Pages

Friday, October 12, 2012

West Borneo and The Story Behind.... #3

Ada cerita lagi dalam perjalan kami menuju hotel di Bengkayang. Yang paling mengharukan dari perjalanan malam itu dari Derit menuju Bengkayang adalah salah satu orang satker Pontianak yang ikut kami dalam survey lapangan, tiba-tiba mendapatkan telp dari saudaranya. Keadaan yang tadinya dipenuhi canda tawa dan obrolan seru tiba-tiba berubah menjadi hening dan hanya terdengar tangis dari si penerima telepon tadi. Mas eko namanya, dia disuruh secepatnya kembali ke Jakarta karena tiba-tiba kondisi ayahnya yang sedang dirawat dirumah sakit karena penyakit jantung, tiba-tiba masuk ICU dan sudah tidak sadarkan diri.
Kebetulan malam ini, Mas Eko yang menyetir mobil. Dengan kondisi Mas Eko yang demikian, maka mobil berhenti di tengah perjalanan kami agar dia bisa menerima telepon dengan tenang. Keadaan semakin hening dan haru dengan gelapnya dan sepinya jalan malam ini. Kami berada di tengah perjalanan dengan hutan disebelah kanan dan kiri kami. Kondisi jalan sangat sepi dengan hanya sesekali kendaraan lain lewat dan tidak adanya penerangan jalan.
Mobil yang kami bawa hanya satu, maka saat itu tidak memungkinkan untuk Mas Eko kembali langsung ke Pontianak karena tim kami juga harus melanjutkan survey lapangan keesokan harinya. Akhirnya kami melanjutkan perjalanan ke Bengkayang untuk menginap di hotel sebelum melanjutkan perjalanan ke proyek besoknya. Sedangkan Mas Eko kembali ke Pontianak dengan menggunakan taksi pada pukul 22.00 dari hotel.
Sepanjang perjalanan dari pemberhentian mobil kami tadi, saya langsung teringat dengan orang tua saya di rumah. Mas Eko yang orang tua nya di Jakarta, sudah hampir 3 tahun tidak kembali ke rumah. Yang membuat dia sangat sedih dan menyesal adalah kepulangannya kali ini untuk melihat kondisi ayahnya yang sudah tidak sadarkan diri. Dari sini saya langsung berfikir beruntungnya saya yang masih diberi kesempatan bisa pulang ke Purwokerto mengunjungi orang tua saya lebih dari sekali dalam satu tahun.
Dalam hati saya terus berfikir bahwa, kita tak akan pernah tau apa yang akan terjadi satu jam  yang akan datang bahkan satu menitpun kita tak bisa tau. Beberapa jam yang lalu, saat memulai perjalanan dari Derit, Mas Eko adalah orang yang paling ceria dan kocak diantara kami. Bahkan saat di dalam mobil pun, dia yang membuat perjalanan kami menjadi ramai. Tapi berita yang dia dapat secara tiba-tiba bisa merubah orang yang paling ceria tersebut menjadi orang yang paling sedih dan merana. 
Pada pukul 24.00 WIB, kami mendengar kabar kalau ayahnya Mas Eko sudah pulang ke Rahmatulloh. Mungkin dalam perjalanan menuju Pontianak, Mas Eko juga sudah mendengar kabar ini dan pastinya rasa sedih dan menyesal lebih menghinggapi dia. Dia tidak bisa sampai ke Jakarta pada saat ayahnya masih hidup. Tapi apapun yang dia rasakan, memang inilah takdir dari Alloh SWT. Yang harus dilakukan adalah ikhlas dan pasrah menghadapi ini semua. Semoga Mas Eko dan keluarga di beri ketabahan dan kesabaran dalam menghadapi ini. 
Cerita ini menjadi renungan saya karena saya juga berada jauh dari orang tua. Betapa kematian orang yang kita sayangi bisa merenggut kebahagian dan keceriaan kita saat itu juga. Betapa penyesalan karena jarang mengunjungi orang tua itu selalu datang terakhir. Tapi itulah hidup. Kita tidak akan pernah tau apa yang akan terjadi selanjutnya. Yang bisa kita lakukan hanya berbuat sebaik-baiknya saat ini sehingga ketika kematian menjemput kita atau orang yang kita sayangi, setidaknya kita sudah sedikit siap untuk menerima itu.
Marilah kita membahagiakan dan menyayangi kedua orang tua kita selagi kita masih diberi kesempatan untuk bersama mereka. Marilah kita luangkan waktu sejenak untuk setidaknya menjenguk mereka dan berkumpul bersama mereka.
Luv my parents as always!

