Pages

Tuesday, March 19, 2013

Peningkatan Kapabilitas APIP, IACM sebagai Alat Self Assesment



Sebagai bagian dari Kementerian Pekerjaan Umum yang mempunyai fungsi sebagai Aparat Pengawasan Intern Pemerintah, Inspektorat Jenderal PU perlu meningkatkan kapabilitas dirinya sendiri guna meningkatkan kualitas pengawasan di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum. Salah satu alat untuk menilai tingkat kapabilitas APIP adalah Model Kapabilitas Pengawasan Intern atau Internal Audit Capability Model (IA-CM). IA-CM adalah suatu kerangka kerja yang mengidentifikasi aspek-aspek fundamental yang dibutuhkan untuk pengawasan intern yang efektif di sektor publik. IA-CM menunjukkan langkah-langkah untuk maju dari tingkat pengawasan intern yang kurang kuat menuju kondisi yang kuat, efektif, kapabilitas pengawasan intern umumnya terkait dengan organisasi yang lebih matang dan kompleks. Berikut matriks IA-CM:



Konsep IA-CM bertujuan untuk membangun internal audit yang efektif di sektor publik dan sebagai road map  bagi perbaikan kapabilitas secara bertahap. Fungsi IA-CM bagi APIP adalah:

  1. Strategi nasional berdasarkan IA-CM : APIP sebgai organisasi profesi
  2. Strategi generik: semua APIP bisa menggunakan IA-CM sebagai alat untuk menilai dirinya sendiri
  3. Strategi spesifik: alat untuk mengembangkan diri sendiri
Sampai saat ini, hanya ada 1 (satu)  Inspektorat Jenderal di lingkungan Pemerintah Pusat yang telah menduduki level 3 yaitu Inspektorat Jenderal Kementerian Keuangan. Sedangkan terdapat sekitar 5,74 % atau sebanyak 19 APIP Pusat dan Daerah yang menduduki level 2       IA-CM.  Untuk level 1, terdapat 93,96% atau sebanyak 311 APIP Pusat dan Daerah. Melihat jumlah ini, masih banyak APIP yang harus meningkatkan kapabilitasnya agar tercapai fungsi internal audit yang efektif dan efisien.


-Gayuh- 18092012

Saturday, February 16, 2013

Governance Reform in Internal Audit Function (IG-MPW)



Acara ini dihadiri oleh IndII beserta konsultan-konsultannya dan perwakilan dari Inspektorat Jenderal Kementerian PU yang terdiri dari Inspektur Jenderal, Sekretaris Inspektorat Jenderal PU, Para Inspektur, dan Project Management Unit. Agenda utama acara ini adalah pengenalan secara detail mengenai program-program IndII terkait dengan Governance Reform in Internal Audit Function (IG-MPW). Berikut hasil presentasi dan diskusi bersama para konsultan:

No.
Pemapar
Materi dan Kegiatan
1.
Bhashkar Bhindie
Penjelasan mengenai kegiatan dalam pelaksanaan program Change Management dan Road Map Reformasi Birokrasi di Itjen PU
2.
Ty Morrissey, IndII Monitoring and Evaluation Division (M&E)
Presentasi hasil Baseline Study, Studi Kasus tentang RBIA, Diskusi tentang AusAID M&E requirements dan M&E Logic Model
3.
Hari Setianto (YPIA)
Bob Cochrane (University of Newcastle, Singapore Campus)
Presentasi dan diskusi mengenai program-program pelatihan dan pendidikan luar negeri selama pendampingan IndII ke Inspektorat Jenderal pada periode sebelumnya,  kesan-kesan dan pelajaran yang didapat, rencana ke depan, dan rencana dan pendekatan tentang kegiatan-kegiatan pelatihan yang harus direncanakan oleh konsultan.
4.
Steve Harris, Lead Consultant Change Management
Diskusi mengenai bagaimana pentingnya Change Managemen, kegunaannya dan dampaknya untuk Inspektorat Jenderal PU; Pelaksanaan dan pendekatan program ini dan interaksi dengan Team dari Itjen PU.
5.
Libby MacRae, Lead Consultant IACM; and Bob McDonald, Strategic Advisor IACM
Discussion on IACM background; usefulness; impact on IG; implementation / approach for this Activity; cross-cutting issues with other consultants
6.
Rob Thompson, Lead Consultant Procurements;

Diskusi mengenai Peraturan Pengadaan Barang dan Jasa di Indonesia, Berbagi pengalaman pada saat bekerja sama dengan LKPP, Penjelasan mengenai pentingnya Procurement dalam hal pencegahan korupsi.
7.
Bhashkar Bhindie & Agam F, Consultants Procurement Auditing
Discussion on Procurement Auditing and standards in Indonesia; Procurement Auditing Guidance Material; partnering with BPKP / LKPP; impact on IG operations; cross-cutting issues with MPW Management
8.
Melissa Gunarto, IT Specialist
Discussion on IT applications that enhance IG Operations (Web page enhancements to include inter-activity; emails for staffs, auditing tools) and cross-cutting issues for all consultants
9.
Tanggal 30 Agustus 2012
Continuation of Open Forum with a focus on the Change Management Unit – common understanding of:
ü    IG / Inspectors perception of what the CMU is; what is the main function; its responsibilities; how CMU will work in partnership with the Consultants on the Program
ü Discussion led by Consultants of their perception of the same matters discussed above
ü     How do we get a common understanding?
How do we make the CMU an effective instrument to implement the Program and of the changes that need to be made?

