Pages

Tuesday, August 8, 2023

Masuk TK #Part2

Tahun pertama menjalani TK di Kelas A Cherry bersama Bunda Neng. Mula-mula pembelajaran dimulai dari rumah melalui zoom. Setiap pagi, Emir sudah siap didepan laptop. Walaupun suasana belajarnya sangat berbeda sekali dengan sekolah offline, tapi alhamdulillah Emir senang bisa bersekolah online. Pukul 7.30, satu per satu anak secara bergantian mengaji iqro bersama Bunda Neng melalui video call whatsapp. Setelah itu, sekitar pukul 9.00 pembelajaran pun dimulai melalui zoom sampai pukul 10.00 WIB. Agenda selanjutnya, ada kelas Tahfidz bersama Ustadz Hasan. Anak-anak mulai menghafal juz 30 dimulai dari Surah An Nas.

Saat itu, alhamdulillah saya juga sedang bekerja dari rumah. Jadi saya bisa membersamai Emir selama pembelajaran. Namun, ternyata banyak tantangannya belajar melalui zoom. Karena Emir termasuk anak yang tidak mudah beradaptasi di awal pertemuan, maka ketika pembelajaran zoom, kadang-kadang Emir kurang fokus mendengarkan dan merespon Bunda Guru dan Pak Ustadz. Emir juga masih malu bersuara lantang ketika menjawab pertanyaan Bunda Guru dan masih pelan ketika harus menghafal Surah Al Quran. Saya pun sering tersulut emosi karena melihat Emir seperti kurang antusias. Namun ketika ada sesi aktifitas mewarnai, menggambar, atau menulis, Emir alhamdulillah antusias mengikuti. Lama-kelamaan pun Emir sudah terbiasa sekolah dan tahfidz via zoom.

Selama pembelajaran daring, ada 3 sesi kunjungan Bunda Guru ke masing-masing rumah anak-anak. Saat sesi pertama, Emir masih belum menyetujui kunjungan tersebut, karena masih khawatir terhadap penyebaran virus Covid19. Namun, kunjungan sesi kedua dan ketiga, Emir ikut berpartisipasi dalam kunjungan tersebut. Akhirnya kedua kunjungan ini menjadi moment pertama Emir bersekolah secara offline.

Alhamdulillah,, mulai tanggal 29 November 2021, Emir dan teman-teman Khalifah sudah mulai Pembelajaran Tatap Muka. Walaupun belum full satu minggu ada disekolah, tapi anak-anak sudah senang datang lagi ke sekolah selama Senin, Selasa dan Kamis. Jadwal PTM terbatas ini mulai pukul 10.00 s.d. pukul 12.00 WIB.  Kegiatan membaca iqro tetap dilakukan dirumah melalui video call bersama Bunda Neng. Ketika memasuki pekan kedua, bulan Desember 2021, hari pembelajaran di sekolah ditambah 1 hari menjadi Senin, Selasa, Kamis dan Jumat. 

Saat Semester 2 dimulai, semakin banyak kegiatan seru yang dilakukan di sekolah. Salah satunya ada mini project yang dibuat ketika libur semester 1 dan dipresentasikan ketika minggu-minggu awal semester 2. Alhamdulillah waktu itu masih ada WFH jadi saya masih bisa ikut ke sekolah Emir untuk menonton presentasi mini projectnya anak-anak. Selain itu, ada kegiatan outing ke Kidzania di Jakarta. Ini adalah moment pertama Emir pergi jauh tanpa ditemani orang tua. Anak-anak menggunakan bus bersama Bunda Guru dan Pak Ustadz menuju ke lokasi outing. Emir bercerita kalau kegiatan ini seru sekali, tapi sayang tidak semua wahana dicoba karena kondisi yang sangat ramai. 

Seiring membaiknya kondisi masa Covid19 ini, anak-anak pun sudah mulai belajar full selama 1 minggu di sekolah. Walaupun ketika acara wisuda TK B, anak-anak TK A dan orang tuanya tidak bisa hadir di acara tersebut. Namun masih bisa menonton lewat zoom. Dan akhirnya 1 tahun pembelajaran di TK A sudah dilalui dengan berbagai cerita dan haru. Terima kasih Bunda Neng, Pak Ustadz dan bunda-bunda guru yang lainnya sudah membersamai Emir selama 1 tahun ini. Sampai jumpa lagi di cerita ketika Emir menjadi anak TK B ya.


Pattimura, 080823

Friday, July 21, 2023

Masuk SD

 17 Juli 2023

Hari ini merupakan hari pertama si Kakak masuk SD. Terharu rasanya melihatnya akan memasuki fase sekolah yang lebih serius dibandingkan dengan masa-masa TK. Beberapa hari sebelumnya, saya agak takut si Kakak terlambat berangkat ke sekolah karena waktu berangkatnya lebih pagi dibandingkan di TK dulu. Namun, saya sounding ke Kakak kalau mulai Senin nanti jam 6.30 WIB harus sudah siap berangkat. Jadi jam 5.00 s/d 5.30 WIB harus sudah bangun. Saya pun mulai menertibkan jam tidur malam. Sebisa mungkin jam 9.00 WIB sudah ada dikamar dan sudah tidur. Alhamdulillah hari pertama dilalui dengan minim drama. Si Kakak bisa bangun tanpa ada yang marah-marah (Bunda dan si Kakak). Adik pun bisa ikutan bangun cepat, sehingga saat saya mengantarkan si Kakak sekalian berangkat kerja, Adik sudah mandi. 

Saat berangkat mengantarkan si Kakak, saya sudah mulai merasa terenyuh. Ternyata anak saya sudah besar sekarang. Jam sekolahnya bakal lebih panjang (jam 7.00 s.d. 14.00). Waktu di sekolah juga akan lebih lama. Si Kakak akan bertemu dengan teman-teman baru, bu guru baru dan kegiatan baru. Pasti ada perasaaan khawatir tentang apakah nanti teman-temannya, guru-gurunya dan kegiatan di sekolahnya akan memberikan pengaruh positif kepada dia. Dalam hati saya berdoa, Ya Alloh,, semoga di sekolah ini, si Kakak akan mendapatkan ilmu yang bermanfaat untuk masa depannya, semoga si Kakak bertemu dengan teman teman, guru-guru yang baik, semoga lingkungan sekolah juga baik untuk si Kakak. aamiin

Saat mengantarkannya ke kelas, ternyata tidak ada orang tua yang stay di sekolah untuk menunggu anaknnya di hari pertama MPLS. Akhirnya saya pun hanya sebentar menunggu, melihat interaksi si Kakak dengan lingkungan barunya. Tak terasa air mata hampir jatuh,, merasa ternyata anak saya sudah besar. Saya pun pamit ke si Kakak dan berangkat ke kantor.

Setiap pulang kantor, saya sering mendengarkan si Kakak bercerita tentang bagaimana di sekolah. Ternyata saaat MPLS ada expo tentang ekstrakurikuler. Si kakak pun bercerita ingin ikut taekwondo, berkuda, panahan, tahfidz jll

Alhamdulillah

Wednesday, June 21, 2023

Masuk TK #part1

Sekitar bulan Mei 2021 ketika pandemi memasuki tahun kedua, saat itu pula anak pertama saya sakan memasuki usia 5 tahun. Dimana di usia ini adalah usia yang tepat untuk memasuki jenjang sekolah TK. Sebagai orang tua, kami ingin mendaftarkan dia ke sekolah TK. Namun, karena masih pandemi, ada keraguan juga apakah nanti efektif jika sekolah dengan metode daring. Sambil berfikir dan menimbang-nimbang, kami pun sambil mencari-cari TK di sekitar rumah yang sesuai dengan kriteria kami. Pandemi Covid-19 agak menghalangi kami untuk melakukan survey secara langsung ke sekolah-sekolah. Jadi kami mencari-cari info TK dari sosial media. Ketemulah satu TK yang lumayan dekat dengan rumah, TK yang sudah terkenal karena foundernya salah satu enterpreneur di Indonesia. Suamilah yang pertama kali menemukan TK ini. Kebetulan, saya pun tau si founder TK ini. Jadilah secara tidak langsung, hati kami sudah condong 50% ke TK ini karena si founder ini dan tagline dari si TK ini yaitu Tauhid dan Enterpreneurship. hehehe. Pas sekali dengan niat kami yang menginginkan anak-anak kami mempunyai tauhid yang kuat dan mempunyai jiwa entrepreneur seperti Rosululloh Solallahu 'Alaihi Wassalam. 