-01102012- 

-Gayuh-

Tuesday, October 9, 2012

West Borneo and The Story Behind.... #2

Tibalah saatnya pemeriksaan lapangan. Karena paket pekerjaan yang akan kami liat lokasinya jauh dari satu paket ke paket yang lainnya, akhirnya ketua tim kami membagi kami menjadi tiga tim. Saya bersama senior saya melihat paket pekerjaan ke arah timur Kalbar dan dilanjut ke arah utara yaitu Kabupaten Sintang dan Kabupaten Bengkayang. Ada lima paket pekerjaan yang kami liat. Namun, antara lokasi satu dan yang lain harus ditempuh berjam-jam dengan jalur darat. Alhamdulillah pemeriksaan lapangan kali ini saya kebagian tempat yang bisa ditempuh dengan jalur darat. Hari pertama kami melihat dua paket pekerjaan yang berhubungan dengan pekerjaan perkuatan tebing wilayah sungai di Kabupaten Landak dan Sekadau. Kemudian bermalam di Sintang untuk melihat satu paket pengamanan banjir keesokan harinya. Kemudian kami lanjut ke Kabupaten Bengkayang dengan menempuh perjalanan kurang lebih 11 jam. Di tengah jalan menuju Bengkayang, kami berubah personil. Orang yang mengantar kami ke Sintang berbeda dengan yang mengantar kami ke Bengkayang. 
Perjalanan panjang malam kedua kami diisi dengan topik yang masih sama dengan perjalanan kami malam sebelumnya. Sepanjang jalan, kami membicarakan soal konflik yang beberapa tahun lalu muncul di bumi khatulistiwa ini. Konflik antar suku yang melibatkan suku Dayak dan Madura yang benar-benar menggoncang keamanan dan situasi di sini. Beruntung sekali pada saat kami kesini, konflik tersebut sudah menjadi sejarah. Dari salah satu pengantar kami, diceritakan pula kalau ada satu lagi konflik antar suku yaitu antara suku Madura dan Melayu yang memakan korban ratusan manusia. Bulu kuduk saya merinding sepanjang perjalanan. Apa yang mereka ceritakan lebih mengerikan dari yang saya dapat dari media. Benar-benar detail dari kronologis, penyebab dan akibat yang terjadi. Sungguh sangat disayangkan mengapa konflik antar suku seperti ini sering terjadi di Indonesia.
Dari cerita tersebut, terlintas di benak saya bahwa ternyata keberagaman suku dan budaya di Indonesia bukan menjadi sesuatu yang layak untuk kita banggakan kalau masing-masing dari kita tidak bisa menghormati keberadaan dan kepentingan orang lain yang beda suku dan budaya. Terlepas dari siapa yang salah dan siapa yang memulai konflik tersebut, hal ini lebih terjadi karena (mungkin-menurut saya) masih terdapat sifat chauvinisme atau paham yang mengganggap suku atau daerah kita yang paling bagus disamping sifat egois dan emosional yang mungkin bisa jadi faktor pemicu juga. Selain itu, ada pula yang mengartikan paham tersebut sebagai pengkerdilan pemikiran yang akhirnya tercipta diskriminasi didalam hubungan yang mengakibatkan timbulnya konflik. Entahlah, apa penyebab dan siapa yang memulai mungkin bukan suatu hal yang penting sekarang. Yang penting sekarang konflik sudah selesai dan semoga tidak akan terulang kembali.
Tiba-tiba saya membayangkan slangkah indahnya memang kalau tidak ada konflik antar suku, budaya, ras, dan  agama at di negeri yang memiliki berbagai macam suku, budaya, ras, dan agama. Betapa damainya membayangkan hidup berdampingan bersama-sama tanpa memandang suku, budaya, ras dan agama. Marilah kita bersama-sama bersikap saling menghormati antara satu dan lainnya dan bersatu menunjukkan pada dunia bahwa Indonesia adalah negeri yang kaya akan perbedaan dan keramahan. No more conflict, no more victim.
Akhirnya cerita tersebut terhenti saat kami melihat plang hotel tempat kami akan menginap sudah di depan mata. Tak terasa, kami sudah sampai di hotel di Kabupaten Bengkayang. Kami harus bermalam disini sebelum kembali melakukan pemeriksaan lapangan keesokan harinya. Thank you for the story during the trip. Let's pray for a better Indonesia!!!

