mencoba menceritakan dengan cerita sendiri berdasarkan gambar yang ada. 

Seperti kita ketahui bahwa Ustman bin Affan terkenal sebagai khalifah yang kaya yang gemar bersedekah. Dalam gambar pertama, Bunda menceritakan bahwa Ustman bin Affan sedang memberikan makanan kepada orang tua dan anak-anak. Emir pun tau bahwa gambar itu adalah adegan memberikan makanan kepada orang lain. Bunda pun menyelipi pesan bahwa Emir nanti harus gemar bersedekah, memberi kepada orang yang membutuhkan.

Cerita selanjutnya adalah ketika Ustman bin Affan memberikan koin-koin kepada masyarakat miskin. Bunda menceritakan bahwa koin itu adalah uang yang diberikan karena hatinya Ustman bin Affan yang sangat baik dan peduli kepada orang lain. Emir hanya memandang ketika Bunda bercerita. Dia tertarik pada tokoh anak kecil yang ada di gambar itu sampai sampai dia terus memanggil anak kecil itu dengan sebutan kakak.

Semoga besok masih bisa cerita tentang Sirah Nabawiyah ya nakk...

Hari 4 Game Level 10 "Kembali Kancil Mencuri Ketimun"

Game kali ini bener-bener lambat ni Bunda. Agak susah berfikir untuk menciptakan dongeng-dongeng baru. Setelah 3 dongeng di hari 1-3, akhirnya hari keempat ini Bunda kembali mendongeng cerita yang tak pernah luput dimakan waktu. hehe.

Setelah dongeng monyet kemarin yang masih diingat-ingat Emir, akhirnya Bunda ingin mendongeng dengan tokoh hewan. Karena waktu sudah malam dan Bunda belum punya ide, akhirnya dongeng Kancil dan Pak Tani jadi referensi dongeng sebelum tidur untuk Emir. Sambil nenen, Emir seperti antusias mendengarkan Bunda. Eh tapi ditengah-tengah dongeng, Emir malah tanya monyet yang makan pisang kebanyakan. hihi. Akhirnya Bunda menjawab tentang monyet dulu baru melanjutkan dongeng tentang kancil yang mencuri timun.

Di akhir dongeng ini, Bunda masih menceritakan secara langsung makna dibalik cerita. Jadi Emir tidak boleh mengambil barang yang bukan miliknya. Jika ingin meminta, maka meminta ijin terlebih dahulu kepada sang pemilik. Mudah-mudahan, Emir lama-lama akan mengerti maksud dari makna dongeng yang Bunda ceritakan.

#hari4
#gamelevel10
#tantangan10hari
#kelasbunsayiip
#mendongen

Thursday, August 30, 2018

Hari 3 Game Level 10 "Monyet dan Kancil"

Di umurnya yang masih 2 tahun 2 bulan, Emir memang belum bisa merespon secara penuh jika diceritakan dongeng. Tapi malam ini Bunda senang ketika Emir ternyata mengingat-ingat dongeng yang Bunda ceritakan hari selasa kemarin.
.
Jadi saat malam sambil nenen di kasur. Bunda tiba-tiba ingin cerita monyet versus kancil. Jadi ceritanya monyet menemukan buah pisang dipohon dalam jumlah yang banyak. Tiba-tiba ada seekor kancil yang lapar dan meminta pisang dari si monyet. Tapi karena si monyet rakus, kancil pun tak diberi. Karena keserakahannya, monyet itu kebanyakan makan pisang. Akhirnya diapun muntah. Bunda bilangnya monyet itu oeekk. Pesan moral dari cerita ini adalah agar Emir mau berbagi. Walaupun mungkin dia belum bisa menangkap pesan moral tersebut, tapi Bunda amazed sekali ketika beberapa jam setelah cerita, Emir menceritakan kembali dongeng ini. Dia bilang ada monyet makan pisang kebanyakan, terus oekkk. Ahhh, masyaa Alloh ternyata Emir ingat. Alhamdulillah...

Hari 2 Game Level 10 "Dongeng Sikat Gigi"

Rasanya sedih sekali Bunda kali ini kurang berpartisipasi dalam game level 10 ini. Padahal ini kesempatan buat memacu Bunda agar kreatif berimaginasi mendongen untuk Emir. Tapi qodarulloh setelah muntah di hari pertama game level 10, hari kedua ketiga Emir masih lemas dan diare. Tapi walaupun disela-sela sakit, Bunda waktu itu sempatkan berdongeng walaupun singkat.
.
Hari itu Emir bangun tidur saat pagi hari. Karena malamnya tidak sikat gigi, Bunda galau paginya. Akhirnya Bunda melihat sikat dan pasta gigi yang dibeli Yangti dan segera mengambil benda tersebut untuk dibuat sebuah cerita dongen. Tokohnya ya cuma sikat dan pasta gigi aja. Ceritanya mereka berdua adalah tokoh yang melawan kejahatan kuman-kuman yang merusak gigi. Emir yang masih mengantuk hanya memandangi Bunda dan sikat saja. Selanjutnya dia mau beranjak dan sikat gigi. Alhamdulillah...