Singkat cerita, saya pun mencari akun instagram dan PIC TK tersebut. Alhamdulillah, kami mendapatkan informasi terkait penerimaan siswa baru TA 2021-2022 beserta biaya-biaya masuknya. Setelah itu, kami pun berkunjung ke TK secara langsung walaupun masih deg-degan ketemu orang luar. Kunjungan pertama, kami hanya bertemu dengan admin Tk. Sehingga kami tidak mendapatkan info secara detail tentang kurikulum dan value dari sekolah. Tapi secara garis besar, kami mendapatkan informasi terkait kegiatan sehari-hari di sekolah. 

Karena pandemi membatasi ruang gerak kami, maka kami pun tidak melakukan survey ke TK yang lain. Kami hanya mencari info sedikit tentang TK yang lain melalui sosial media. Kami pun melakukan kunjungan kedua ke TK yang kami pilih. Alhamdulillah, kali ini kami bertemu dengan Kepala Sekolah TK ini. Kami dijelaskan kurikulum, agenda dan semua kegiatan yang akan dilakukan anak-anak dalam satu hari selama satu tahun ajaran kedepan. Dari penjelasannya, saya pribadi merasa cocok karena disini ada kegiatan sholat dhuha, murojaah, mengaji iqro, dan banyak sekali kegiatan outing. Saya merasa anak-anak akan dikenalkan lebih dekat dengan agama melalui kegiatan-kegiatan tersebut. Selain itu, saya merasa belajar disini juga akan menyenangkan karena kegiatannya yang seru.

Sambil memantau jumlah kuota murid di TK tersebut, kami pun berdiskusi apakah anak kami akan mendaftar di TK tersebut. Akhirnya mendekati bulan-bulan Juni/Juli, kami pun mantap untuk mendaftarkan anak kami di TK tersebut. Ketika saya dan suami akan mengembalikan formulir pendaftaran dan membayar biaya masuk, saya dijalan terharu dan berkaca-kaca karena tidak percaya anak pertama kami akan memasuki lingkungan yang benar-benar baru. Lingkungan diluar keluarganya, tanpa pengawasan orang tuanya. Selama ini dia selalu dalam pengawasan saya, kecuali ketika saya bekerja. Saya berdoa dalam hati, Ya Alloh semoga sekolah ini merupakan sekolah terbaik untuk anak kami. Semoga di sekolah ini anak kami akan mendapatkan ilmu yang bermanfaat untuk bekal dia ketika besar. Ya Alloh, berilah anak kami lingkungan dan teman-teman yang baik, guru-gurunya baik juga. aamiin. Tak terasa air mata ini mengalir sedikit ketika membaca doa tersebut. Pokoknya terharu sekali sebagai ibu yang akan mengantarkan anaknya sekolah.

Setelah mendaftar, agenda selanjutnya adalah pengambilan seragam, perekaman sidik jari untuk mengetahui potensi anak, dan lain-lain. Ketika masuk bulan Juli, tahun ajaran baru pun akan dimulai. Karena angka penderita covid 19 masih tinggi, maka sekolah masih diadakan dengan mekanisme daring. Setiap hari Jumat (kalau tidak salah), kami harus mengambil bahan-bahan/buku-buku yang akan digunakan untuk satu minggu ke depan. Ternyata mendampingi anak sekolah daring banyak sekali tantangannya. Tapi saya bersyukur saat itu saya masih WFH jadi saya bisa mendampingi anak saya dalam mengikuti zoom sekolahnya. 

Mungkin cerita tentang persiapan masuk TK, sampai disini dulu. Next in syaa Alloh cerita tentang bagaimana anak saya mengikuti tahun-tahun pertama di TK.


-Pattimura 20, 210623-


Tuesday, June 20, 2023

Kemajuan Kemampuan Berbicara Safa

 Per hari ini, Safa sudah berumur 4 tahun 2 bulan. Seperti cerita di postingan sebelumnya, Safa bisa berkomunikasi dan mengucapkan 2 kata yang lumayan jelas ketika umur 2 tahun lebih. Beberapa bulan yang lalu, atau mungkin sekitar tahun lalu, Safa sudah meningkat kemampuan berbicaranya. Tadinya, dia belum bisa mengucapkan secara jelas huruf-huruf seperti L, S dalam suatu kata. Namun,, saat itu, Safa sudah pelan-pelan bisa mengucapkannya.

Dulu, ketika Safa memanggil kakaknya, dia memanggilnya mah Emih (seharusnya Mas Emir). Namun beberapa bulan yang lalu, Safa bisa memanggil kakaknya dengan menyebut Mas Emil. Safa juga sudah bisa mengatakan belum (sebelumnya beyum), bunda (sebelumnya nenti terus, sekarang ganti-ganti antara nenti dan bunda), dulu (sebelumnya duyu), dan beberapa kata-kata lainnya.

Sampai saat ini, kemampuan berbicaranya semakin bertambah. Semenjak mengikuti English Class bersama Miss Intan, Safa sudah bisa mengerti dan mengucapkan kata-kata bahasa inggris, berhitung angka dari 1-50 dalam bahasa inggris, mengerti warna-warna bahasa inggris, dan mengucapkan waktu dalam bahasa inggris. Dalam mengaji, Safa juga sudah masuk iqro jidil 2.  Alhamdulillah,, semoga semakin hari semakin pinter dan solehah ya nak...


Pattimura 20, Selasa, 200623

Toilet Training Safa

Urusan toilet training untuk balita memang menjadi tantangan tersendiri untuk seorang Ibu, khususnya saya. Semenjak anak pertama, urusan toilet training ini baru benar-benar dilaksanakan ketika anak pertama saya hampir memasuki usia 5 tahun. Hal ini terjadi karena saat usianya memasuki usia 3 tahun, saya sudah disibukkan dengan si adik yang baru lahir. Sehingga saya belum benar-benar fokus untuk melatihnya toilet training. Berbagai kemudahan yang saya dapatkan ketika anak pertama saya memakai diapers juga menjadi alasan saya belum memulai latihan toilet training. Alhasil karena 'keenakan' tersebut, saya tidak terpacu untuk memulai latihan untuk toilet training. Saya mulai terpacu untuk toilet training kembali karena anak pertama saya waktu itu sebentar lagi mau masuk sekolah TK. 

Hari-hari pertama tanpa diapers benar-benar menguji kesabaran. Walaupun si anak ini sudah bisa berkomunikasi dengan baik, tapi ternyata untuk bilang ketika mau pipis/pup masih sulit. Sehingga masih banyak kejadian yang pipis/pup di celana. Namun, alhamdulillah seiring berjalannnya waktu,, anak pertama saya pelan-pelan sudah lancar tanpa menggunakan diapers.

Beda anak tentunya beda cerita. Kenangan tentang perjuangan melatih toilet training untuk anak pertama membuat saya agak 'ketakutan' ketika mau toilet training untuk anak kedua saya. Saya berencana untuk memulai toilet training ketika usianya menginjak 3 tahun. Nha, ketika usianya kurang lebih hampir menginjak usia yang ketiga, saya tersadarkan bahwa inilah karunia dari Alloh SWT untuk saya. Jadi, saat itu ketika pagi-pagi bangun tidur, saya memperhatikan bahwa diapers anak saya yang dipake saat tidur masih kosong. Saya pun kembali memperhatikan untuk beberapa hari kedepannya. Ternyata setiap hari diapersnya masih kosong. Akhirnya saya pun mempunya ide, apakah ini waktunya untuk mencoba toilet training?, ucap saya dalam hati. Saya pun cerita ke suami tentang niat saya, alhamdulillah langsung di setujui. 

Keesokan malamnya saya mulai melepas diapers ketika anak kedua saya tidur. Paginya, alhamdulillah bersih tanpa ngompol. Saat malam juga tidak bangun meminta pipis. Trik lain yang saya lakukan adalah melakukan rutinitas sebelum tidur. Jadi saat sebelum tidur, anak-anak harus pipir dan gosok gigi terlebih dahulu. Alhamdulillah, anak kedua ini Alloh SWT mudahkan untuk lepas dari diapers. Ketika siang pun, anak kedua saya sudah bisa bilang pipis ketika mau pipis. Sehingga, dia langsung ke kamar mandi untuk pipir atau pup.

