Saturday, April 21, 2018
Aliran Rasa Game Level 6 "Stimulasi Matematika Logis'
Wednesday, April 18, 2018
📕 Camilan Level 6 Rabu, 17 April 2018 *Matematika kata Ahli*
📕 Camilan Level 6
Rabu, 17 April 2018
*Matematika kata Ahli*
Yuk berkenalan dengan beberapa metode belajar matematika yang terkenal efektif dan mudah yang ditemukan oleh para ahli.
🍩 *Metode Gasing (Gampang, Asyik, Menyenangkan)*
Ditemukan oleh Prof. Dr. Yohanes Surya, beliau adalah pakar yang telah membimbing para siswa Indonesia menjuarai olimpiade matematika dan sains tingkat dunia. Sebelum mengerjakan soal matematika, terlebih dahulu anak harus memahami konsep dasar matematika. Pemahaman konsep dilakukan secara bertahap, sehingga mampu memahami hubungan antara 1 konsep dan lainnya. Ciri khas metode ini adalah dengan cara mencongak, yang diawali dari 2 digit, 3 digit, 4 digit, dan seterusnya.
🍮 *Metode Kumon*
Ditemukan oleh seorang guru matematika asal Jepang, Toru Kumon. Dalam metode ini, level awal setiap anak berbeda, level ditentukan oleh materi yang dapat dikerjakan dengan mudah dan tanpa kesalahan. Dalam proses pembelajarannya, setiap anak akan diberikan lembar kerja yang disusun secara sistematis, cermat, dan small steps, disesuaikan dengan tingkat kemampuan anak, dan terus meningkat.
🍧 *Metode Sempoa (Mental aritmatika)*
Sempoa adalah alat hitung kuno yang terbuat dari rangka kayu dengan sederetan poros berisi manik-manik yang bisa digeser. Mental aritmatika menekankan pada penambahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian. Pada awalnya, anak akan menggunakan sempoa sebagai alat bantu, namun lambat laun anak akan terbiasa menghitung tanpa menggunakan sempoa/ alat bantu. Manfaat menggunakan sempoa antara lain : merangsang potensi otak anak sehingga dapat berkembang dan mencapai fungsi yang maksimal, melatih daya imajinasi dan kreativitas, melatih daya logika dan sistematika berpikir, melatih daya konsentrasi dan daya ingat, serta meningkatkan ketelitian dalam berpikir.
🍶 *Metode Mathemagics*
Dirancang dan dikembangkan oleh Ariesandi Setyono, yang fokus pada pemahaman anak akan konsep matematika yang benar. Dalam proses pembelajarannya menggunakan permainan sehingga memberikan pengalaman yang menyenangkan, hati gembira dan kesan mendalam. Mathemagics mengajarkan metode aljabar, konsep dasar berhitung dengan memperhatikan aspek psikologis anak, sehingga mampu mengakomodasi gaya belajar mereka masing-masing.
🍙 *Metode Jaritmatika*
Dikembangkan oleh Septi Peni Wulandani. Metode ini menggunakan jari tangan sebagai alat bantu berhitung. Dengan jari tangan, anak mampu melakukan operasi KaBaTaKu (Kali Bagi Tambah Kurang) dari yang sederhana hingga ribuan. Metode ini menggunakan beberapa kaidah, diantaranya : dimulai dengan memahami konsep bilangan, lambing bilangan, dan operasi hitung dasar; dilanjutkan dengan menghitung menggunakan jari-jari tangan. Semua prosesnya diawali, dilakukan, dan diakhiri dengan gembira.
Selain beberapa metode di atas, ada juga beberapa metode yang bisa digunakan, diantaranya :
Ceramah, Eskpositori (guru sebagai fasilitator), Demonstrasi, Latihan hafal ( _drill_), latihan praktek ( _practice_) , tanya jawab, diskusi, permainan, laboratorium, dan tentu saja berbagai aplikasi penunjang yang ada di gawai atau website.
Referensi :
http://umum.galihpamungkas.com/2013/10/18/8-macam-metode-mengajar-matematika/
https://www.edukiper.com/2016/09/5-metode-belajar-matematika-agar-mudah.html
http://www.anakcerdas.net/teknik-ampuh-belajar-matematika/
*Camilan Rabu* 🍉 Rabu, 11 April 2018
🍉 *Camilan Rabu* 🍉
Rabu, 11 April 2018
Di samping kemampuan membaca, ketrampilan berhitung adalah salah satu ketrampilan dasar yang perlu dikuasai oleh anak-anak kita. Bila ketrampilan membaca dapat memperluas cakrawala anak-anak kita, maka berhitung juga memiliki banyak manfaat, diantaranya:
💝 Anak dapat lebih memahami alam semesta dan hukum-hukum yang berlaku di dalamnya.