Monday, August 27, 2018

Game Level 10 "Membangun Karakter Anak Melalui Dongeng"

💕 Tantangan 10 hari kelas bunda sayang level 10 💕

🌈 *Membangun karakter anak melalui dongeng* 🌈

Dongeng adalah salah satu usaha laku kita dalam bertutur dalam sebuah cerita yang pasti tidak akan ditolak oleh anak-anak. Maka sangat pantaslah kita sebagai seorang ibu harus berlatih mendongeng:

📝Bagi yang anak-anaknya dibawah 12 tahun/belum baligh:
🦋 Latih diri kita untuk membuat dongeng kreatif yang mengandung nilai karakter yang ingin kita tanamkan ke anak-anak, ceritakan kepada anak-anak dengan cara yang kreatif juga & catatlah prosesnya tiap hari.
📝Bagi yang anak-anaknya sudah baligh:
🦋 Latih diri kita untuk ikut terlibat bersama anak-anak mencari & ngobrol bareng tentang segala sesuatu yang menginspirasi (tentang siapa, apa, bagaimana, dst ) dan mempunyai nilai-nilai kebaikan kemudian catat kisah serunya setiap hari.
📝Untuk semuanya:
_Silahkan latih diri kita untuk menjawab segala keluh kesah anak atau anggota keluarga atau teman dengan kisah/dongeng_

Contoh:

"Ibu, ini bulan-bulan yang sangat berat dalam hidup saya, saya nggak sanggup lagi kayaknya untuk melanjutkan proses yang saya mulai"

Jawab:
"Hmmm....sini ibu peluuukk....kisahmu ini seperti pilot yang sedang menembus gumpalan awan, ada rasa takut untuk memasukinya, tapi sang pilot memutuskan harus masuk awan itu tidak bisa kembali karena pasti tidak akan sampai tujuan. Apa yang dilakukan sang pilot? *Full Konsentrasi dan High Speed*  masuk ke awan dan turbulensi yang luar biasa. Penumpang pun berteriak menyebut nama Allah, pilot pun mungkin keluar keringat dingin, adrenalinnya tinggi, emosinya diguncang, tapi dia harus tenang. Alhamdulillah suasana seperti itu hanya untuk sesaat, yang penting berani untuk dilalui. Pilot pun segera bersyukur tenang..penumpang mulai tersenyum bahagia. Sampai di daratan peristiwa diatas tadi memang menakutkan tapi akan menjadi bagian cerita perjalanan kita"

⏰Periode tantangan 24 Agustus - 9 September 2018 ⏰

💻Bagi anda yang menggunakan blog, gunakan label:
Ibu Profesional
Bunda Sayang
Level 10
Tantangan 10 Hari

🖥 Gunakan hashtag berikut saat pengumpulan tugas:
#Tantangan10Hari
#Level10
#KuliahBunsayIIP
#GrabYourImagination

____________
Link pengumpulan tugas:

*Setor ke link berikut:*
http://bit.ly/level10Bunsay3Depok

*Untuk pengecekan mandiri, klik:*
http://bit.ly/cekLevelBunsay3Depok

Hari 1 Game Level 9 "Dongeng Katak Senyum"

Seharusnya tanggal 24 Agustus kemarin semangat sekali mencari-cari ide yang bisa dibikin dongeng. Sampai akhirnya tanpa disengaja ide itu muncul tiba-tiba saat melihat lemari pakaian Emir yang di rumah Opa bergambar Kodok Karope. Hari itu, Emir bangun tidur. Untuk mengalihkan dia dari nenen, Bunda ajak minum susu coklat, eh setelah itu Ayah melihat ada gambar layang-layang dilemari itu. Jadi ayah menyamakan gambar layang-layangnya dengan yang ayah buat untuk Emir tadi siang. Kemudian Bunda lanjutkan dengan cerita dongeng si kodok karope itu. Jadi disitu ada kodok, ada awan, ada pelangi, dan ada jalan. Eh semuanya kok tersenyum. Jadi Bunda menceritakan bahwa semua yang ada disitu saling senyum satu sama lain. Bunda pun menyampaikan kepada Emir bahwa nantinya dia juga harus sumeh, mudah senyum, saling sapa kepada orang lain. Emir pun langsung ingat bentuk muka tersenyum seperti apa. Hehehe.
.
Sayang sekali hari itu terlewat nulis dan submit karena Emir malamnya muntah kedua dan ketiga kalinya. Bunda panik sekali malam itu sampai lupa untuk submit.
.
Semoga Bunda bisa lebih kreatif dalam mendongeng untuk Emir. Karena ternyata belum kreatif ni ide mendongengnya...
.
#hari1
#gamelevel10
#kelasbunsayiip
#tantangan10hari