30-09-12
02-10-12

_Gayuh_


Saturday, October 6, 2012

West Borneo and The Story Behind.... #1

My next duty was going to West Borneo. I went there with four people for doing some tasks. We got flight schedule at 6 a.m on 25th of September 2012. It meant that I should depart from my boarding house approximately at 4 a.m in order to prevent the lateness. But, unfortunately I forgot to order the taxi at night before so that I had to wait the certain confirmation whether the taxi were available or not at 3 a.m. Alhamdulillah, the taxi are available to carry me to the airport. I arrived there at 4.30 a.m. and directly met with my team.

Suddenly, my mind was going back to the time when I was a college student. If I had some activities that started in the early morning, my mother always waked me up and help me to prepare my needs. While I taking a bath and preparing all the things, my mother preparing my breakfast. So, when I was ready, I just ate the food that had been prepared. After it, my father had been ready to carry me to the location of my activities. What a wonderful life I guess. No need to worry to order the taxi, wake up late or being afraid in the taxi alone. How I'm so lucky to have them as my parents. Thank you so much my Alloh. :)

The time is running so fast. I have been living in Jakarta for about 1,5 years. Living so far from my parents make me be more independent. I have to fix all the things by my self. But, never-mind, I don't even regret living here. This is life and life is about moving. We have to keep moving to keep alive. ;)
I'm so grateful what I have.hehehehehe

Now, It's time for working in West Borneo. See yaa in the next story... :)

Thursday, September 6, 2012

IndII Project

The Indonesia Infrastructure Initiative (IndII) is funded by the Goverment of Australia (GoA) through Australian Agency for International Development  (AusAID). The goal of IndII is to promote economic growth by working with the Government of Indonesia (GoI) in enhancing infrastructure policy, planning and investment. Inspectorate General of Ministry of Public Work (IG MPW) is one of the partner of IndII which gets a grant to make any betterment in IG management. The main purpose from this project is improving level of Internal Audit Capability Model (IACM) from level 2 to level 3.
There are three programs to support this project. They are institutional strengthening, better procurement practices, and enhanced anti-corruption environment. In order to make this project succeed, IndII cooperates with other consultants such as Ms Libby MacRae (IIA) wrote the Standard on IACM , Bob McDonald (IIA Sub-Committee on IACM; former Chief Internal Auditor, MPW Queensland, Chief Internal Auditor of Queensland Health Ministry), PwC Indonesia and International / National consultants /auditor for technical & financial audits – all Full Time (Arun Hemraj). They are also helped by Change Management Unit (CMU), a team from Inspectorate General of MPW.
On Wednesday-Thursday, 29th-30th of August 2012, all consultants present the matter relate to the program that they are expert in. The audiences were Inspector General of MPW, Inspector I-IV, Area Coordinator, Team Leader, and CMU team. There were three matter in this presentation. First, there was Internal Audit Capability Model that were presented by Libby Macrae and Bob McDonald. The second was Procurement in Indonesia by Rob Thompson (former LKPP advisor: Procurement expert). The last was Change Management by Steve Harris.
For the next, IndII and those consultant will work together with all parties in IG MPW to run this project. There will be transfer knowledge from those consultants to HR of IG MPW by training and mentoring. Further, IG MPW will has a better management and better human resources capacity as well. So, the main purpose of this project in improving level 3 IACM can be achieved. 