💝 Anak dapat membuat rancangan dan konstruksi dengan benar
💝 Anak dapat berlaku adil.
💝 Bisa berbelanja dengan benar dan tidak mudah ditipu.
*Menyiapkan Anak Belajar Matematika*
Kegiatan yang bisa dilakukan agar anak siap belajar matematika diantaranya:
🔰 Mengelompokkan benda menurut sifat dan bentuknya.
🔰 Mengenal jumlah anggota benda.
🔰 Menghitung benda.
🔰 Menebak angka.
🔰 Menulis angka 0-10 dengan urutan yang benar.
🔰 Mengukur dan membelah.
🔰 Mengurutkan benda dari yang besar ke yang kecil.
🔰 Menyusun kepingan puzzle.
*Mulai dari yang Konkret ke yang Abstrak*
Yang dimaksud secara konkret adalah anak masih menjumlah dengan benda dan simbol. Sedangkan, secara abstrak adalah dengan menggantikan benda dan simbol tadi ke dalam bentuk angka.
Contoh:
Konkret: 🐥🐥🐥 + 🐥🐥 = 5
Abstrak: 3 + 2 = 5
*Matematika yang Seimbang*
Biarkan anak mengaitkan ketrampilannya dalam berbagai situasi yang berbeda. Sebagai contoh, gunakanlah angka dalam sebuah cerita. Hal tersebut akan membuat angka dan maknanya menjadi lebih berarti bagi anak-anak. Bawalah si kecil bertualang di dunia angka lewat dongeng-dongeng yang menarik sehingga terkesan lebih luwes dan santai baginya.
Cobalah membuka cerita dengan,
🌅🐥🌳 “Pada suatu hari, ada seekor burung cantik yang bertengger sendiri di dalam sarangnya yang kosong.”🥚🌳 “Suatu pagi, burung itu melihat sarangnya dan terkejut ketika melihat sebutir telur kecil di antara ranting-rantingnya.”
🥚=☝Saat yang sama, angkat satu jari Anda untuk menunjukkan sebutir telur tadi dan angka 1. Atau, gambarlah sebuah sarang yang berisi sebutir telur.
🌅🐥🌳 “Pagi berikutnya, burung itu melihat ke sarangnya lagi. Ia lebih terkejut, karena melihat ada satu telur lagi di sana. Dia menghitung telur itu, ‘Satu, dua.”
🥚+🥚=✌ Saat membacakannya, Anda angkat dua jari, atau tambahkan gambar sebutir telur di sarang burung.
🥚🥚🥚🥚🥚=🖐 Lanjutkan cerita itu hingga si burung mempunyai lima butir telur di sarangnya. Saat tersebut, angkatlah lima jari, atau menggambar lima butir telur di sarangnya.
```Apakah manfaatnya?```
☘ Anak akan lebih mudah menyerap pemahaman tentang angka secara konkret dan menyenangkan
☘ Imajinasi anak tentang angka pun akan terasah
```Adakah alternatif lain?```
💫 Mintalah anak untuk mengarang cerita sendiri. Sejauh mana ia bisa memahami konsep angka?
💫 Gantilah dongeng itu dengan mencipta nyanyian bersama. Ini akan menambah referensi anak untuk mengenal angka.
💫 Cari video atau film anak yang mengenalkan konsep angka.
Selamat bersenang-senang 🌻
" *Membuat anak BISA itu mudah, membuatnya SUKA baru tantangan* "
Sumber Referensi:
Aziz, Rini Utami. Jangan Biarkan Anak Kita Berkesulitan Belajar. cet-1. Solo 2006. Tiga Serangkai.
Kusuma, Retno. Setiap Anak Berhak Menjadi Jenius. Ed. Muhamad Ilyasa, cet-1, Jakarta 2015. Bestari.
Setyowati, Holy. Aku Anak Cerdas. Jakarta 2014. Elex Media Komputindo.
