Pages

Monday, February 26, 2018

Camilan 1, level 4

🍜Camilan 1, level 4

_Rabu, 31 January 2018_

Materi Bunda Sayang ke-4
Menstimulasi Gaya Belajar Anak

💫 Ciri-Ciri Anak Pembelajar💫

Apa yang terbesit saat mendengar kalimat  _"anak belajar_” ? Sebagian besar dari kita mungkin akan terbayang dengan _anak yang tekun membaca buku pelajaran sekolah, berkutat dengan sejumlah soal latihan_ . Kalau sudah demikian, kita membayangkan anak yang tekun belajar akan mendapatkan nilai sempurna di kelasnya.

Seperti tagline yang sering di sampaikan  _"Don’t teach me, I love to learn”_ proses belajar yang mendalam dan menuntut pemahaman, seharusnya lebih melibatkan anak untuk bisa aktif *mencari, mengintepretasikan, menganalisis, dan menerapkan informasi* . Apalagi jika ditambah dengan pemahaman gaya belajar yang muncul, proses belajar menjadi lebih optimal, aktif dan secara tidak langsung anak diajak untuk mempelajari proses untuk mendapat pengetahuan yang baru.

Mengajari anak-anak bagaimana cara belajar jauh lebih berharga daripada mengajari mereka untuk sekedar mengingat sejumlah informasi. Proses belajar yang bermakna akan mempengaruhi segala aspek dalam perkembangan kehidupannya.  Proses belajar yang menuntut anak-anak lebih aktif juga menumbuhkan karakteristik baru sebagai pemelajar.

🎒Nah, di bawah ini adalah ciri-ciri dari anak pembelajar:

🔎1. Memiliki rasa ingin tahu yang tinggi

Seorang pembelajar selalu ingin tahu lebih banyak tentang dunia. Mereka belajar dari berbagai sudut pandang, bukan hanya melalui cara-cara tradisional, namun mereka juga memanfaatkan teknologi dan jaringan yang semakin berkembang. Anak pembelajar memiliki sikap proaktif dan selalu mencari tambahan kesempatan untuk belajar sesuai caranya sendiri. 

🗯2. Memiliki motivasi internal.

Anak pembelajar memiliki semangat belajar dari dalam dirinya, tak perlu sogokan dan iming-iming hadiah. Seorang anak pembelajar termotivasi karena ia menetapkan tujuan sendiri untuk ia capai. Mereka didorong oleh rasa berhasil dari dalam dirinya.  Oleh karena itu, penting bagi orang tua menumbuhkan rasa cinta pada belajar, agar kelak motivasi belajar benar-benar muncul dari dalam.

📕3.    Dapat merefleksikan diri.

Dalam perkembangannya, kelak anak pembelajar diharapkan mampu melakukan refleksi diri atas proses belajar yang dilakukan. Sehingga penting bagi orang tua/ lingkungan sekitar memberi ruang bagi anak untuk melakukan refleksi diri.

🗓4.    Dapat diandalkan.

Anak pembelajar akan bertanggung jawab terhadap  apa yang harus dilakukan serta melakukan tugas tanpa perlu diingatkan. Penting untuk menumbuhkan motivasi internal, supaya semakin sedikit motivasi dari luar yang diperlukan untuk membuatnya disiplin atau termotivasi untuk menyelesaikan tugas.

💡5.    Mampu berpikir kritis.

Seorang pembelajar mandiri kelak diharapkan dapat berpikir kritis tentang suatu situasi. Mereka dapat melihat berbagai kemungkinan, berbagai peluang, dari berbagai sudut pandang, dan seringkali memiliki lebih dari satu solusi. Mereka tak hanya menghafal, melainkan juga bertanya _“mengapa?”_ dan menyusun jawaban berdasarkan pengamatannya atau kemampuannya berpikir deduktif.

📻6.    Mampu memahami dengan sedikit atau tanpa instruksi.

Seorang pemelajar mandiri memiliki kemampuan yang amat baik dalam mempelajari dan memahami  suatu topik baik secara verbal, visual, atau kinestetik. Mereka selalu berusaha  menemukan cara untuk mengajari dirinya sendiri, dan memahami materi melalui berbagai cara, (biasanya melalui _trial and error_ ).

⚖7.    Persisten.