Ternyata setiap anak beda tantangannya ya bun,,, kemudahan-kemudahan ini tak lain dan tak bukan karena bantuan dan ijin dari Alloh SWT. Alhamdulillah,,,

Sekian cerita untuk Safa kali ini. Semoga bisa lanjut ke cerita-cerita selanjutnyaa....


diketik di Pattimura20, Rabu, 200623 pukul 9.48 WIB

Tuesday, September 7, 2021

Menyapih Safa

 Saat Safa memasuki usia 2 tahun, saya dan suami belum memutuskan untuk menyapih Safa tepat di usianya yang kedua. Mengingat tidak ada alasan yang mendesak untuk menyapihnya. Saya pun belum mau menyapih Safa karena masih sedikit teringat proses dan pasca menyapih Emir yang tidak mudah dan banyak tantangan. Saat Emir dulu,, saya memilih proses WWL untuk menyapih Emir. Dari 3 bulan sebelum usia nya 2 tahun, saya sudah sounding ke Emir bahwa Emir sudah besar dan nanti pas sudah 2 tahun tidak nenen lagi. Tapi saat waktunya tiba,, Emir pun tantrum,, teriak menangis dan tidak mau tidur. Akhirnya saya goyah lagi untuk menyusui Emir kembali. Kejadian itu terus terjadi sampai saya hamil anak kedua. Saat ini Emir belum bisa disapih. Ini bukan karena WWL nya yang salah, tapi karena saya yang mengimplementasikannya yang belum sempurnya. Sementara ibu mertua dan ibu saya langsung menawarkan sesuatu yang pahit untuk di tempelkan ke PD agar anak tidak mau nenen. Karena saat itu saya idealis, bahwa WWL adalah proses yang paling bagus untuk menyapih, maka saya menolak mentah-mentah segala bentuk pahit-pahit, plester puting, merah-merahin PD agar anak tidak mau nenen lagi. Tapi karena kondisi hamil, PD saya sudah tidak nyaman lagi saat Emir nenen, akhirnya saya pun menyerah menggunakan metode WWL. Saya menggunakan biji mahoni yang diberikan mama untuk di usap-usap ke nenen. Percobaan pertama Emir bisa tahan dengan rasa pahit itu. Ya wajar karena Emir doyan minum obat. Mungkin pahitnya masih bisa di toleransi. Saya lupa percobaan ke berapa baru berhasil,, tapi setelah berhasil pun saya masih kasihan melihat mata Emir yang masih menginginkan sangat untuk nenen. 

Walaupun proses menyapih Emir berhasil, ternyata ada tantangan ketika pasca menyapih. Emir jadi tidur lebih malam dari biasanya (karena saat masih menyusui, saya tinggal ngelonin Emir sebelum tidur). Saya pun ikut begadang dan sering saya tertidur duluan karena tidak kuat mengantuk. Sejak saat ini Emir dijaga sekali tidur siangnya agar malam bisa mengantuk. Tetapi tetap saja Emir tidur di jam 22.00 sampe 24.00 WIB. Sampai saat ini (usia 5 th) Emir masih belum menyuka tidur malam. Ketika disuruh tidur, selalu bilang belum mengantuk. Alhamdulillah karena mulai sekolah, jadi sekarang sudah bisa diajak tidur di sekitar pukul 21.00-22.00.


Nha,, kejadian itulah yang membuat saya belum memutuskan untuk menyapih Safa cepat-cepat. Namun, hal itu berubah ketika bulan Agustus ini, berat badan Safa masih stuck di angka 9 kg lebih. Kemudian Safa susah sekali makan. Akhirnya ayah mengultimatum saya untuk segera menyapih Safa. Kemudian saya baru sadar bahwa menyapih anak itu bukan hanya tentang kesiapan anak. Tapi lebih kepada kesiapan dari si ibu itu sendiri. Saya berkali-kali minta nanti saya menyapih Safa. Saya akan kehilangan moment proses menyusui dengan Safa, saya akan kehilangan kemudahan-kemudahan dari menyusui (saat menangis bisa diam setelah nenen, mudah menidurkan anak, mudah menidurkan kembali jika bangun malam-malam, dan kemudahan lainnya). 

Kemudian saya berfikir,, jika saya terus menyusui Safa sementara Safa tidak mau makan,, kan saya yang bersalah jika BBnya tidak bisa naik. Karena secara nutrisi,, Asi di usia 2 tahun sudah berkurang gizinya. Saya pun akhirnya sudah ikhlas,, ya memang sudah saatnya disapih mau bagaimana lagi. Saya membesarkan hati saya untuk ikhlas menyapih Safa. Akhirnya pada hari Jumat, tanggal 26 Agustus 2021, saya berniat untuk menyapih Safa dengan sepenuh hati. Saya pun baru pernah berdoa meminta Alloh SWT memudahkan proses menyapih Safa ini di waktu mustajab (sebelum salam) pada saat sholat malam atau sholat subuh waktu itu. 

Proses menyapih pun dimulai ketika Safa bangun tidur, saya sudah mengoleskan biji mahoni ke PD saya. Saat Safa mau nenen, mata saya berkaca-kaca, hati saya sedih sekali melihat mata Safa yang berbinar-binar mau nenen. Saat dia nenen,, raut mukanya berubah dan mulai melepaskan nenennya sambil mengecap ngecap rasa pahitnya. Dan surprisingly,, Safa langsung tidak mau nenen tanpa menangis tanpa mengiba si nenen itu. Dia pun minta air putih untuk menghilangkan rasa pahit tersebut. Ayah yang juga menyaksikan proses menyapih ini pun tidak tega dan hampir luluh. Kasihan Safa, katanya. Dia pun menyesal melihat proses menyapih ini karena membuat hatinya rapuh. 

Proses pagi berjalan begitu mudah, saya tidak melihat Safa memohon-mohon untuk nenen. Tantangan selanjutnya tiba ketika akan tidur siang. Saya tawarkan untuk menggendong Safa sebelum tidur. Dia pun akhirnya menangis meminta nenen saat dibaringkan ke kasur. Saya pun memberkan nenennya yg sudha di oles biji mahoni. Dia pun merasa pahit lagi dan akhirnya tidak mau nenen. Dan sejak saat ini sampai saya menulis di blog ini, Safa tidak pernah meminta nenen lagi. Sesekali saya tes, "Safa mau nenen?". Jawabnya tegas dan singkat, "Tak nak, nenen pahit" (dengan logat nya yang belum terlalu jelas)". 

Alhamdulillah,, proses menuju tidur malam pun tidak ada tantangan yang berat. Safa tetap ngantuk di jam-jam sekitar jam 8 sampai jam 9 malam. Sebelum tidur Safa sering minta di ayun-ayun dahulu dan diusap2 punggungnya sampai dia tertidur. Alhamdulillah Alloh SWT memudahkan proses menyapih kali ini.

Oiya,, ada lagi perubahan pasca menyapih yang saya rasakan. Sampai 2 mingguan setelah menyapih, alhamdulillah, setiap datang waktunya makan pagi, siang, malam, Safa lebih sering untuk menerima menu makanan yang ditawarkan dan lebih banyak memakan snack di waktu-waktu selain makan. Alhamdulillah ya ternyata proses sulit yang dibayangkan saat Emir belum tentu terjadi untuk Safa. Ini pelajaran berguna sekali untuk saya. Jangan memikirkan hal-hal yang sulit sebelum mencoba. Tetap berdoa dan berusaha agar  Alloh SWT memuahkan prosesnya. Alhamdulillah...


Jakarta, 7 Septembe 2021

Safa Sudah Mulai Belajar Mengucapkan Kata-kata

Sekitar Desember 2020,, saya ingat sekali kalau Safa sudah bisa melanjutkan suku kata terakhir dari sebuah kata. Di postingan sebelumnya saya bercerita bahwa Safa belum bisa mengucapkan kata dengan jelas kecuali kata maem dan nenen. Tapi saya tidak terlalu khawatir terhadap perkembangan bahasanya karena sedikit-sedikit nanti in syaa Alloh bisa (ucap saya dalam hati). Jadi walaupun di usia 20 bulan Safa belum bisa mengucapkan kata2 dengan jelas dan tidak bisa melajutkan suku kata terakhir dari sebuah kata, saya dan suami tidak menganggap itu speech delay. Alhamdulillah dalam bulan yang ke-20 ini tiba-tiba Safa bisa mengucapkan 'jah' jika Saya mengucapkan 'Ga,,,". Kemudian kata selanjutnya yang bisa dia ikuti adalah 'ta' dari kata Unta, 'yah' dari kata Ayah. Namun, ketika saya mengucapkan kata Bun....., dia belum bisa mengikuti dengan mengucap 'da'. 

Alhamdulillah,, saya senang sekali melihat perkembangan ini. Ini artinya Safa sudah bisa mengucapkan kata-kata. Proses ini mengingatkan saya pada proses berbicara Emir. Dulu pun pas Emir awal-awal belajar berbicara,, dia baru bisa melanjutkan suku kata terakhir dari kata yang saya ucapkan. Semakin kesini, saya semakin bertambah kosa katanya. Memasuki umur 2 tahun Safa sudah mulai mengucapkan satu kata walaupun pengucapannya belum terlalu jelas. Dia pun punya panggilan baru untuk Bundanya. Safa tidak memanggil saya Bunda melainkan Nenti. Awalnya dia mengucapkan nenti merujuk pada nenen. Tapi kok lama kelamaan, saat dia memanggil saya pun hanya kata Nenti yang diucapkan. Karena itu lucu, saya dan suami membiarkan Safa memanggil saya Nenti. 