-Gayuh-

Tuesday, February 7, 2012

Halooo Jakarta,,,

Teriakan ini spontan terucap saat tiba ke Jakarta setelah mengikuti Intermediate Training selama dua minggu di Jawa Barat. Ya intermediate training, sebuah pelatihan yang digagas oleh Bapak Inspektur Jenderal bekerja sama dengan outbond organizer (BWS) dengan konsep self empowerment dan team building. Pelatihan ini benar-benar berbeda dengan pelatihan biasanya. Agenda dari pelatihan ini meliputi pelatihan militer, games, rock climbing, rafting, baksos, long march, jungle crossing, homestay plus baksos, dan bertahan hidup di hutan. Jadi kami benar-benar digembleng untuk menjadi pribadi yang tanggung dan bisa mengatasi rasa takut dalam diri masing-masing.  Intermediate training ini diperuntukkan bagi generasi muda Itjen PU angkatan 2007 sampai dengan 2010. Sebelum training ini, kami sudah pernah mengikuti training serupa yang diberi nama Basic Training dengan tingkat kesulitan yang lebih rendah. Basic training angkatan pertama diadakan pada awal tahun 2010 yang diikuti oleh angkatan 2006 – 2009. Angkatan kedua diikuti oleh CPNS Itjen PU angkatan 2010 yang berjumlah 60 orang termasuk saya.

Pada akhir Desember 2011, saya dan hampir semua teman dari angkatan 2007 merasa kaget begitu mendengar kabar burung bahwa akan diadakan intermediate training. Karena ini berarti apa yang kita hadapi akan lebih sulit dan menantang dibandingkan dengan basic training. Akhirnya, pada tanggal 19 Januari 2012, kabar burung itu bukan lagi menjadi kabar burung. Kami menerima Surat Perintah dari Pak Irjen untuk mengikuti Intermediate Training selama dua minggu dari tanggal 22 Januari – 5 Februari 2012. Ada 85 generasi muda Itjen PU dari angkatan 2007-2010 yang akan mengikuti training tersebut selama dua minggu penuh. Sementara ada sekitar 61 orang senior yang hanya akan mengikuti kegiatan ini dari tanggal 2-5 Februari 2012 di Grand Hotel Lembang. Tujuannya mungkin sudah cukup jelas, yaitu agar kami bisa saling mengenal antar angkatan dan antara senior dan junior. Selain itu, konsep training yang akan kita hadapi cukup menantang. Jadi, satu minggu hidup di Pusat Pendidikan Infanteri (Pusdikif) di Cipatat, Baksos dan Homestay di Kampung Wisata Tajur, Jungle Crossing, dan Outbond di hotel bergabung dengan senior.
Akhirnya tanggal 22 Januari 2012 datang juga. Perasaan malas, takut, waswas, senang bercampur jadi satu. Kami berkumpul dikantor pada pukul 12.00 WIB. Pukul 14.00 kami berangkat menuju ke TKP yaitu Pusat Pendidikan Infanteri TNI-AD di Cipatat. Yang terlintas dipikiran saya saat masuk ke Pusdikif ini adalah satu minggu kedepan akan terisi dengan pendidikan militer yang sangat mengutamakan kedisiplinan dan ketaaan. Melihat para tentara yang akan membimbing kami selama enam hari membuat perasaan takut itu bertambah. Hal itu benar-benar terlihat saat makan malam pertama. Kami dilarang bersuara saat makan, dilarang menunduk saat menjemput sendok, dan ada beberapa peraturan lain pada saat makan. Tapi alhamdulillah, hari ketiga dan seterusnya pendidikan militernya tidak seketat seperti para tentara. Kami hanya diajarkan untuk mengikuti adat-istiadat yang berlaku di Pusdikif ini. Secara garis besar, para pelatih mengajari kami tentang materi PBB, tata cara makan, senam pagi, apel pagi, apel malam, dan nyanyian untuk menambah semangat kami. Yang lebih istimewa adalah kami diwajibkan menyanyi lagu-lagu perjuangan pada setiap pergerakan contohnya waktu jalan dari barak ke ruang makan, dari ruang makan ke lapanga apel, dan lainnya. Semuanya melatih kami untuk bisa hidup lebih teratur, semangat, kompak dan disiplin. Tentunya selama seminggu ini kami tidak hanya dilatih oleh para pelatih dari Pusdikif, tetapi fasilitator dari BWS juga ikut membimbing kami untuk kegiatan yang berbeda, seperti games dan diskusi kelompok.