Seorang pembelajar yang mandiri tidak mudah menyerah dan selalu ingin bisa menguasai suatu konsep secara mandiri sedapat mungkin sebelum minta bantuan orang lain. Mereka berusaha untuk mengajari diri sendiri, mencoba berbagai cara, dan biasanya hanya bertanya setelah tidak berhasil menemukan solusinya sendiri.

Salam Ibu Profesional
/ Tim Fasilitator Bunda Sayang Batch #3\

📚Sumber Referensi:

ParentingIndonesia. Ciri-ciri anak pembelajar. Diakases 26 Januari 2017. Dari http://www.parenting.co.id/usia-sekolah/ciri-ciri+anak+pemelajar
https://ilmu-pendidikan.net/siswa/kondisi-anak-belajar-baik-dan-bermakna

Sunday, February 25, 2018

Aliran Rasa Game Level #4

Alhamdulillah, tantangan kali ini berhasil konsisten praktek, nulis dan submit dalam 15 hari berturut-turut. Terima kasih Emir yang selalu memberikan ide-ide untuk menjalani tantangan setiap harinya.
.
Bagi saya, tema game level 4 ini sangat menarik. Biasanya mungkin tidak melakukan pengamatan jika Emir melakukan hal baru yang pernah dicontohkan. Tapi dengan mengamati gaya belajar anak selama game level 4 ini, saya dan suami menjadi lebih aware jika ada hal-hal baru yang Emir bisa lakukan.
.
Selama mengamati gaya belajar Emir selama 15 hari ini, sebagian besar Emir terlihat seperti membunyai gaya visual, sedikit auditory dan sedikit kinestetik. Tapi pun berdasarkan materi IIP, anak dibawah 2 tahun masih belum bisa disimpulkan apa saja gaya belajar yang dominan. Alhamdulillah sekali mendapatkan materi ini. Sehingga selanjutnya bisa lebih mengamati gaya belajar Emir dan bisa mengenalkan metode belajar yang sesuai dengan gaya belajarnya.
.
#aliranrasa
#gamelevel4
#kelasbunsayiip

Thursday, February 15, 2018

Hari #15 Game Level #4 "Ketemu Oma Opa Onty Om Zulfi"

Alhamdulillah long weekend kali ini Emir mudik ketempat Oma Opa dan Yangkung Yangti. Persinggahan pertama di rumah Oma tadi malam. Emir turun di stasiun Bumiayu sekitat pukul 22.30 WIB. Emir yang sedang tertidur lelap harus terpaksa bangun saat turun dari kereta. Dari kejauhan, Oma Opa Om Zulfi sudah menunggu di pintu keluar.
.
Emir ini adalah tipe anak yang tidak langsung akrab dengan orang yang baru diitemui. Begitu pula saat bertemu dengan Oma Opanya, Emir biasanya membutuhkan waktu hampir sehari semalam untuk mau digendong oleh mereka. Tetapi karena kemajuan tekhnologi dan semakin bertambahnya umur Emir, akhir-akhir ini Oma Opa dan Yangti Yangkungnya sering video call dengan Emir. Jadi Emir bisa berinteraksi dengan mereka saat video call, minimal sering mendengar suara mereka.
.
Dan ketika mudik kali ini, alhamdulillah tidak memerlukan waktu yang lama bagi Oma nya untuk menggendong Emir. Saat Emir sampai di rumah Oma, Emir sudah mau digendong. Dan ketika sebelumnya Opa tidak pernah berhasil menggendong Emir, tadi siang Emir mau digendong.
.
Alhamdulillah karena sering melihat dan mendengar, Emir mudah akrab dengan mereka.

Wednesday, February 14, 2018

Hari #14 Game Level #4 "Bilang Terima Kasih"