*Camilan Rabu* Logika Matematika
🎊 *Camilan Rabu*
Rabu, 4 April 2018
🔢 Logika Matematika 🔢
👫Fakta yg berkembang dalam masyarakat saat ini adalah kecerdasan berhitung sering dikaitkan dgn kemampuan matematika. Kemampuan matematika yg diidentikkan dengan pemecahan soal secara kompleks menjadi tolak ukur kesuksesan anak di bangku pendidikannya.
🚣🏻♀Lingkup matematika sebenarnya luas tak hanya sebatas angka dan rumus saja. Salah satunya keluasan mencakup cara bernalar (the way of thinking) membahas pola/keteraturan. Matematika sangat berperan dalam menata pemikiran manusia sebagai hasil yg dapat diperoleh dan dipertanggungjawabkan.
👩🏻🏫Banyak penelitian menunjukkan bahwa bagaimana matematika diajarkan di kelas dipengaruhi kuat oleh pemahaman guru tentang matematika yg telah diserapnya. Cara penyampaian guru mempengaruhi bagaimana anak akan menerima matematika sekaligus memberikan kesan dan pengalamannya. Tugas pengajar dalam mengajar matematika adalah bagaimana cara memfasilitasi anak untuk sampai pada ide pemecahan soal menggunakan kemampuan logika matematika sebelum benar-benar menjelaskan dengan simbol dan konsep lainnya.
🍬🍭🍫 Contoh soal : Sinta ingin membagi 36 permennya kepada Andi, Beni Dan Citra. Berapakah permen yg didapat masing2 anak?. Anak yg terbiasa menghafal perkalian mungkin akan merasa sedikit terbantu, namun bagaimana dgn yg lain?. Soal tersebut memberi peluang kita mengajak anak berpikir logis. Terdapat 3 pemecahan soal :
1. Membagai dgn dasar geometris (bagi permen menjadi 3 daerah bagian yg sama)
2. Mendistribusikan 1 per 1 kepada 3 anak secara bergilir sampai habis
3. Mengelompokkan permen menjadi tiga-tiga. Setelah permen habis barulah diberikan sesuai jumlah yg sama.
✅ Dari soal tersebut anak diajak memahami bahwa "bagi (:)" merupakan pengurangan berulang maupun bagi adil bahkan ide tentang kebalikan perkalian.
✒ Howard Gardner menyatakan seseorang dapat memiliki kemampuan matematika yg buruk namun memiliki kecerdasan logika matematika yg sangat baik. Kecerdasan logika matematika tidak hanya terbatas pada matematika saja, namun juga kemampuan ilmiah dalam berbagai bidang lainnya.
☘Kecerdasan logika matematika merupakan kemampuan ilmiah untuk memahami suatu konsep dan secara prosedural menghubungkan pola-pola abstrak dalam pemecahan masalah. Mencakup 2 hal, yaitu :
1. Kemampuan seseorang untuk menggunakan dan memahami hubungan abstrak.
Kemampuan logika matematika ini berkembang secara bertahap seiring tumbuh kembang anak saat tak ada stres, tekanan dan bahaya. Anak membutuhkan ruang eksplorasi menggunakan anggota tubuhnya sebagai alat belajar. Saat mereka beraktivitas, mereka sedang membangun pengalaman kehidupan nyata yg dapat diklasifikasi dan simpan. Hal inilah yg membantu mereka menjadi logis dan mengerti realita kehidupan.
2. Kecakapan dalam penggunaan angka dan logika berpikir.
✒Menurut Armstrong (2013) Ada 5 strategi utama untuk mengembangkan logika matematika :
1. Perhitungan dan kuantifikasi 💯
2. Klasifikasi dan kategorisasi 🐶🐱🐭🐥🦆🐳🐋
3. Pertanyaan model Socrates (pertanyaan yg mengasah berpikir lebih dalam seperti filsafat) 🧘🏻♀🧘🏻♂
4. Heuristik (mencari tahu dan belajar mandiri bagaimana menemukan sumber yg diperlukan) 👩🏻💻👨🏻💻
5. Berpikir ilmiah ✍🏻
Kelima strategi di atas memiliki aktivitas yg luas, tidak terbatas hanya pada mata pelajaran matematika. Oleh Karena itu diperlukan kolaborasi dan sinergi dari beberapa kecerdasan lain yg turut mempengaruhi kemampuan matematika anak, antara lain :
👄👅Verbal-linguistik : agar anak mampu menterjemahkan soal tertulis
👀Visual-spasial : agar anak mampu memvisualisasikan soal
🙇🏻♀Intrapersonal : agar anak dapat merefleksikan diri dan berpikir mendalam.