Selama kegiatan ini, kami dibagi dalam 8  kelompok. Saya berada di kelompok 3 bersama Mas Faix, Mas Aryo, Mas Rifki, Mas Irul, Mas Dena, Mba Cory, Mba Indah, Jenny, Ara, dan Nadya. Untuk kegiatan PBB, kelompok 1 dan 2 bergabung menjadi kelas A, Kelompok 3 dan 4 menjadi kelas B,dan seterusnya. Kelas B diketuai oleh Aditya dari kelompok 4 dan dihandle oleh pelatih Rahmat. Hari pertama training diisi dengan kegiatan PBB dari pagi sampai siang. Setelah dilatih dalam kelompok besar, kemudian masing-masing kelas dihandle oleh pelatihnya masing – masing. Kelas saya yang dihandle oleh pelatih rahmat bisa dibilang dilatih dengan santai. Kalau sudah capek dengan praktek PBB, kami boleh istirahat duduk-duduk sambil berbincang dengan pelatih. Setelah makan siang, kami dihandle oleh BWS untuk melakukan beberapa games. Sebenarnya ada beberapa games yang sudah pernah kami lakukan sebelumnya, tapi kami tetap melakukannya dengan senang. Soalnya bermain games tersebut bisa membuat semakin akrab diantara anggota kelompok. Malam harinya diisi dengan diskusi kelompok bersama fasilitator masing-masing kelompok. Kang Bencut lah yang menjadi fasilitator kelompok 3. Selama diskusi, yang dibahas seharusnya tentang makna dari games yang kami lakukan siang tadi. Tapi pada akhirnya tema diskusi kita mengenai kegiatan dikantor. Hal ini terjadi karena ada Mas Faix, Mas Aryo dan Mas Rifki yang notabene paling senior diantara kami. Jadi diskusi kami menjadi lebih bermakna karena bisa sharing soal pekerjaan dikantor dari para senior.

Malam ini ditutup dengan apel malam. Tapi sebelum itu, kami diberi tambahan latihan PBB. Walopun angin kencang menderu-deru, tapi latihan kami tak kunjung dihentikan. Bahkan kami lanjut dengan kegiatan apel malam. Setelah apel malam, kami semua kembali ke barak masing-masing dan instirahat agar besok bisa melanjutkan kegiatan. Selama tidur, ada semacam piket serambi. Setiap satu jam, ada dua orang yang secara bergantian akan terjaga untuk menjaga barak kami. Hal itu dimaksudkan agar keamanan di barak bisa dijaga.

Demikian cerita awal intermediate training plus hari pertama di Pusdikif Cipatat. Hari-hari selanjutnya akan diceritakan lebih lanjut. 


-Gayuh-

Friday, January 6, 2012

Story of Me Part II...

Let's continue reading my story!