Sampai umur 2 tahun 4 bulan, Safa sudah bisa mengucapkan kalimat yg terdiri dari 2 kata. Sekarang Safa sudah jelas mengucapkan Ayah, Mbah, Nenti, Ma Emih (Mas EMir), Ici Manih (isi kembali air minum), tunan cabit (bukan sabit), tonon (tolong), meng wawa (Kucing Safa), tak nak (ga mau), Wawa (Safa), Wawa duyu (Safa dulu), Wawa tuta (Safa juga), nak ini (mau ini), dan masih banyak yang lainnya. Oiya,, Safa juga sudah mulai bisa berdoa sehari-hari mengikuti Bundanya berdoa dan membaca akhir ayat dari surah-surah pendek.

Alhamdulillah,, semakin hari semakin pintar berbicaranya. Semoga menjadi anak yg solehah ya nak. Nanti tambah besar tambah pinter ngaji sama Mas Emir. Love you so much....

Jakarta, 7 September 2021

Thursday, December 17, 2020

Mahdiya Safa Bestari #2 Kemampuan Berbicara

 Setelah yakin bahwa Safa cukup cepat dalam perkembangan motorik halusnya, maka selanjutnya kemampuan berbicara menjadi hal yang ditunggu tunggu. Saat usianya sekitar 9 atau 10 bulan, Safa pertama kali bilang kata 'maem' dengan pengucapan yang belum terlalu jelas, tetapi sudah bisa dimengerti bahwa dia memang bilang 'maem'. Beberapa waktu berselang, Safa pun bisa mengatakan 'nennen' dengan pengucapan yang belum terlalu jelas juga tetapi sudah bisa terdengar 'nenen'. Sampai usianya 1 tahun, Safa pun mulai bisa mengucap ikan dengan kata 'aan'. Kami mendengar ini ketika dia melihat gambar ikan di video Surah Ar Rahman yang kami tayangkan di TV kami. Saya berkali kali amazed ketika video surah itu ditayangkan, Safa bahkan tau di menit berapa ikan itu akan muncul. Jadi ketika sedang nenen misalnya, kemudian videonya masuk ke menit dimana gambar ikan itu muncul, maka Safa langsung melepas nenenya dan menengok ke arah TV sambil menunjuk dan bilang 'ann aan'. Oh,, ikan yaa, saya menjawab. Masya Alloh...

Kemudian,, kata lain yang bisa/hampir bisa diucapkan oleh Safa adalah kata 'meny'. Apakah bisa menebak, kata apa yang dimaksud Safa? hehe. Kata 'meny' ini ternyata menunjuk kepada kata 'meng' yang artinya adalah kucing. Jadi kami memang mengenalkan kucing ke Safa dengan istilah meng. Biasanya saya bilang begini, "Safa itu ada meong atau meng". Ternyata kata itu yang diadopsi menjadi 'meny'. Saat mengucapkan 'meny' ini pun diikuti dengan mimik wajah yang lucu sekali. Masya Alloh... ^^

Saat ini usia Safa hampir menginjak 20 bulan. Tapi ternyata belum banyak kata yang diucapkan. Hal ini memang berbeda dengan kemampuan berbicara Emir dimana Emir lebih dulu bisa berbicara baru kemudian bisa berjalan. Hal ini membuat insight baru buat kami. Kami jadi tahu bahwa masing-masing anak punya perkembangannya sendiri-sendiri. Kami malah suka melihat ekspresi Safa ketika dia hanya bisa menunjuk dan bilang a a a pada benda yang dia ingin ambil. Tetapi walaupun begitu, Safa sudah bisa menangkap maksud perkataan lawan bicaranya. Banyak sekali perintah, peringatan, dan ucapan yang sudah bisa dimengerti Safa. Misalnya, saya menyuruh Safa untuk membuang bungkus wafer yang dia makan. Dia sudah bisa berjalan menuju tempat sampah dan membuangnya. Kemudian, ketika makan, saya menyusuh Safa untuk duduk, maka dia pun duduk. Lalu, saat sebelum mandi, saya mengajak Safa untuk mengambil baju di lemari. Dia pun mengikuti saya dan membawa baju-baju yang saya ambil ke depan TV. Jika Safa ingin pup pun, dia sudah bisa memberikan isyarat kepada orang di sekitarnya untuk mengajak dia ke toilet. Ketika Safa ingin minum dan hanya menunjuk-nunjuk, Saya pun menawari apa dia ingin minum. Jika iya, maka dia mengangguk. Saya pun menyuruh dia untuk mengambil sendiri botol minumnya (jika tempat botol minumnya masih terjangkau oleh dia). 

Banyak sekali instruksi dan benda-benda yang dia sudah mengerti. Ingin semuanya saya ceritakan disini. Contoh lainnya adalah ketika ayahnya mengajak dia melihat bulan, lampu kelap kelip diluar rumah, maka Safa akan mau sekali digendong ayahnya. Sekarang dia sedang menyukai planet dan benda-benda langit seperti Kakaknya. Jika dia melihat planet, bumi, bulan, roket, bintang dll di video murratal Al Quran di TV, dia pun akan menunjuk-nunjuk dan kami pun menyebut benda yang dia tunjuk. 

Safa sudah bisa mengenali HP, sendok, minum, Bunda, Ayah, Emir dan Mbah. Dia juga mengetahui remot, sandal, mobil, unta dll. Saat ini Safa pun sudah bisa mengikuti suku kata terakhir untuk melanjutkan suku kata pertama yang diucapkan. Misal, saya mengajak dia bilang 'minta'. Saya pun hanya mengucapkan 'min.....', agar Safa melanjutkan dengan mengucapkan 'ta'. Alhamdulillah, sekarang bisa mengucapkan beberapa lanjutan kata-kata seperti 'minta, bunda, dan ayah.  Alhamdulillah walaupun kosa kata yang bisa diucapkan masih beberapa, tapi dia sudah bisa mengerti dan menangkap maksud ucapan kami. Semoga ke depanya Safa bisa lebih banyak mengucapkan kata-kata. aamiin aamiin

Oke sekian dulu cerita tentang Safa ya. In syaa Alloh nnti kalau ada waktu.

Emir Bisa Menulis Huruf Abjad

 Rabu, 16 Desember 2020


Hari ini saya masih jadwal WFO, sekitar pukul 12.25 WIB, ayah mengirim video via whatsapp. Ternyata setelah saya buka, video itu berisi tentang Emir sedang menulis huruf demi huruf sampai membentuk kata Ayah dan Bunda. Saya seketika amazed, heboh sendiri dikantor. Saya menecar ayah dengan pertanyaan "kok bisa?", "kok Emir mau nulis?", "siapa yang ngajarin?" dan sebagainya. Tetapi ayah hanya membalas seperlunya, membuat saya kepo sendiri. Saya lihat berkali-kali videonya. Emir benar-benar mau menulis. Dia menulis per hurufnya dengan melihat contoh yang ditulis ayah. Kata-kata yang baru bisa ditulis Emir adalah Ayah, Bunda, Safa, Mbah dan Eyang. 

Tak berapa lama berselang, Mbah Parkah pun mengirim foto berisi gambar hasil tulisan Emir. Mbah juga menyampaikan bahwa Emir mau menulis huruf. Saya pun senyum-senyum sendiri melihat gambar itu.


Sesampainya dirumah, saya langsung tanya ke Emir, "Emir pun saged nulis huruf nggih?, Coba Bunda lihat." Emir yang sedang menonton Upin Ipin pun hanya tersenyum. Sesaat kemudian dia mengambil spidol dan mulai menulis. Walaupun dia belum tau bagaimana pengucapan per hurufnya, tetapi ini merupakan suatu pencapaian Emir dalam hal tulis menulis. Saat ditanya, "Kata ini bacanya apa mir? (saat saya menunjuk kata Bunda, Ayah)" Dia menjawab, "Bunda dan Ayah". Wah ternyata dia hafal pengucapan per katanya. 

Kenapa saya concern sekali dengan pencapaian ini? Karena saat Emir memasuki usia 4 tahun, saya bingung kenapa dia belum tertarik belajar angka, huruf ABC, huruf hijaiyah. Padahal anak-anak dibawah dia sudah ada yang belajar huruf dll. Saya bukan ingin Emir bisa membaca huruf, angka dan hijaiyah. Saya hanya ingin setidaknya Emir tertarik untuk belajar ketiga hal itu. 