🧠 Tips menstimulasi kecerdasan logika matematika anak :
1. Bangun pola pikir melibatkan angka dan alasan 🔢🗣
2. Kemas menggunakan hal yg disukai anak, seperti : eksperimen sains, bertanya, memecahkan teka-teki, bermain detektif, berhitung 🕵🏻♀🕵🏻♂
3. Penuhi kebutuhan tersebut dengan bahan-bahan khusus eksperimen, kunjungan ke museum, planetarium, dll. 🏰🏕
☀ Sumber Referensi :
Gilang Zulfairanatama Dan Sutarto Hadi. Kecerdasan Logika-Matematika Berdasarkan Multiple Intelligences terhadap Kemampuan Matematika Siswa SMP di Banjarmasin. EDU-MAT Jurnal Pendidikan Matematika, Volume 1, Nomor 1, Oktober 2013, hlm 18-26
Eny Purwaningtyastuti. 2011. Surakarta. Meningkatkan Kecerdasan Logika-Matematika Anak Melalui Bermain Balok Kelompok A di TK An Nisa' Marditani Celep Kedawung Sragen Tahun Ajaran 2011/2012
Sumardyono. 2004. Karakteristik Matematika dan Implikasinya terhadap Pembelajaran Matematika. Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Pusat Pengembangan Penataran Guru Matematika Yogyakarta
Annie R. Hoekstra - de Roos. https://www.international-montessori.org/wp-content/uploads/2014/03/Logical-mathematical-intelligence-ENG-WEB.pdf
Friday, April 13, 2018
Hari 16 Game Level 6 "Membuat Layang-layang"
Generasi 90an pasti pernah merasakan serunya mengejar layang-layang yang putus talinya dan berebut dengan teman-teman. Ternyata kemarin Emir juga merasakan hal yang sama. Walaupun bukan mengejar layang-layang yang putus, tapi malah mendapatkan layang-layang yang sudah putus talinya. Tiba-tiba saja Mbah menemukan tali dan setelah digulung-gulung eh ternyata masih ada layang-layangnya. Tapi sayang layang-layangnya tersangkut di pohon depan rumah. Gagal deh membawa pulang layang-layang...
.
Karena kejadian itu, Emir merengek ingin melihat layang-layang yang masih dipohon. Tapi karena sudah malam, maka Bunda membatasi Emir keluar. Akhirnya Bunda membuat layang-layang dengan bahan-bahan seadanya. Kertas putih, lidi, tali dst. Emir senang sekali dengan layang-layang yang Bunda buat. Eh ternyata membuat layang-layang membuat dia teringat akan segitiga. Dia pun sempat mengatakan kalau ini tititiga (segitiga)
.
Alhamdulillah bermaim geometri bisa dari mana aja ya.
Thursday, April 12, 2018
Hari 15 Game Level 6 "Mengenal Geometri Melalui Wortel"
Ketika Bunda hendak memasak, tetapi Emir minta ditemani bermain, maka Bunda biasanya membawa bahan-bahan sayuran ke depan tivi. Jadi sambil memotong-motong sayuran, Bunda sekaligus membersamai Emir main. Waktu itu Bunda hendak memotong wortel yang telah dikupas. Emir pun lebih excited untuk mengutak-atik sayuran dibanding bermain. Bunda ingat Emir sedang suka sekali dengan lingkaran dan bulan. Oleh karena itu, Bunda pun mengambil salah satu potongan wortel sambel bertanya kepada Emir, "ini apa ya mas?" Dia jawab, "buwan punama". Terus saya lanjutkan, "bulan purnama bentuknya apa ya". Emir menjawab, "lingkawan". Kemudian potongan lingkaran wortel itu bunda potong menjadi 2 sehingga membentuk setengah lingkaran. Dan menurut Emir, itu adalah bentuk bulan sabit.hehehe
Wednesday, April 11, 2018
Hari 14 Game Level 6 "Maju Mundur"
Emir mempunyai sepeda yang fungsi utamanya adalah untuk belajar berjalan. Biasanya, Emir lebih suka duduk diatasnya dan ditarik mengelilingi rumah. Waktu itu Emir masih belum bisa untuk menggerakan sepedanya ke depan dan belakang. Kemarin sore, saat Emir sedang menaiki sepeda di dalam rumah, Emir sudah bisa menggerakan kakinya agar sepedanya manu dan mundur. Bahkan, Emir sudah bisa membelok ke kanan dan kiri....alhamdulillah...