1st – 2nd of July 2011
Itjen Family Gathering in Puncak Bogor. Special Guest : Mr. Djoko Kirmanto

4th – 23rd of July 2011
Diklat Prajabatan Reguler CPNS Golongan II Tahun 2011 di Lingkungan Inspektorat Jenderal PU di Bandung. Living in dormitory made us get closer each other. The facility there was not as good as hotel that we lived during diklat SDA. But, it was not make us disappointed. We always enjoy the time in dormitory or in class.

20th of July 2011
My very special birthday. Thanks to my friends in prajab Bandung who had prepared surprise for me.
It was so memorable…
Oia, today was also the examination of Prajab.

28th of July 2011
Watching The Qualification of World Cup Asia Zone, Indonesia vs Turkmenistan live in Gelora Bung Karno Jakarta with some friends. I loved the atmosphere inside the stadium.

August 2011
Marhaban ya Ramadhan

6th of August 2011
Fasting break together with SEF 2007 intake that were in Jakarta.

20th of August 2011
Fasting break together with Big Family of SEF who lived in Jakarta.

22nd – 24th of August 2011
Workshop SMM Berbasis ISO 9001:2008, Bogor.

27th of August 2011
Mudik perdanaa,,,,^^

31st of August 2011
Happy Ied Mubarak 1 Syawal 1432 H
Mohon maap lahir dan batin :D

5th of September 2011
Halal bi halal with Mr. Djoko Kirmanto, Minister of Ministry of Public Work

13th of September 2011
Halal bi halal Inspektorat Jenderal Kementerian PU in PT Brantas Abipraya.

22nd of September 2011
My collection of Harry Potter novel was completed. Yyeyeeeyyy,,,,

31st of October – 21st of November 2011
Diklat Jabatan Fungsional Auditor Tingkat Ahli, Balai Diklat PU Wilayah VI Jakarta.

22nd – 25th of November 2011
Hari bebasss,,,suporting basketball team Itjen in BAPOR PU, supporting Sarah, Mba Zuni, Mba Yesi, Mas Sandi in PU Idol.

28th of November – 1st of December 2011
Ujian JFA,,, study hard everyday,,,

7th – 8th of Desember 2012
Welcome Uma in Jakarta!!! What a wonderful nite with four member of ommigotte,,,

9th of December 2011
Commemorating ‘Hari Anti Korupsi Dunia’ in Ruang Serba Guna Ditjen Penataan Ruang. I was amazed with the speech from Eko Prasojo as ‘Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi’


24th – 26th of December 2011
Long weekend....^^ I back to Purwokerto. After arrived at Purwokerto Railway Station, I visited The 19th SEF Conference directly without asking permission to my parents. I am sorry, Mom. But, i didn’t do something bad. I arrived at home safely at 7 a.m.
On the afternoon, I went to Purwokerto to meet mya SEF 2007 intake. We gathered at House of SEF until 9 p.m. Then, we had a dinner until 11 p.m.
The next day, I went to Deka and Widya’s wedding with Accounting 2006 intake. After it, we went arround Purwokerto and took some photos in Rumah Joglo and City Park.
The rest, I spent the holiday with my family.
Long weekend is always waited. My friend told me his feeling about holiday. Here it is, “I don’t hate working, but I love holiday very much”. So do I. How I love holiday because I can meet our family, gather with old friends, and of course stay at our sweet home.


End
-Gayuh-

Story of Me Part I,,,



1st of January 2011
New Year Eve Celebration in SEF with lovely buddies
Welcome 2012!! Thanks God for every chance that You give to me along 2011. Thanks for the job, new friends, new family, new city and new experiences. I faced so many valuable moments in 2011. Something that i never did before. So, I want to memorize it by writing those moments during 2011 here. Cekidot....


11th January 2011
Bad Day >.<

24th January 2011
Pengumuman penempatan unit kerja di Kementerian PU. Alhamdulillah ditempatkan di Jakarta, tepatnya di Inspektorat Jenderal.