Sebenarnya saya sudah beberapa kali mengajarkan Emir mengeja huruf, angka dan hijaiyah dengan metode saya sendiri. Saya mengajari huruf per huruf. Saya mengajari ini A, B, ini 1, 2 dan ini Alif, Ba. Tapi Emir tidak tertarik, dia hanya suka di menit-menit awal. Selebihnya pasti sudah tidak fokus. Emir pun baru bisa mengetahui bentuk angka 1. Tapi ketika menghitung, dia sudah bisa mengetahui jumlah sampai angka 3. Untuk huruf hijaiyah, saat ini Emir hanya baru bisa mengeja huruf Alif saja. Alhamdulillah, kekhawatiran ini selalu diback up ayah. Ayah yang selalu menenangkan jika urusan calistung nanti ada saatnya Emir bisa. Jika sudah begitu, saya pun tenang. Tidak -membanding-bandingkan Emir dengan anak lain. Hanya ada sedikit kekhawatiran dari Eyang dan Mbah nya yang ingin Emir bisa calistung.

Walaupun saya tenang, bukan berarti saya diam saja. Saya mulai mencari tahu informasi apakah ada cara kekinian untuk mengajarkan anak senang belajar calistung. Saya sudah membaca bagaimana metodenya Okina Fitriani (penulis buku Enlighting Parenting) yang bisa mengajarkan anak usia 3,5 tahun bisa membaca. Dalam artikelnya, Okinaf menggunakan metode Gleen Dolman. Metode Glenn Doman adalah suatu metode belajar dengan bermain untuk menstimulasi otak agar berkembang lebih baik dengan menggunakan media berupa flash card dengan huruf ditulis warna merah dan menggunakan huruf kecil. Flash card merupakan kartu yang dilengkapi dengan kata-kata atau kata-gambar. Saya pun mencari apa itu metode Glenn Dolman. Setelah mencari tahu, ternyata ada flash card yang diproduksi dari metode ini dan sepertinya saya tidak sanggup membeli 1 paket flash card ini. Saya pun bertanya ke teman yang sudah mengajari anaknya membaca. Dia merekomendasikan untuk mencari tahu tentang metode Montessori yang di dalamnya ada hal-hal tentang membaca dan menulis. Plus dia juga memberi tahu akun IG beberapa praktisi montesori di Indonesia. Dan akhirnya saya membeli buku "Jatuh Hati pada Montesorri" karya Vidya Dwina Paramita dan "Islamic Montesorri-Inspired Activity" karya "Zahra Zahira", serta kartu seri membaca karya Zahra Zahira juga. Sebenarnya ada buku Zahra Zahira tentang mengajari anak membaca ala Montesorri, tetapi saya masih belum beli. Saya takut buku-buku ini tidak selesai. Jadi saya selesaikan dulu kedua buku ini.

Alhamdulillah, buku yang pertama sudah hampir selesai saya baca. Isinya bagus, bahasanya mudah dipahami sehingga saya cepat membacanya. Di dalamnya ada banyak bahasan, bukan tentang membaca saja. Tetapi ada bahasan khusus tentang membaca dan menulis yang sepertinya cocok dengan kondisi Emir pasca bisa menulis huruf ini. Dan ini yang membuat saya membuka buku ini lagi. Jadi di Montesorri itu ada Area Bahasa dan Literasi. Salah satu bahasannya adalah Writing Before Reading. Kenapa menulis dulu baru kemudian membaca? karena anak disebut mulai menulis ketika ia mulai mengeksplorasi alat tulis, kemudian membentuk beragam coretan. Nha saya pun jadi merenungi, kenapa ya Emir bisa langsung mengikuti cara menulis huruf-huruf itu. Padahal saya dulu harus dipegangi tangannya oleh orang tua saya, untuk diajari bagaimana menulis huruf. Hal pertama yang memang harus disyukuri pasti semua ini karena atas ijin Alloh. Nha wasilah Emir untuk sampai bisa menulis dengan hanya meniru contoh mungkin karena ikhtiar sebelumnya. Jadi memang sejak mengenal alat tulis (kertas, pensil, bolpoin, spidol, pensil warna, maupun crayon), Emir selalu minta digambarkan sesuatu yang dia suka. Dulu saat usia dibawah 2 tahun, Emir meminta kami untuk menggambar kipas. Kemudian ketika dia tertarik, dia memegang bolpoin sendiri dan mencorat coret dikertas tanpa ada pola khusus. Lama kelamaan, Emir pun bisa membentuk coretan melengkung dan membentuk seperti lingkaran. Semakin bertambahnya umur, Emir bisa membentuk garis, dan akhir-akhir ini ketika dibelikan spidol baru, Emir sudah bisa bikin pohon, awan, dan ikan hiu kecil dan besar. Nha, pasca bisa menggambar inilah kemudian, Mbah Parkah menulis kata Emir, dan tiba-tiba saja dia tertarik menulis huruf per huruf. 

Kalau kesimpulan ayah tentang ini, ya memang saat ini Alloh SWT ijinkan Emir bisa menulis huruf. Mungkin wasilahnya dari latihan corat coret sebelumnya. Baiklah,, apapun teori yang bisa disimpulkan dari Emir bisa menulis huruf, saya sangan bersyukur dengan progres apapun dari Emir. Walaupun ada sedikit rasa, 'Yah bukan saya yang melihat pertama Emir menulis'. Tapi tidak apa-apa. Rasa itu hilang setelah melihat langsung. 

Sekian dulu cerita tentang Emir hari ini. Insya Alloh nanti dilanjut cerita Safa ya...

Wednesday, December 16, 2020

Mahdiya Safa Bestari #1

 Alhamdulillah,, di usia Safa yang menginjak 7 hari, Alloh SWT memberikan kepada saya dan suami rizki untuk menyelenggarakan Aqiqah untuk Safa sekaligus launching nama. Kami akhirnya memberikan dia nama Mahdiya Safa Bestari dengan nama panggilan Safa. Mahdiya artinya Rightly Guided By Alloh SWT. Kami berharap nantinya ia tumbuh menjadi orang yang selalu mendapat petunjuk dari Alloh SWT, menjadi orang yang selalu dituntun oleh Alloh SWT. Safa artinya bersih, tenang, teman baik dan murni. Kami berdoa semoga Safa menjadi anak yang suci, jujur, penyabar, bersahaja. Sementara Bestari mempunyai makna luas dan dalam pengetahuannya, berpendidikan baik, dan berbudi pekerti baik. Semoga Alloh SWT mengabulkan doa dan makna di balik namamu nak. aamiin.

Setelah hampir 2 bulan Safa tinggal di rumah Yangti Yangkung di Sokaraja, akhirnya seminggu setelah Hari Raya Idul Fitri tahun 2019, kami boyongan lagi pindah ke Depok. Alhamdulillah, ayah bisa mudik. Jadi perjalanan ke Depok bisa ditemani ayah, Yangkung, Yangti, Opa, Om Zulfi, Om Dut, Onty Bella, Onty Pipit dan saudara yang lain naik mobil. Sekaligus membawa mobil yang baru dibeli ayah di Purwokerto. Alhamdulillah...


Semakin hari, Safa semakin lincah. Saat usianya menginjak 3 bulanan, Safa berhasil tengkurap sendiri. Safa bisa membalikkan badan kembali ke posisi telentang tidak lama setelah dia berhasil tengkurap. Dari sini saya menyadari bahwa ada perbedaan dalam tumbuh kembang masing-masing anak. Saya dan ayah sepakat jika Safa lebih dominan pada motorik kasarnya, sedangkan Emir lebih dominan di motorik halusnya. Menurut saya itu hal yang harus disyukuri, bukan untuk dibanding-bandingkan. Saat Emir bisa tengkurap di usia 3 bulan, proses membalikkan kembali badannya lumayan agak lama. Saya lupa umur pastinya mungkin sekitar usia 6 bulanan.

Safa saat usia 5 bulan sudah bisa mengangkat badannya dengan tangan dan sudah bisa 'Onggong-onggong'. Kemudian, Safa bisa mendorong badannya mundur tapi bukan merangkak. Setelah bisa merangkak, baru dia bisa merangkak maju.  Saat usianya memasuki 6 bulan, Safa sudah bisa mengambil posisi duduk dari posisi sebelumnya tengkurap. Saya sendiri agak terkejut dengan perkembangan fisiknya yang lumayan cepat ini. Bisa dibilang, saya tidak melakukan effort yang banyak dalam melatih Safa untuk bisa ini itu, tetapi masyaa Alloh atas ijin Alloh, Safa bisa cepat perkembangan motorik kasarnya sesuai dengan tabel tumbuh kembang anak versi WHO. 