           

Acara dilanjutkan dengan diskusi terbuka yang berfokus pada tugas dan fungsi dari Change Management Unit (CMU) / Project Management Unit (PMU). Dalam diskusi ini disimpulkan bahwa CMU/PMU adalah team dari Inspektorat Jenderal PU yang berfungsi sebagai partner dari konsultan-konsultan IndII. CMU bersama-sama konsultan mempunyai persepsi yang sama tentang program-program yang akan dijalankan dan menjalankan program-program tersebut secara efektif dan tepat sasaran.
(Lately Post, 28-30 Agustus 2012)


-Gayuh-

Tuesday, February 12, 2013

Jalan dan Jembatan #2 No Pict = Hoax

These are the pictures about Road and Bridge Training. Check this out!!







-Gayuh-

Jalan dan Jembatan #1

Sebagai lulusan ekonomi yang bekerja di institusi pemerintah yang bergerak dibidang pembangunan insfrastruktur, sudah dipastikan banyak hal-hal yang saya tidak ketahui mengenai hal-hal yang berhubungan dengan keteknikan. Untungnya, saya diberi kesempatan untuk mengikuti diklat keteknikan bersama teman-teman angkatan 2010. Kami dibagi kedalam dua kelompok dalam diklat keteknikan kali ini. Kelompok saya mengikuti Bimbingan Teknis Jalan dan Jembatan di Pusat Penelitian dan Pengembangan Jalan dan Jembatan di Ujungberung, Bandung pada tanggal 19-21 Desember 2012. Sedangkan kelompok yang kedua mengikuti Bimbingan Teknis Permukiman di Pusat Penelitian dan Pengembangan Permukiman di Jatinangor pada tanggal 20-22 Desember 2012.

Hari pertama Bintek Jalan dan Jembatan diisi dengan pembukaan yang dilanjutkan dengan penjelasan mengenai aspal dan pengujian beberapa alat yang berkaitan dengan aspal. Walaupun susah untuk paham, setidaknya saya mencoba untuk mencerna apa yang diajarkan oleh para narasumber. Penjelasan mengenai aspal hari ini dilakukan di laboratorium aspal. Dimulai dengan pengujian test pit yaitu mengambil sampel aspal untuk diuji kadar aspal dan analisa saringan. 
 
Pengujian selanjutnya pengambilan sample aspal yang biasanya disebut dengan 'nge-core' yang menggunakan alat bernama core drill. Sampel aspal yang terambil nantinya digunakan untuk menguji kepadatan dan ketebalan aspal yang kemudian akan dilakukan pengecekan lebih lanjut di laboratorium. Kemudian, kami menggunakan alat bernama sandcone untuk menguji kepadatan tanah atau agregat lapis A dan B. Jika anda bertanya apa itu lapis A atau lapis B, sebaiknya anda langsung tanya kepada teman anda yang lulus sebagai sarjana teknik sipil. Tujuan untuk menguji kepadatan tanah adalah untuk mengetahui apakah tanah yang diuji sudah sesuai dengan standar kepadatan tanah. Untuk membangun fondasi, standar kepadatan tanah yang disyaratkan adalah sebesar 98 %. Jika pada saat pengujian terbukti tanah tersebut kurang padat, maka kontraktor harus memadatkan lagi sehingga standar kepadatan tanah dapat tercapai.  
 
Alat keempat yang kami pakai adalah Dynamic Cone. Alat ini digunakan untuk mengukur ketebalan tanah. Data-data yang didapat dari alat ini kemudian diolah dan dihitung kembali sehingga menghasilkan nilai CBR (Callifornia Bearing Ratio). Standar CBR yang bagus untuk jalan adalah 93-95% yang berarti tanah tersebut sudah memenuhi standar ketebalan tanah untuk pembangunan jalan. 

Semua pengujian di atas merupakan pengalaman pertama bagi saya. Walaopun saya tidak sampai paham secara mendalam mengenai pengujian aspal tersebut, tapi ini merupakan ilmu yang baru buat saya. Sempat terpikir kenapa saya dulu tidak tertarik dengan teknik sipil. Tapi bukan berarti saya menyesal menjadi lulusan ekonomi. Dalam hal ini saya hanya mengagumi ilmu-ilmu dalam teknik sipil yang prakteknya bisa membuat bangunan-bangunan konstrtruksi seperti jalan, jembatan, bangunan gedung dan bangunan air. Semoga materi yang disampaikan hari ini dapat berguna untuk saya dan teman-teman saya dalam menjalankan tugas selanjutnya. 



-Gayuh-