1st of February 2011
My 1st day workiingggg….. ^.^
Karena pengumuman penempatannya sedikit ambigu, jadi aku mengartikan kalo tanggal 1 Feb itu cuma disuruh lapor ke unit kerja masing-masing. Tapi ternyata udah langsung disuruh kerja. Dan konyolnya, aku cuma bawa baju 2. Alhasil, langsung cari-cari kosan dan weekendnya langsung pulang ke Purwokerto buat siap-siap pindahan ke Jakarta.

6th of February 2011
Pindahan dari Purwokerto ke Jakarta. Dianter rame-rame sama Bapak Ibu, Budhe sama Kakak Sepupu.
The next days, I will live without my parents. T_T

12th – 21st of February 2011
Basic Trainning Itjen PU in Gunung Bunder. It’s was so fun, horrible, and memorable. I did rafting, rock climbing and many more.

7th – 18th of March 2011
Pelatihan di Kantor Sendiri (PKS). Materi yang diajarkan seputar Peraturan di Bidang PU. Wooww,, bagi seorang sarjana ekonomi, belajar tentang hal-hal yang berhubungan tentang teknik sipil ituuu sesuatu banget. But, it was so interesting. I got new knowledge that I never get before.


19th – 20th of March 2011
Yey,,the time for going back to Purwokerto. I joined Organizer in Training (OT) of Student English Forum in Baturraden to help my intake as committee. Thx God, even I’ve already graduated from Unsoed, I still could join in this occasion.

1st of May 2011
I gather with my beloved intake to support my younger intake in National Debate Championship in Universitas Indonesia.


 6th of May 2011
I joined Pertemuan Darma Wanita Kementerian PU with other women in my office. The agendas were making some crafts and lunch.

14th – 17th of May 2011
Cuti bersama yang mendadak membuat saya kewalahan mencari tiket. Setelah kesalahan pemesanan tiket travel oleh teman saya Nungki Awalya Ramdhani, akhirnya kami memutuskan untuk naek kereta sabtu malam dan kita harus mengantri tiket kereta dari jam 2 siang untuk kereta jam 7 malem. Tapi untungnya dibayar dengan long weekend yang menyenangkan dirumah. Hari Senen, saya menghabiskan waktu bareng ex-Presidensi SEF 2010 dengan karokean dan makan malam di angkringan langganan kami saat kuliah. Hari selasa malamnya harus sudah kembali ke Jakata bareng Nungki. Tapi yang menyenangkan adalah teman-teman SEF 2007 intake yang masih di Purwokerto ikut mengantar kita sampai stasiun Purwokerto. How I always miss the time that we spent together. Always love you,,

20th of May 2011
This was my first ‘upacara’ in my office in order to commemorate ‘Hari Kebangkitan Nasional. It was my firstday wearing KORPRI Uniform.

21st – 22nd of May 2011
Back again to my home town in order to come in my cousin’s wedding. Happy Wedding,,,

3rd of June 2011
TV baruuuuu ^^ My room would not be quite anymore.

5th – 12th of June 2011
It was my journey to Kupang with AA Ari, Aditya, and Mr. Slamet in order to do our duty (Survey Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Masyarakat, PAMSIMAS).
It was my first time get on air plane.hehe.
In our way went home, we visit Bali only in 7 hours. We only visited Kuta Beach and Krisna center of souvenir. We came back to Jakarta at 9.30 pm.

14th – 24th of June 2011
Diklat Teknis Lapangan Bidang Sumber Daya Air di Pusat Litbang SDA di Bandung. We learned so many things about infrastructure of water resources. We also visited the Jatiluhur Dam to see the making of this dam. It was so awesome. I never visit something like that before directly. In weekend, we visited Kawah Putih and Batu Cinta  in Ciwidey. Almost every night, I spent the time go around Bandung with other participants. So meaningful, learn hard, play hard.


to be continued,,,

-Gayuh-