19 April 2020

Memasuki usia 1 tahun, qodarulloh ada pandemi covid19 sejak Maret 2020, yang mengharuskan saya dan suami menghabiskan waktu lebih banyak dirumah untuk melakukan Work From Home. Hikmah dari semuanya, saya dan suami lebih banyak menghabiskan waktu bersama anak-anak. Alhamdulillah saya sangat bersyukur, bisa melihat sendiri Safa ketika dia berdiri untuk pertama kalinya. Mungkin bukan tepat di usia 1 tahun, tapi saya ingat waktu itu mungkin hampir 1 tahun, Safa tiba-tiba berdiri sendiri tanpa memegang tembok. Tapi itu hanya bertahan beberapa detik saja. Setelah itu, dia lebih sering berdiri sendir. Semakin lama semakin lama pula durasi nya berdiri. Setelah kuat berdiri, Safa pun berani mulai berjalan satu dua langkah yang kemudian terjatuh. Alhamdulillah,, setelah beberapa hari berlatih berjalan pelan-pelan, akhirnya Safa bisa berjalan juga. Masya Alloh Tabarakallahu. 

Proses Safa berjalan ini pun sangat Alloh SWT mudahkan. Mainan Emir untuk latihan berjalan sengaja masih kami simpan untuk latihan berjalan Safa. Tapi ternyata Safa tidak banyak menggunakan itu untuk berjalan. Bantuan yang dipakai Safa lebih banyak dari bantuan kami memegangi tangannya atau berjalan berpegangan kursi. Sejak Safa bisa berjalan ini, Emir sudah mulai menikmati bermain bersama Safa karena Safa sudah bisa mengejar pelan-pelan Emir saat bermain. Sebelumnya, Safa hanya mengikuti Emir dengan merangkak. 

Mungkin sampai disini dulu cerita tentang Safa,, in syaa Alloh nanti dilanjut cerita selanjutnya ya,,,

Monday, November 9, 2020

Hello and soon to say goodbye 2019!!!

30 Desember 2019
Hari ini di kantor iseng buka blog lagi. Ternyata postingan terakhir adalah tulisan tentang Aliran Rasa Bunda Sayang yang di post tanggal 31 Desember 2019 (tepat hampir setahun lalu). Tahun 2019 hampir berakhir, 2020 hampir datang. Setiap akhir tahun selalu merasa dan berkata, "wahh ga kerasa ya udah ganti tahun." Hmmm, benar secepat itukah melalui tahun demi tahun. Bahkan anggota baru yang lahir di tahun 2019 di keluarga kami pun belum sempat mampir untuk diceritakan di blog ini. Setiap akhir tahun begini, selalu merasa apa ya yang sudah saya kerjakan di tahun ini. Apakah secara pribadi sudah lebih baik, sudahkah target 2019 yang dituliskan di tahun 2018 sudah tercapai?

Duluuuu, duluu sekali saat masih muda, belum menikah, setiap pergantian tahun, yang dipikirkan atau yang di refleksikan adalah hal-hal dan target-target yang sebagian besar masih tentang ke-duniawi-an. Walaupun sebenarnya saya tidak pernah membuat target/resolusi secara tertulis. Tapi di dalam hati sering terbesit kan apa yang ingin dicapai di tahun selanjutnya. Sekarang, setelah menjadi istri dan ibu 2 orang anak, setelah kepergian ibu mertua yang mendadak, saya menjadi tersadar bahwa keluarga lah yang paling utama. Saya hanya ingin menjadi istri yang berbakti kepada suami, menjadi ibu yang baik untuk Emir dan Safa, membersamai tumbuh kembang mereka, menjadi anak yang berbakti pada orang tua, menjadi pribadi yang baik untuk orang-orang di sekitar saya. Bahwa saat ini saya hanya ingin membahagiakan mereka semua, menjadi lebih dekat dengan Alloh SWT dan Rosulullah Sollallahu 'Alaihi Wassalam.  Bahkan impian saya dari dulu yang ingin keliling Eropa pun tiba-tiba menjadi nomor sekian. Jika pun ada wishlist untuk bepergian, saya ingin bersama-sama keluarga kecil dan orang tua menjalankan ibadah umroh dan mengunjungi negerinyaMuhammad Al Fatih (idola saya untuk dikenalkan ke Emir) dan beribadah haji bersama suami saya.

Semoga Alloh SWT selalu membimbing saya, keluarga saya dan seluruh saudara muslim saya untuk selalu berada di jalan yang lurus. Semoga Alloh SWT memberikan rahmat dan hidayahNya kepada kita semua. aamiin


PS:
Ini postingan di akhir tahun 2019 yang ternyata belum dipost. Saya pun mempublishnya hari ini...


Welcoming Baby Safa!!

 Bismillah,,,


Sudah di penghujung tahun 2020 dan selama tahun 2019 ternyata tidak pernah menulis apapun. Jadi sudah hampir 2 tahun saya tidak menceritakan apapun di blog ini. Padahal banyak sekali moment penting yang terjadi di 2019 dan 2020 ini. Alhamdulillah hari ini iseng buka blog. Dengan laptop baru (dari ayah), semangat buka laptop pun jadi semakin besar. Tulisan pertama di tahun 2020 ini pun akan saya mulai dengan cerita kelahiran anak kedua saya, yang bernama Mahdiya Safa Bestari.


Tahun 2019

Bulan Maret tahun 2019, saya memulai cuti lahiran saya di minggu ke-35 kehamilan. Saya, suami dan Emir pun mudik ke Bumiayu dan Purwokerto sehari sebelum libur panjang bulan itu. Setelah libur panjang, suami kembali ke ibukota untuk menjemput rejeki. Saya dan Emir tetap di rumah Yangkung dan Yangti di Sokaraja, Purwokerto. Setiap weekend, ayah selalu mudik untuk bertemu dengan kami. Saya selalu berdoa agar saat lahiran nanti, suami pas bisa menemani. Minggu demi minggu pun saya lewati. Jadwal kontrol ke dokter kandungan pun sudah setiap minggu. Waktu itu saya kontrol ke dr. Amin, Sp.Og di RS Bunda Purwokerto. Beliau juga dokter kandungan waktu Emir lahir dulu. Saya tak mau pindah ke dokter lain karena saat lahiran Emir beliau menenangkan dan jahitannya pun alhamdulillah aman. Ternyata saat kontrol kandungan kehamilan kedua pun, beliau tenang sekali dalam memeriksa. Saat itu usia kandungan saya sudah masuk minggu ke-40 lebih 3 hari. Tapi si debay belum ada tanda-tanda kontraksi yang serius. Pernah sesekali mules, tapi kemudian hilang. 

Hari itu saatnya kontrol ke dr. Amin. Alhamdulillah minggu ini suami stand bye di Purwokerto selama seminggu karena ada libur kejepit saat pelaksanaan Pemilu. Jadi saat kontrol bisa ditemenin suami. Sebenarnya sebelum kontrol, ada sedikit kegalauan. Suami saat itu mengeluarkan opsi untuk melakukan operasi cesar karena sampe HPL belum juga lahir. Selain itu, opsi ini muncul juga karena suami baru membaca cerita seorang selebgram yang mencapai kehamilan usia 40 minggu, kemudian dia diinduksi sampai 3 hari, dan ujung-ujungnya tetap di operasi cesar karena tidak ada kemajuan pembukaan selama diinduksi. Karena pertimbangan it, pak suami jadi berfikir jika ujung-ujungnya harus dioperasi, kenapa dari awal saja tidak langsung operasi. Saya pun sedih dan bingung mendengar opsi itu. Suami juga takut jika harus diinduksi selama 3 hari, Emir akan lama bertemu dengan ibunya. 

Opsi ini pun kami sampaikan ke Bapak Ibu saya, mereka pun tau saya keberatan dengan opsi ini. Tetapi akhirnya mereka menyerahkan semua keputusannya ke suami sambil menunggu hasil rekomendasi dari dokter selepas kontrol hari ini.

Waktu Kontrol

Siang itu alhamdulillah bisa kontrol ke dr. Amin. Hari itu Kamis tanggal 18 April 2019. Saat menunggu antrian, ada orang yang baru masuk ke ruang bersalin. Dalam hati waktu itu, duh kapan ya ini bisa masuk ke ruang itu. hihi. 

Saat masuk ke ruangan kontrol, kami pun mengutarakan kegalauan kami dan opsi kami. Dan waktu itu saya benar-benar bersyukur memilih dokter Amin karena apa yang disampaikan benar-benar menenangkan. Saat kami bilang, "dok, ini apa langsung cesar aja?". Dokternya pun langsung bilang, "jangan dulu,, proses lahiran itu hanya ada 2, normal dan operasi. Kalau bisa diusahakan normal, ya kita usahakan. Ini sebenarnya sudah waktunya lahir. Jika belum mules, nanti kita induksi. Induksi pertama juga dengan obat yang diminum, jika selama 8 jam belum ada kemajuan kontraksi, maka nanti diganti induksi yang infus, jika tidak ada kemajuan juga maka nanti langsung tindakan operasi." 