Seperti hari-hari sebelumnya, di usia Emir sekarang ini memang dia lebih banyak meniru apa yang dia lihat dan dengar. Seperti kejadian kemarin, saat Emir meminta donat, Bunda ambilkan dari piring dan membiarkan Emir mengambilnya sendiri. Tiba-tiba Emir bilang terima kasih versi Emir (terdengar makasih). Kemudian dia jawab sendiri juga dengan 'cama-cama'. 😅😅😅
.
Ucapan terima kasih ini bukan baru kemarin saja di ucapkan oleh Emir. Seringnya ketika ada yang memberinya barang, dia bilang makacih. Barang yang dimaksud disini bukan hanya berupa hadiah, tp bisa apa saja yang dia minta. Misal dia minta diambilkan barang-barang yang tempatnya diluar jangkauan dia. Dia pun meminta tolong kepada siapa saja yang ada di dekatnya. Suatu kali Bunda yang memberinya sesuatu, setelah dia bilang makacih, Bunda pun jawab sama-sama. Dan ternyata dia terngiang-ngiang jawaban itu. Jadi dia sering bilang cama-cama setelah bilang makacih. Mungkin dia hanya ingat urutannya, belum paham maknanya. Hehehe.
.
Sepertinya gaya belajar Emir sering terlihat menggunakan visual dan auditory. Tapi apapun itu, pengamatan blm berakhir kan. Semangat untuk besok 💪💪💪
.
#hari14
#gayabelajaranak
#tantangan15hari
#kelasbunsayiip
#gamelevel4

Tuesday, February 13, 2018

Hari #13 Game Level #4 "Toko Mainan

Setelah kemarin Emie ikut Bunda ke kantor, sore harinya lanjut menyusul Ayah yang sedang ada kegiatan di Hotel Kempinski di Bundaran HI. Seperti sebelum-sebelumnya, jika Ayah ada rapat di hotel dan menginap, Bunda dan Emir biasanya ikut menginap. Nha, kebetulan kali ini menginapnya di hotel yang cukup bersejarah dan hotel ini termasuk hotel yang lumayan lama berdiri. Bunda pun senang sekali dikasih kesempatan oleh Alloh SWT untuk menginap disini. Dulu ketika ngekos, hotel ini dilewati Bunda hampir setiap hari. Jadi kembali ke lokasi ini seperti mengenang masa-masa kos dulu.hehe
.
Di hotel ini, Emir lebih banyak lari-lari. Dia tidak mau berlama-lama dikamar. Emir sering sekali minta keluar untuk jalan-jalan. Karena Bunda dan Emir harus cari makan, maka kami pun jalan ke sebuah mall yang mempunyai akses pintu masuk dari lobby hotel.
.
Setelah membeli makan di foodprint di lantai 5, kami Iansung pulang menuju hotel. Eh, alhamdulillah suami tiba-tiba wa kalau rapatnya sudah selesai dan segera menyusul Bunda dan Emir. Sambil menunggu suami, Emir minta turun dari gendongan dan akhirnya masuk ke toko mainan anak. Wahh, Bunda baru lihat kalau Emir sangat excited sekali dengan mainan-mainannya terutama yang bergambar mobil. Tidak hanya itu saja, ketika dia melihat kelinci, sepeda, pesawat, dan motor, Emir selalu mendekati dan menunjuknya.
.
Hasil pengamatan Bunda adalah Emir mudah mengingat barang barang yang dia suka. Hal itu karena Emir sering melihat dan bermain dengan mainannya.
.
Satu lagi gaya belajar Emir dengan visual. Besok apa lagi ya mas...

Monday, February 12, 2018

Hati #12 Game Levwl #4

Hari ini Emir ikut Bunda ke kantor. Kebetulan di jalan menuju kantor ada 3 buah terowongan. Emir pun belajar tentang terowongan...

Sunday, February 11, 2018

Hari #11 Game Level #4 "Jalan-jalan Siang"

Emir selalu suka kalau bermain di luar rumah. Sekarang ketika pintu rumah terbuka sedikit saja, Emir sudah langsung ingin berlari keluar. Begitu pula hari ini, ditengah hari yang panas dan agak terik ini Emir minta jalan-jalan. Bunda pun menemani Emir kemana dia melangkah. Disepanjang jalan, dia selalu excited ketika melihat sesuatu yang dia suka secara nyata. Misalnya ketika melihat kupu-kupu, burung, pohon, mobil dll yang dia sering lihat digambar, saat melihat aslinya dia langsung menyebut benda-benda tersebut sambil menunjuknya. Begitu pula ketika melihat sungai. Karena Emir suka sekali air mancur, jadi setiap melihat air yang bergerak, dia juga selalu suka. Alhamdulillah di depan rumah bisa langsung lihat sungai kecil.
.
Tak terasa ternyata Emir jalan lumayan jauh. Ketika sudah hampir setengah perjalanan sampai rumah, Emir minta digendong. Mungkin mamas Emir lelah ya mas.hehehe. Alhamdulillah, sambil jalan-jalan bisa sambil belajar gaya visual dan auditory.