Saya lupa-lupa ingat waktu itu apakah kami ngotot ingin langsung operasi atau tidak. Tapi setelah USG, dokter bilang kalau posisi janin sudah bagus, kepala sudah dibawah, posisi kepala juga sudah di panggul. Jadi sebenarnya tinggal menunggu gelombang cinta saja kapan mau datang. Akhirnya kami tenang karena masih bisa berharap untuk lahiran normal. Oiya, bukannya saya anti lahiran cesar atau menganggap lahiran normal lebih baik, tapi saya pribadi takut untuk menghadapi operasi dan bayangin perut saya di sayat. hihi.  

Alhamdulillah setelah kontrol tenang, suami juga tenang. Dokter hanya membuat surat pengantar untuk diserahkan ke dokter jaga di UGD untuk tindakan induksi jika sampai hari Minggu tidak ada gelombang cinta yang datang.

Alhamdulillah sekali,, Kamis malah menuju tengah malam, saya terbangun dari tidur dan merasa ada gelombang cinta yang datang secara rutin. Saya pun tidak bisa tidur setelah itu. Saya pun masih berbaring di tempat tidur karena sakitnya masih bisa saya tahan. Sekitar 1-2 jam kemudian, sakitnya sudah tidak bisa tertahan jika berbaring. Akhirnya saya keluar kamar dan berjalan memutari rumah untuk mengurangi sakit yang datang. Sampai kira-kira pukul 2.00 dini hari, saya pun mulai kesakitan. Akhirnya saya membangunkan suami, Bapa dan Mama untuk segera mengantar saya ke RS. Sampai di RS, dicek oleh Bidan ternyata sudah pembukaan 3. Alhamdulillah....

Setelah pemeriksaan singkat, saya di antar ke ruang bersalin. Saya masih bisa berjalan ke toilet saat itu. Bapa Mama kembali ke rumah untuk mengambil barang-barang yang dibutuhkan. Saya ditunggu suami saat merasakan nikmatnya gelombang cinta yang datang. Sakit yang datang saat ini masih bisa saya tahan dengan berdiri. Suami ikut berdiri sambil mengelus-elus punggung bagian bawah saya untuk mengurangi rasa sakitnya.

Ternyata di ruang bersalin ini ada 2 ibu yang sedang menunggu bayinya lahir. Salah satunya ada ibu yang tadi siang saya lihat masuk ke ruang bersalin. Berarti sudah 12 jam lebih ibu itu diruang bersalin dan sampai saat saya di ruang bersalin, bayinya belum juga lahir. Ibu yang lainnya pun teriak menahan sakitnya gelombang cinta. Ternyata ada orang lain yang lahiran dalam ruang bersalin bisa mempengaruhi kondisi psikologis saya. Apalagi saat mendengar bunyi jeritan, saya jadi semakin takut jika proses lahiran saya akan lama. Akhirnya suami meminta perawat untuk menutup pintu ruangan kami. Sehingga saya bisa fokus dengan sakit yang saya alami.

Lama kelamaan, sakit yang saya rasakan semakin intens dengan jeda yang sebentar. Saya pun sudah tidak kuat berdiri. Saya pun berbaring untuk menahan mengejan. Karena, mengejan sebelum pembukaan sempurna akan membuat jalan lahir jadi merah/sakit/kering (saya lupa efeknya). Intinya tidak boleh mengejan sebelum pembukaan sempurna. Padahal ya setiap mules datang, rasanya ingin mengejan. Jadi sebenarnya bukan mulesnya yang membuat kesakitan, tapi menahan mengejan itu yang butuh perjuangan. 

Setelah sekitar berapa jam menahan mengejan, tiba-tiba saya merasa ada yang pecah di bagian jalan lahir. Rasanya seperti balon berisi air yang pecah. Karena saya merasa langsung banyak air yang keluar. Saya pun merasa jangan-jangan ini ketuban pecah. Suami langsung meminta Bidan memeriksa. Ternyata benar air ketuban saya pecah dan alhamdulillah sekali pembukaannya sudah sempurna. Masya Alloh Alhamdulillah. Akhirnya saya dibawa ke meja bersalin (itu lho tempat tidur yang khusus untuk ibu mengejan. jadi ada tempat untuk mengangkang kaki di kanan dan kiri). Sampai meja bersalin pun saya masih belum boleh mengejan, padahal rasanya Ya Alloh udah pengen mengejan. Saya sampai hampir tidak kuat untuk menahan tidak mengejan. Alhamdulillah tiba-tiba dokter Amin yang sedang menemani ibu sebelah lahiran, tiba-tiba datang ke saya dan saya pun disuruh mengejan. Alhamdulillah wa Syukurillah, saat mengejan kedua kalau tidak salah, bayi perempuan saya lahir dengan sehat dan selamat. Dede bayi lahir di hari Jumat, 19 April 2019 sekitar pukul 6.30 WIB. Bayi itu kami beri nama Mahdiya Safa Bestari di hari ketujuh dia lahir. 

Moment kelahiran selalu menjadi moment paling haru untuk saya. Saya masih ingat hari dimana saya melihat anak pertama saya lahir kedunia, rasa harunya sama seperti saya melihat pertama kali anak kedua saya. Puji syukur tak henti-hentiya saya panjatkan kepada Alloh SWT atas limpahan karunia yang diberikan. Proses lahiran yang tidak panjang, suami yang menjaga selama proses lahiran dan dokter yang menenangkan selama proses hamil dan lahiran.

Tim Bidan dan Perawat langsung membersihkan bayi saya dan segera memberikan kepada saya untuk proses IMD. Selama proses IMD, dokter menjahit luka sobekan di jalan lahir. I was enjoyed the process of IMD. Suami juga tak lupa mendokumentasikan moment IMD itu. Alhamdulillah debay nya bisa menemukan puting walaupun ASI nya belum keluar saat itu. Asi baru keluar saat malam menjelang dini hari saat kami sudah mulai luluh untuk memberikan sufor kepada dede bayi. 

Alhamdulillah cerita panjang soal kelahiran anak kedua mungkin sampai disini dulu. Semoga selanjutnya bisa konsisten menulis disini. Semoga cerita ini dapat menginspirai.


Terima kasih...

Monday, December 31, 2018

Aliran Rasa Kelas Bunda Sayang Bacth #3 Depok

Alhamdulillahirabbil'alamin,,,,
Puji syukur yang tak terhingga terucap kepada Alloh SWT yang memberikan kesempatan saya untuk menyelesaikan Kelas Bunda Sayang IIP Batch 3 Kota Depok. Tak terasa sudah 12 bulan menjalani materi, tantangan demi tantangan dan interaksi sesama Bunda di kelas Bunsay ini. Alhamdulillah, dengan tekad yang cukup kuat, saya dan Emir berhasil menyelesaikan 12 materi beserta tantangannya dalam 12 bulan yang mengesankan dengan perolehan badge yang bermacam-macam pula. Dari awal memang saya niatkan target di setiap level adalah mendapatkan badge "Outstanding Performances", tapi di tengah perjalanan ada beberapa level yang mendapatkan badge level dasar dan level "You're Excelent". Hal ini bukan berarti saya berorientasi pada hasil, tetapi hal ini sebagai penyemangat saya agar lebih konsisten setiap harinya dalam menyelesaikan 10 hari atau bahkan sampai 15 hari berturut-turut tantangan. Selain itu, saya berharap hal ini bisa dijadikan cerita untuk Emir nanti agar dia tahu bahwa kami pernah sama-sama belajar mengaplikasikan tiap-tiap materi di Kelas Bunsay ini.

Ada hal lain yang saya syukuri di kelas ini yaitu saya berhasil menantang diri saya untuk melakukan hal yang sebelumnya saya ragu-ragu untuk melakukannya. Hal tersebut adalah, saya menawarkan diri untuk menjadi Koordinator Bulanan di materi level 8. Awalnya saya tidak pernah terfikir untuk menjadi Korlan karena saya takut tidak bisa konsisten membagi waktu antara pekerjaan ranah publik, domestik dan tugas sebagai korlan. Tapi berkat sahabat saya sesama peserta Bunsay di Tangsel menyemangati saya bahwa pasti saya bisa. Alhamdulillah dengan dukungan suami, level 8 berhasil saya lewati sebagai Korlan. Ternyata menjadi korlan sangat menyenangkan.hiihi.

Di Kelas Bunsay ini juga saya belajar banyak hal, selain materi yang dibagikan setiap levelnya, saya juga berkesempatan mengenang kembali cara presentasi walaupun melalui whatsapp bersama Emak-emak hebat di grup kecil yang disusun di level 11. Level ini beda dari level sebelumnya, biasanya kami hanya mendapat materi dari fasil, kali ini kami diminta mengumpulkan materi sendiri per grup dan dibagikan dalam diskusi setiap harinya. Peserta yang tidak mendapatkan tugas presentasi mendapat tugas untuk meresume hasil diskusi masing-masing kelompok. Saat itu setiap malam grupwag rame karena presentasi. Dari sini juga banyak  sekali materi yang saya dapatkan tentang Fitrah Seksualitas. 

The last but not least,, aliran rasa ini saya persembahkan untuk Emak-emak kece khususnya di kelas Bunsay saya yang selalu ceria, selalu saling menyemangati dan selalu semangat di setiap kesempatan. Semoga nanti moment wisuda offline Kelas Bunsay bisa hadir semua dan bisa bersilaturahim secara langsung dengan Emak-emak ini. Semoga Alloh SWT selalu memberkahi keluarga kita semua dan menjaga silaturahim kita semua dan semoga kita akan bertemu di JannahNya kelak. aamiin.


Semoga kita ketemu lagi di Kelas Bunda Cekatan ya mak mak. aamiin


Wednesday, November 14, 2018

Hari 10 Tantangan Level 12 "Al Quran"

Saya mempunyai 2 aplikasi untuk membaca Al Quran, yaitu Al Quran Android dan Al Quran Indonesia. Kenapa saya instal 2 aplikasi dengan fungsi yang sama? Karena keduanya mempunyai kelebihan masing-masing. Al Quran Android memudahkan saya membaca karena bentuknya sama seperti mushaf yang saya baca. Sedangkan Al Quran Indonesia mempunyai fitur lain selain 30 juz, yaitu jadwal sholat, arah kiblat, arti per ayat dan per surah. Alhamdulillah dimanapun jika ingin membaca Al Quran bisa dengan mudah membuka kedua aplikasi ini. Jika bingung arah kibat, tinggal buka Al Quran Indonesia...

Selain itu, kedua aplikasi ini juga menyediaan bacaan2 imam besar. Jadi jika ingin mendengarkan murrotal, bisa download audionya dan pilih suara imam favorit...

Hari 9 Tantangan Level 12 "Mencari Resep Masakan melalui Cookpad"

Bagi saya yang sebelum menikah belum bisa masak, aplikasi Cookpad sangat membantu dalam mencari resep masakan. Selain tanya resep ke Mama dan Ibu Mertua, saya sering mencari resep di cookpad. Jenis masakan yang sering saya cari di cookpad ada snack, jajanan pasar dan makanan tradisional dari beberapa kota yang pernah saya makan. Contohnya ayam betutu, otak-otak makasar, klepon, cenil, singkong thailand dan banyak lagi.

Di aplikasi ini juga bisa menandai resep sehingga tak perlu lama mencari. Kita tinggal menyimpan resep tersebut dalam cookpad list. Alhamdulillah

Hari 8 Tantangan Level 12 "Belajar Bahasa Inggris melalui Duolingo"

Semenjak selesai kuliah magister, saya sudah jarang menggunakan bahasa inggris dalam kehidupan sehari-hari. Dikantor hampir tidak pernah menggunakan bahasa inggris baik untuk membaca, menulis maupun berbicara. Apalagi kegiatan dirumah juga jarang yang mengharuskan memakai bahasa inggris. Paling sesekali bercandaan dengan suami atau baca artikel bahasa inggris.

Nha kemarin-kemarin saya intip-intip aplikasi tentang belajar bahasa dari emak-emak. Nama aplikasinya duolingo, banyak sekali pilihan bahasa yang ingin dipelajari. Saya memilih bahasa inggris yang memang sudah pernah dipelajari. Saat memulai ada semacam placement test untuk mengetahui tingkat kemampuan kita terhadap bahasa tersebut. Saya baru mencoba sebentar, tapi sepertinya lumayan membantu untuk mengembalikan memori yang tak pernah dipakai.

Monday, November 12, 2018

Hari 7 Tantangan Level 12 "Youtube Semua Ada"

Duluuuuu sekali, bagi saya youtube hanya untuk search musik-musik baru, nonton film atau video yang menghibur. Saat ini, dengan hp android ditangan dan dengan adanya aplikasi youtube, sangat membantu bagi saya untuk mendengarkan murrotal bagi Emir dan calon adiknya kelak. Selain itu, jika ada hal yang ingin diketahui tentang agama, mudah sekali mencari materi yang disampaikan para ustadz. Banyak juga kajian-kajian live dari para ustads yang sangat memudahkan emak-emak yang ga bisa datang langsung dikajian. Alhamdulillah, dengan niat baik dan tujuan baik, youtube pun bisa bermanfaat bagi yang membutuhkan...

#hari7
#gamelevel12
#keluargamultimedia
#kelasbunsayiip

Hari 6 Tantangan Level 12 "Instagram Semua Ada"

Salah satu aplikasi yang paling hits saat ini adalah Instagram. Banyak sekali kaum milenials yang menjadikan istagram sebagai mata pencaharian. Bahkan ada yang menjadi selebgram karena instagram. Tapi bagi saya, instagram sekarang ini bukan hanya media untuk share foto atau video. Lebih dari itu, banyak sekali manfaat yang saya dapat dari IG.
- Untuk follow akun2 yang share tentang parenting (contohnya IIP, @byummubalqis, @okinaf (enlightening parenting))
- Untuk follow akun2 para ustad dimana mereka sering share tentang ayat-ayat Al Quran dan Hadist. Pluss sering bisa denger kajian live lewat IG.
- Untuk follow akun resep masakan
- Untuk follow akun yang share tentang kegiatan anak
- Dan tak ketinggalan adalah untuk follow akun2 belanjaan kebutuhan emak-emak dan anak.hihi

Alhamdulillah IG membuat semuanya mudah. Tapi ada kelemahannya memang, kalau sekali scrool IG, bisa keterusan bila tak di kontrol diri sendiri. So, manajemen waktu perlu diterapkan saat main IG.

#hari6
#keluargamultimedia
#tantanganlevel12
#kelasbunsayiip

Wednesday, November 7, 2018

Hari 5 Tantangan Level 12 "Software Prtofolio Anak"

Berawal dari obrolan di grup bunsay tentang software portofolio anak, saya pun penasaran apa itu software portofolio anak. Saya pun japri Mak Putri untuk bertanya apa itu software portofolio. Mak Putri memberikan informasi tentang Filio (Fitrah-Based Portofolio) dari Semanggi Family dan Software Kids 1,0. Keduanya berfungsi untuk mencatat rapot narasi atau portofolio anak (bacaan dari berbagai kumpulan jurnal kegiatan anak yang sudah ditulis sebelumnya. 

Saya pun baru mendownload Filio dan mencoba menulis kegiatan bersama anak berikut ini:


Hari 4 Tantangan Level 12 "Belajar Desain Menggunakan Canva"

Social media sekarang ini mempunyai peran yang cukup penting bagi kehidupan masyarakat. Bukan hanya sekedar untuk eksis atau publish foto, tapi sosial media sekarang sudah menjelma menjadi mata pencaharian untuk sebagian orang. Banyak orang berjualan lewat sosmed, banyak orang terkenal lewat youtube dan menuai pundi-pundi uang dari sana.

Salah satu sosmed yang berpengaruh bagi masyarakat adalah facebook dan instagram. Banyak enterpreneur yang memulai usahanya lewat jualan online di IG/FB. Untuk menarik minat pembeli, dibuatlah foto yang menarik untuk di unggah di akunnya. Banyak pula orang yang suka menulis dan membagikan quotes nya melalui IG. Dia pun membuat tulisannya dengan desain yang bagus agar mudah diingat.

Nha, waktu itu saya ikut kuliah online bisnis gratis bersama pengusaha muda sukses yang membagikan ilmu bisnisnya melalui telegram. Waktu itu saya baru tahu ada aplikasi Canva yang menyediakan banyaak sekali template yang bisa dipakai sesuai kebutuhan. Misal kita mau menulis quote, kita tinggal pilih desain yang sesuai dengan tema quote kita, dan kemudian menambahkan tulisan kita. Background dan gambar sudah dengan cantiknya menghiasi tulisan kita.

Saat game level 11 bunsay dimana saya dan kelompok harus presentasi materi, sy banyak menggunakan Canva untuk menuliskan materi sebagai bahan paparan. Di canva banyak sekali pilihan jenis ukuran gambar sesuai peruntukannya. Ada untuk IG stories, poster, flyer, logo, twitter, fb dsb. Saya suka sekali aplikasi ini sehingga jika nanti someday mau buka toko, saya mau membuat logo nya melalui canva.

#hari4
#gamelevel12
#keluargamultimedia
#kelasbunsayiip